
Keesokan harinya, syuting adegan yang kemarin gagal berjalan dengan sangat baik, Vivy dapat melakukan semuanya dengan sangat mulus tanpa terkendala. Mario saja sampai terkejut karena Vivy belajar begitu cepat, Mario tidak tau jika ada Richard yang membuat Vivy jago seperti ini. Bahkan Vivy mendapatkan pujian dari tim produksi, ia begitu senang sekali. Rasanya Vivy ingin cepat cepat berterimakasih pada Richard yang telah membantu nya.
"Kamu kapan berlatih," tanya Mario.
"Kemarin lah, sehabis mendengar makian kamu, aku langsung berlatih dengan sungguh-sungguh, sekarang aku bisa melakukan nya dengan sangat baik," jawab Vivy dengan sangat percaya diri.
"Maafkan aku, aku kemarin hanya terbawa emosi," kata Mario.
"Tidak masalah, karena perkataan kamu kemarin mendapatkan motivasi untuk belajar lebih baik," ucap Vivy.
"Hmmm nanti kan kita tidak ada syuting lagi, bagaimana kalau kita jalan jalan," ujar Mario, ia terlihat salah tingkah saat mengatakan hal itu.
"Maaf Mario, aku sudah ada janji. Aku akan pergi dengan nya, jadi lain kali saja ya," ucap Vivy sambil berjalan pergi meninggalkan Mario, sudah pasti Vivy lebih memilih jalan jalan dengan Richard dari pada dengan Mario yang menyebalkan ini.
"Sial." Mario terlihat marah karena mendapatkan penolakan langsung oleh Vivy.
Vivy pun berjalan mendekati Richard yang sedang sibuk dengan handphone nya, ia ingin langsung mengajak Richard jalan jalan di sekitar sini.
"Sedang apa," tanya Vivy sambil duduk di samping Richard.
Richard melihat sekelilingnya, ia tidak ingin ada yang melihat ia dan Vivy terlalu dekat.
"Tidak ada.. Kamu sudah selesai syuting," tanya Richard.
__ADS_1
"Sudah, yang syuting hanya pemeran pendukung.. Makasih ya sudah membantu ku, semuanya berjalan dengan lancar," jawab Vivy.
"Sama sama.. Jadi kita jalan jalan," tanya Richard.
"Jadi dong, ayo berangkat," jawab Vivy dengan penuh semangat.
"Maaf pakaian kamu," kata Richard.
"Oh iya, kamu tunggu di dalam mobil dulu ya. Aku berganti pakaian duku," ucap Vivy sambil berlari menuju tenda.
Lagi dan lagi Richard kembali tersenyum melihat tingkah laku Vivy yang begitu lucu di mata nya.
Richard pun masuk ke dalam mobil yang kebetulan kunci nya ia yang membawa nya, selagi menunggu Vivy bersiap siap Richard memilih merapihkan dirinya, ia tidak mau terlihat berantakan walaupun dirinya hanya seorang bodyguard saja.
"Sudah," ucap Vivy.
"Hanya berdua," tanya Richard..
"Iya dong, Angel tidak ikut dia ingin istirahat," jawab Vivy berbohong padahal ia sendiri tidak mengajak Angel pergi.
"Ya sudah, kita berangkat sekarang." Richard menyalahkan mobil itu dan mulai membawa pergi mobil itu dari tempat ini.
"Kita jangan melewati batas aman ya, tadi aku sudah mendapatkan peringatan," ucap Vivy.
__ADS_1
"Iya aku sudah mendapatkan peta nya kok, tempat mana saja yang bisa kita lewati," kata Richard.
"Kita kemana dulu, kamu sudah mendapatkan peta nya kan," ucap Vivy.
"Kita ke yang jauh dulu, nanti pas kembali kita tinggal melewati yang dekat dekat. Di sana ada danau yang sangat bagus," kata Richard.
"Oke aku tidak sabar.." Vivy terlihat begitu semangat.
Perjalanan dari tempat mereka tadi ke danau yang Richard maksud memerlukan waktu sekitar satu jam lebih lamanya, cukup lama tetapi tidaknya membuat mereka berdua bosan, ada saja hal yang membuat mereka berdua tertawa bersama.
"Richard kok di sini sepi ya, tadi masih ramai orang," ucap Vivy.
"Hmmm aku rasa ada yang tidak beres," kata Richard.
"Richard jangan membuat ku takut," ucap Vivy.
"Hahaha tidak tidak jangan takut. Kalau dari keterangan peta yang ada tempat ini memang jarang di lewati banyak orang. Menurutku mungkin kerena bekas perang, jadi membuat orang takut," kata Richard..
"Tapi aman kan," tanya Vivy.
"Aman, tidak mungkin kita diberikan peta seperti ini kalau tidak aman," jawab Richard.
Saat sedang melawati sebuah bukit tiba tiba mobil yang mereka berdua naiki menginjak sesuatu yang meledak, ledakan itu cukup kuat yang membuat mobil mereka terangkat dan oleng ke sembarang arah.
__ADS_1
"Richard," teriak Vivy.