Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Merindukan momen itu


__ADS_3

Richard terbangun dari tidurnya karena handphonenya terus berdering, saat ia tidur tadi dirinya lupa mematikan sambungan data, ia terlalu kelelahan setelah melepaskan gairah yang lama terpendam. Sebelum kembali tidur Richard memutuskan untuk memeriksa apa yang membuat handphonenya terus menderita.


Bibirnya langsung tersenyum melihat pesan dari Vivy yang tidak berhenti sampai sekarang, sudah lebih dari 20 pesan yang tidak tahu apa isinya. Kenapa penasaran Richard langsung membuka pesan itu, matanya ikut tersenyum saat melihat berbagai macam video tentang anaknya yang Vivy kirim, rasa kantuk yang ia rasakan tadi langsung hilang seketika.


Satu persatu di jalan membuka video itu, ternyata anak dan istrinya sedang berada di membeli banyak perlengkapan, beruntungnya uang bulanan yang ia kirim tidak sedikit, dirinya tidak khawatir keperluan anaknya tidak terpenuhi, apalagi Vivy juga masih mendapatkan uang dari hasil konten mereka. Dirinya selalu memantau konten yang Vivy kirim di YouTube, sampai sekarang Vivy belum ada membuat konten baru. Masih konten-konten bersama dirinya di tempat ini, entah apa alasannya Richard tidak tahu, yang jelas dirinya juga tidak ada melarang istrinya untuk membuat konten di YouTube.


"Dia sangat lucu sekali ya, sayang sekali aku tidak bisa mengikuti perkembangannya, aku berharap saat aku pulang nanti dia masih mengingatku. Masih menganggapku ayahnya, walaupun aku tidak pernah bertemu dengannya selama satu setengah tahun lamanya, aku yakin ikatan batin yang telah kami berdua tidak akan berkurang sedikit pun," ucap Richard.

__ADS_1


"Sangat menggemaskan sekali sayang, ingat beli yang kamu perlukan saja. Jangan membuang uang, kita tidak tahu ke depannya bagaimana." Richard mengirimkan pesan pada Vivy.


Vivy langsung membuka handphonenya, dirinya pikir ia mendapatkan pesan dari Reni yang kebetulan juga ingin berbelanja di mall, ternyata pesan yang ia dapatkan dari sang suami, hal itu membuat Tiara senang sekaligus terkejut.


"Kenapa kamu belum tidur, bukannya di sana sudah sangat malam."


"Ah kamu bisa saja, sekarang kamu tidur lagi deh, kamu baru tidur beberapa jam dan besok kamu pasti bekerja lagi kan, kamu harus banyak istirahat agar tidak kecapean dan sakit." Walaupun ingin terus berbalas pesan dengan suaminya Vivy tidak mau waktu tidur di cat habis takutnya Richard sakit karena kelelahan.

__ADS_1


"Ya sudah aku tidur lagi, jangan lupa terus mengirimkan ku video tentang dia ya. Aku istirahat dulu, kamu baik-baik di sana, jangan nakal terus patuhi apa yang aku katakan."


"Siap.. good night waktu sana." Vivy memberikan satu foto menggemaskan anaknya.


"Imut sekali," ucap Richard sambil meletakkan handphone nya di atas meja, dirinya ingin kembali tidur karena besok ia harus bekerja keras.


Setelah mengirimkan foto itu, Vivy melanjutkan perjalanan nya ke tempat-tempat yang belum pernah ia datangi, beruntung nya sampai sekarang belum ada yang mengenalinya. Penyamarannya berjalan dengan sangat baik, padahal di beberapa tempat yang masih bisa menemukan wajahnya, wajahnya saat masih belum menikah, tidak ada yang berbeda hanya berat badannya yang semakin meningkat.

__ADS_1


"Ah aku merindukan momen itu," ucap Vivy.


__ADS_2