Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Mesin cuci piring


__ADS_3

Setelah selesai makan Vivy mengantarkan mereka ke dalam kamar yang sudah dirapikan tadi malam, kamar itu cukup besar cukup untuk mereka bertiga istirahat, setelah perjalanan sangat jauh pasti mereka bertiga merasa sangat lelah. Itu sebabnya Richard minta Vivy mengantarkan mereka agar bisa segera beristirahat.


"Maaf ya kalau kamarnya kurang besar," kata Vivy.


"Ini sudah sangat cukup, untuk apa kamu minta maaf, kami sudah sangat bersyukur disambut baik oleh mu dan suamimu. Terima kasih ya telah menyambut dengan baik, dan makanan yang suamimu masak sakit enak sekali."


"Tidak perlu terima kasih, kalian sudah datang saja itu membuatku sangat senang, apalagi barang titipan ku juga tidak sedikit. Sekarang kalian istirahatlah, kalian pasti sangat lelah aku permisi." Vivy berjalan pergi meninggalkan kamar itu.


Setelah mengantarkan tamunya ke kamar, Vivy berjalan mendekati di cabang tengah membersihkan ruang makan. Ia ingin membantu Richard, tapi Vivy sudah yakin Richard akan melarangnya.


"Aku bantu ya kamu terlihat kelelahan."


"Ya sudah kamu bantu sayang," kata Richard.

__ADS_1


Vivy menaikkan satu alisnya, ternyata kali ini Richard tidak melarangnya, kalau begini dapat dipastikan Richard benar benar sangat lelah, tadi pagi saja ia tidak tahu jam berapa Richard bangun tidur, saatnya membuka matanya Richard sudah berkutik di dalam dapur.


"Ya ampun ternyata banyak juga ya piring kotornya, sepertinya kita harus membeli mesin cuci piring," ucap Vivy.


"Sepertinya kamu benar, akan lebih efisien jika kita mempunyai alat itu, kita tidak perlu menunggunya hanya memencet tombol mesin itu akan bekerja," kata Richard.


"Tumben kamu setuju, biasanya kamu paling tidak suka membeli alat seperti itu," ucap Vivy.


"Selagi kalau kita beristirahat bagaimana kalau kita mencarinya di mall, sekaligus kita membeli beberapa barang yang masih belum ada di rumah," kata Vivy.


"Kamu tidak lelah? Kalau lelah jangan kamu paksakan nanti sore saja." Richard tidak akan sedikitpun mempertaruhkan kehamilan istrinya.


"Aku lelah melakukan apa? Dari tadi aku tidak melakukan apapun, jadi sekarang kita bersiap-siap dan langsung pergi, jangan menunda-nunda nya lagi," ucap Vivy.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan cucian piring ini, mereka berdua pun langsung bersiap-siap untuk pergi ke mall. Richard merasa bodoh tidak memasang alat itu sejak lama. Padahal ia sangat memerlukan nya, mencuci piring salah satu hal yang lain tidak Richard sukai. Ia lebih memilih mencuci baju dari pada piring. Apalagi piring itu berminyak bekas makanan bersantan.


Keduanya sudah memakai pakaian yang rapi, mereka langsung pergi meninggalkan rumah. Vivy sengaja tidak memberitahu Reni agar Rene bisa beristirahat, kalau ia memberitahunya pasti Reni kan ikut, kandungan Reni 1 bulan lebih tua dari nya, dan Reni harus lebih banyak beristirahat, apalagi setelah perjalanan yang sangat jauh.


"Sayang kita gunakan uang konten aja ya," ucap Vivy.


"Cukup?"


"Bukan cukup lagi, kamu bisa membeli 100 mesin seperti itu untuk menghabiskan uangnya hasil konten kita," ucap Vivy.


"Wah ternyata sangat menjanjikan sekali ya, aku ingin terus membuat konten denganmu jangan lupa memberiku gaji."


"Siap.."

__ADS_1


__ADS_2