
"Walaupun sudah mau berakhir kontaknya masih ada misi lagi, sayang sampai kapan sih kamu seperti itu. Aku mau Setelah kamu selesai dari sana kamu tidak perlu bekerja lagi seperti itu, aku benar-benar lelah sayang, aku sudah tidak bisa selalu lama berpisah dengan kamu, yang setelah kamu kembali juga kalau kamu masih bekerja seperti ini, kamu pasti juga akan meninggalkanku lagi. Lalu kapan kamu bisa menghabiskan waktu denganku dan anak kita," ucap Vivy.
"Sayang dengarkan aku dulu, aku sudah tidak mendapatkan tugas lagi kok setelah ini, iya aku janji setelah aku pulang ke sana nanti aku akan mencoba untuk resign, aku akan mencari pekerjaan baru yang tidak membuat kamu khawatir dan tidak meninggalkan kalian berdua," kata Richard.
"Awas kamu berbohong padaku sayang, aku sudah tidak bisa seperti ini terus. Lihat anak kamu sekarang dia sudah tumbuh dengan cepat, bahkan dia tidak pernah melihat kamu secara langsung. Dia selalu bertanya kamu di mana Ayah di mana Ayah dan aku selalu menjelaskan ayahnya bekerja, apa bisa aku selalu menjelaskannya seperti itu sudah pasti tidak bisa," ucap Vivy.
"Halo anak ayah yang paling tampan, tunggu sebentar lagi ya Ayah pasti akan kembali kok, nanti setelah Ayah kembali kita akan banyak menghabiskan waktu bersama." Sebenarnya Richard juga tidak tega terlalu lama berpisah dengan anaknya, mereka berdua terlihat tidak terlalu dekat, itu bukan hal yang aneh lagi karena memang keduanya tidak pernah bertemu lagi selama 1 tahun lebih lamanya.
"Ya sudah sayang kamu istirahat lah, kamu pasti sangat lelah kan, Besok kan kamu libur jadi kita masih bisa video call-an dengan bebas, ini juga harus tidur," ucap Vivy.
"Nanti ketika anak-anak tidur hubungi aku lagi ya, pasti paham kan apa yang aku inginkan." Richard mengedipkan mata satu matanya.
__ADS_1
"Iya aku paham kok apa yang kamu inginkan nanti aku akan menghubungimu lagi setelah anak ini benar-benar tidur, walaupun aku sangat marah padamu aku tetap harus menjalankan kewajibanku sebagai seorang istri," ucap Vivy.
"Ya sudah, good night, selamat malam anak ayah."
"Malam ayah." Vivy mematikan sambungan telepon itu.
Segera Vivy menidurkan anaknya, walaupun masih sekitar jam 07.00 malam anak ini harus segera tidur, Vivy tidak pernah membiasakan anaknya tidur terlalu malam, takutnya nanti Chris malah terbiasa tidur larut malam, itu akan membuat Vivy repot sendiri.
"Anak ku sudah tidur," tanya Richard.
"Sudah mas, kamu mau apa sih," tanya balik Vivy.
__ADS_1
"Ah kamu tadi sudah tahu masih tanya lagi," jawab Richard.
"Aku mau cerita dulu, aku butuh teman cerita dan semumpung kamu masih bisa aku hubungi aku ingin cinta padamu saja."
"Tentang pekerjaanmu ya, bagaimana syutingnya semuanya lancar kan," tanya Richard.
"Sudah lebih dari dua bulan aku menjalani syuting, dari acara televisi yang ringan sampai yang acara cukup berat, semuanya berjalan dengan baik tidak ada masalah dari diriku ataupun dari pihak televisi, tetapi…"
"Tetapi kenapa? Ada yang membuat masalah padamu," tanya Richard.
"Ada beberapa artis secara terang-terangan tidak suka padaku, membuatku ngedwon," jawab Vivy.
__ADS_1