Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Nomor handphone (perasaan yang berbeda)


__ADS_3

"Sebenarnya juga kamu tidak asing bagiku,entahlah aku seperti mengenal dirimu." Vivy mengatakan apa yang ia rasakan sekarang, ada sesuatu yang mengganjal hati ini saat dekat dengan Ken.


Ken mengerutkan dahinya, selama ia tinggal di tempat ini baru sekarang ia menemukan seorang wanita yang mengatakan hal ini padanya. Jujur saja hal itu membuat Ken cukup ini, ia merasa ada hal yang tidak ia ketahui selama ini.


"Kamu sudah lama tinggal di sini?"


"Aku kurang tahu, yang jelas saat aku sadar aku sudah berada di sini. Mungkin sekarang yang aku ingat kurang lebih 1 tahun lamanya," ucap Ken.


"Suara dia benar benar tidak asing di telingaku, wajahnya juga cukup mirip dengan Richard, jantungku terus berdetak dengan cepat saat dekat dengannya. Dia juga baru 1 tahun tinggal di sini, apa jangan-jangan dia Richard," batin Vivy.


"Kenapa kamu diam? Apa ada yang salah dari apa yang aku ucapkan."


"Tidak ada, aku jadi ingat seorang yang sangat dekat denganku, kamu mirip dengannya," ucap Vivy.


"Boleh aku lihat siapa orang itu," tanya Ken, Entah mengapa yang sangat penasaran dengan orang yang dimaksud oleh wanita di depannya ini.


Saat Vivy ingin menunjukkan foto Richard tiba tiba handphone Ken berbunyi, Ken berjalan menjauhi Vivy untuk mengangkat panggilan telepon itu.

__ADS_1


"Iya dad aku akan kembali," ucap Ken.


Setelah memutuskan panggilan telepon itu, Ken kembali berjalan mendekati Vivy.


"Aku harus kembali ke rumah, hari ini ada acara lamaranku bersama dengan seorang wanita," ucap Ken.


"Oh…" Vivy menganggukkan kepalanya.


"Boleh aku meminta nomormu," tanya Ken.


"Untuk apa? Kamu sudah mau lamaran dengan seorang wanita malah meminta nomor wanita," ucap Vivy.


"Tunggu." Vivy berlari mendekati Ken.


Sambil tersenyum Ken menghentikan langkah kakinya.


"Aku seorang artis, jangan berikan nomor kepada orang lain ya. Aku percaya kamu." Vivi kartu tanda pengenal, di sana tercantum nomor yang dapat Ken hubungi.

__ADS_1


"Terima kasih." Sampai tersenyum Ken mengambil kartu itu dan kembali melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Vivy.


"Kalau misalkan dia benar-benar Richard, aku harus mendapatkannya kembali, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Jasadnya tidak pernah ditemukan, dan ini juga bisa saja terjadi padanya. Apalagi dia berada di tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat ia berperang," ucap Vivy.


Ken benar-benar penasaran dengan wanita ini, ia kan hubungi Vivy telah sampai di rumah nanti.


Rumah Ken dari tempat Vivy menginap tidak begitu jauh, hanya sekitar 15 menit Ken sampai di rumah nya. Di sana sudah banyak orang karena akan ada acara lamaranya dengan seorang wanita.


"Aku tidak ingin dengan wanita itu, bagaimana caranya agar hubungan ini tidak semakin serius," batin Ken.


"Dari mana saja kamu, kamu kan tahu hari ini hari yang penting untuk mu," ucap Barak.


"Maaf dad, aku menyelamatkan anak kecil. Kenapa sih lamarannya sekarang, aku belum mengenal jauh dia siapa," kata Ken.


"Tidak perlu mengenal Perlu mengenal jauh, dia benar-benar sangat cocok padamu," ucap Barak.


Ken tidak bisa mengatakan apapun lagi, mau tidak mau ia mengikuti apa yang daddy nya katakan.

__ADS_1


"Kamu sangat tampan," ucap Mutia wanita yang akan menjadi pendamping Ken nantinya.


Ken hanya tersenyum, entah kenapa ia malah lebih nyaman dekat dengan wanita yang baru ia temui tadi, perasaan juga lebih bergejolak saatnya dekat dengan wanita itu. Berbeda sekali saat ia dekat dengan Mutia ya tidak merasakan apa apa.


__ADS_2