
Sesampainya di tempat itu mereka berdua terkejut karena tempat yang dituju sedang tutup, terlihat dengan jelas wajah Vivy sangat sedih melihat tempat yang sudah sangat diinginkan ternyata tutup.
"Ya tutup sayang, kamu mau ke tempat lain yang lebih jauh," tanya Richard.
"Ini sudah siang nanti kamu malah terlambat, sudah kita kembali saja ke rumah, lain kali saja kita berenang," kata Vivy.
"Ya sudah kalau begitu, sebelum pulang kita beli makan dulu," ucap Richard.
"Sayang Reni mengirimkan ku pesan, katanya kita mencoba bayi tabung saja," ujar Vivy.
"Bukannya itu mahal sekali ya, terus belum tentu juga berhasil," kata Richard.
"Iya sih tetapi kalau belum coba kita tidak akan tau akan berhasil atau tidak," ucap Vivy.
"Ya aku terserah kamu saja sayang, kalau kamu bersedia dan ingin aku akan melakukan nya. Semua keputusan ada di tangan kamu, aku tidak mau memaksa kamu, yang mempunyai tubuh kamu aku tidak merasakan bagaimana kondisi tubuh kamu."
"Aku pikirkan nanti, setelah pernikahan kita genap satu tahun baru lah akan aku putuskan," ucap Vivy.
__ADS_1
Mereka berdua berhenti di sebuah restoran untuk sarapan pagi, ia tidak sempat untuk membuat sarapan di rumah, karena Richard ingin di rumah nanti sisa waktu nya ia gunakan untuk mengurus sang istri.
"Sayang aku tidak selera makan," ucap Vivy.
"Jadi kamu mau bagaimana? Kamu harus tetap mengisi perut kamu," kata Richard sambil mengusap wajah Vivy.
"Pesan satu saja, nanti kamu makan beberapa sendok," ucap Vivy.
"Awas kalau tidak makan."
"Di bungkus saja, mau makan di rumah sekalian makan buah," ucap Vivy.
Tak lama makanan yang mereka pesan sudah jadi, setelah membayar nya mereka berdua langsung kembali ke rumah. Mereka memilih makan di kamar karena bisa lebih santai, sebelum masuk ke kamar keduanya membawa beberapa jenis buah dan minuman agar tidak tersedak.
"Kenapa sekarang aku jadi ingin ya, gatal sekali rasanya," batin Vivy, apalagi saat melihat Richard yang sedang bertelanjang dada. Ingin sekali rasanya ia menyentuh seluruh anggota tubuh Richard.
"Kamu tidak papa kan? Ayo makan sini," ucap Richard.
__ADS_1
"Aku buat vlog ya," ujar Vivy.
"No, tidak ada kamera untuk kegiatan kamar," ucap Richard, tidak semuanya harus di jadikan konten Richard tidak mau kamar nya tempat privasi terbesar nya di ekspos oleh Vivy.
Vivy mengerti kenapa Richard melarang nya, tanpa banyak tanya Vivy bergabung dengan Richard menyantap makanan yang ada.
"Lagi sayang kamu makan sedikit loh," ucap Richard.
"Tidak mau aku nanti mual. Aku mau meminta ehem sama kamu," kata Vivy.
"Kamu kok minta terus ya, kamu lagi kepengen terus sayang," tanya Richard yang sudah pasti senang, apalagi Vivy terus yang memintanya.
"Aku siap siap dulu," ucap Vivy sambil berjalan ke dalam kamar mandi.
"Ah seperti nya aku akan berangkat terlambat, ya sudahlah ini sudah menjadi kewajiban ku. Apalagi soal goyang aku nomor satu, sampai sekarang rasanya tetap sama, dia sangat menjaga area itu. Kalau begini aku tidak mungkin bisa selingkuh, satu saja sudah sangat cukup untukku," batin Richard.
Setelah selesai makan Richard membereskan semuanya, ia mengeluarkan benda benda yang akan mengganggu kegiatan menyenangkan nya.
__ADS_1
"Kalau sudah bersiap siap seperti ini pasti mantap," ucap Richard.