Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Draft


__ADS_3

Sebelum memulai nya, Richard kembali bangkit dari atas tempat tidur, ia mengambil hadiah yang Reni berikan kepadanya, kata Reni ia harus membuka hadiah itu sebalum malam pertama mereka.


"Apa itu sayang," tanya Vivy.


"Hadiah dari Reni," jawab Richard.


Karena penasaran Vivy juga bangkit dari atas tempat tidur, ia ingin melihat hadiah apa yang Reni berikan kepada nya.


"Ada ada saja dia," ucap Richard.


"Apa itu," tanya Vivy.


"Ini gell. Memang sangat pas di pakai untuk malam pertama," jawab Richard.


"Karena punya kamu terlalu besar," ucap Vivy, ia jadi ingat beberapa hari lalu ia bercerita pada Reni tentang malam pertama nya nanti. Ternyata Reni sangat mendengarkan ketakutan nya, Reni memberikan sesuatu yang sangat ia pelukan.


Richard menarik Vivy kembali ke atas tempat tidur, ia akan menggunakan hadiah itu nanti. Sekarang ia masih ingin sedikit mengobrol sambil memulai permainan awalnya.


"Kita sudah sah," tanya Richard.

__ADS_1


"Sudah sayang, ini kan yang kamu inginkan," ucap Vivy.


"Aku menikahi seorang artis, ini salah satu mimpi besar ku."


"Hahaha kamu bisa saja, sayang kamu punya rahasia yang tidak aku ketahui," tanya Vivy.


"Ada beberapa, dan lebih baik kamu tidak perlu tau. Yang jelas rahasia itu lebih baik tetap menjadi rahasia," jawab Richard.


"Nakal sekali tangan kamu." Vivy menepuk tangan Richard.


"Cerita dulu sayang."


"Tidak mau, mau jatah," ucap Richard.


"Sayang buka," ucap Richard.


"Terserah kamu." Vivy memilih pasrah dengan apa yang Richard lakukan, ia sudah tidak bisa melarang Richard karena Richard sekarang sudah menjadi suaminya.


Satu persatu apa yang ada di tubuh mereka terlepas dari tempat nya, terutama Vivy yang sudah seperti bayi yang baru lahir. Ia sudah tidak memakai apapun karena ulah dari Richard, tidak ada obrolan yang keluar dari bibir mereka berdua. Keduanya fokus menikmati setiap permainan yang ada.

__ADS_1


"Mereka hanya bisa melihat tubuh seksi mu. Tapi hanya aku yang bisa menikmati nya." Rasa cemburunya selama ini pada Vivy benar-benar ia lampiaskan sekarang.


"Aku tidak pernah memperlihatkan tubuh seksi ku sayang. Hanya pada kamu aku seperti ini, sayang geli…" Vivy berusaha menahan tangan Richard yang semakin nakal, tetapi Richard malah menepis tangan nya.


"Walaupun kamu tidak memperlihatkan otak otak mereka pasti berpikir ke arah sana. Kamu mempunyai banyak fans seorang pria dan aku tau apa isi otak mereka, andai mereka bisa melihat ini mereka pasti akan merasakan kecemburuan yang amat besar pada ku."


Vivy sudah tidak memperdulikan apa yang Richard katakan, ia benar benar menikmati permainan yang Richard berikan pada tubuh nya.


Selain tangan Richard memainkan bibir nya dengan sangat baik. Bibir, leher sampai dengan aset berharga Vivy tidak lepas dari keganasan Richard, Vivy sendiri tidak menyangka Richard bisa memperlakukan nya sampai seperti ini.


"Aku suka sayang, besar sekali," ucap Richard dengan nada suara yang sedikit serak.


Vivy memejamkan matanya tanpa melihat apa yang Richard lakukan, rasa nikmat yang Richard berikan membuat Vivy tidak bisa fokus.


"Sakit jangan kamu gigit," ucap Vivy sambil melihat ke arah Richard.


"Hahaha maaf sayang, aku gemas." Richard kembali ke atas memberikan kecupan manis pada Vivy.


"Sayang kamu mau main tidak sih, kenapa lama sekali," ucap Vivy yang sebenarnya sudah tidak tahan. Ada rasa yang segera ingin ia rasakan, sentuhan tangan Richard tidak mampu membuatnya sampai merasakan sesuatu itu.

__ADS_1


"Kamu sudah tidak tahan ya.." Tangan Richard mengecek di bawa sana. Dan benar saja sang istri sudah benar benar siap.


"Katakan pada ku kamu siap," tanya Richard sambil memberikan sentuhan di bagian bawa sana, ia ingin Vivy lebih siap lagi dari sekarang.


__ADS_2