
Setelah selesai makan, mereka berdua bersantai di balkon kamar, keduanya terlihat begitu menikmati pemandangan yang sangat indah. Garis pantai yang indah membuat keduanya ingin sekali berkeliling di pantai itu, tetapi sayang nya sekarang kondisi mereka tidak memungkinkan.
"Sayang lihat di sana ada dua bukit yang sangat bagus," ucap Vivy.
"Bukit di dekat ku jauh lebih bagus dan menggoda," kata Richard.
"Hahaha itu mah kesukaan kamu. Nanti kalau aku sudah punya anak kamu tidak akan bebas lagi. Kamu akan bersaing dengan anak kita nanti, kamu sudah siap?"
"Aku tidak siap, entah kapan itu terjadi sepertinya masih lama. Kamu saja belum siap untuk mempunyai anak." Richard mengedipkan satu mata nya pada Vivy.
Vivy langsung paham dengan apa yang Richard bahas, ia memang tidak bisa mempunyai anak dalam waktu dekat. Dan ia baru ingat kemarin malam ia dengan Richard bermain tanpa pengaman.
"Sayang kamu tidak ingat kemarin kita bermain tanpa pengaman.."
Mata Richard langsung membulat seketika, ia baru sadar dengan hal itu, beruntung kemarin malam tidak ada pertempuran sengit di antara mereka, kalau sampai terjadi dapat dipastikan Vivy akan hamil dalam waktu dekat.
"Aku baru ingat sayang, ya ampun untung saja tadi malam tidak jadi. Kalau sampai jadi kamu bisa hamil," kata Richard
"Ternyata ada untung nya juga ya kita tidak jadi bertempur," ucap Vivy.
Karena hari sudah semakin siang dan panas mereka berdua berjalan masuk ke dalam kamar. Keduanya sudah merasa sangat bosan, mereka ingin jalan jalan keluar Villa seperti anggota keluarga lainnya.
Untuk mengisi waktu luang nya Richard memutus untuk berolahraga kecil kecilan, sudah satu Minggu terakhir ia tidak melatih otot nya, kalau tidak dilatih terus menerus semua ototnya akan tertimbun dengan lemak. Apalagi sekarang ia sudah menikah yang sangat rentan bagi seorang pria menjadi berlemak.
Sambil tersenyum Vivy memperhatikan bagaimana Richard berolahragalah, rasa senang dan bahagia menjadi satu di dalam hati Vivy. Ia menikah dengan seorang pria yang sangat sesuai dengan tipe nya, itu sebabnya ia ingin segera menikah dengan Richard agar Richard tidak diambil wanita lain.
"Sayang aku baru sadar kamu mempunyai bekas luka di leher," ucap Vivy.
"Iya tidak sengaja terkena pisau."
"Sudah mau hilang, itu dari kecil ya.." Secara perlahan Vivy mendekati Richard, ia sangat penasaran dengan bekas luka yang ada di leher Richard.
__ADS_1
"Iya sayang, kelas 5 SD." Richard merasakan Vivy menyentuh bekas luka itu.
"Ada apa," tanya Richard.
"Aku seperti mengenal nya.. Dulu aku mempunyai musuh, dan kami bertengkar sampai aku tidak sengaja menusuk lehernya," jawab Vivy.
"Siapa nama musuh mu," tanya Richard.
"Aku lupa sayang, sudah sangat lama," jawab Vivy.
"Apa mungkin itu aku." Richard membalik tubuh nya.
Vivy langsung teringat saat ia pertama kali mengenal Richard, waktu itu ia seperti mengenali Richard tetapi ia tidak yakin dan sekarang ada sesuatu yang membuat nya sedikit yakin jika ia kenal dengan Richard sebelum ini.
"Nat," tanya Richard.
"Nat.. Nat.." Vivy berusaha untuk mengingat nya.
"Sudah jangan kamu ingat," ucap Richard sambil memeluk Vivy.
"Orang mana," tanya Richard.
"Kamu orang yang sejak kecil membully ku. Kamu orang itu sayang." Vivy langsung mengingat semuanya.
"Nath…"
"Yah…. Begitu lah.." Richard menggaruk kepala nya.
"Ha?? Bagaimana bisa aku menikah dengan seseorang yang sudah membully ku setiap waktu.." Vivy sangat terkejut sambil melepaskan pelukan Richard.
"Sayang itu masa lalu."
__ADS_1
"Ya memang masa lalu, tapi sangat menyakitkan untuk ku." Vivy mulai terbawa emosi.
Baru satu hari mereka menikah keduanya sudah mulai bertengkar dengan cukup hebat, Vivy benar benar tidak terima dengan kebohongan Richard selama ini. Ia merasa seharusnya Richard memberitahu nya sejak mereka mulai serius dengan hubungan ini. Tidak seperti sekarang ia membuat semuanya terasa menyakitkan
Beruntung Richard sabar menghadapi sang istri, dengan segala kemampuan nya Richard berhasil memenangkan Vivy dan meminta Vivy untuk berbicara baik baik. Mereka berdua berbaring di atas tempat tidur sambil berpelukan, ya walaupun Vivy masih terlihat kesal pada Richard.
"Itu masa lalu sayang. Sudah jangan kamu permasalahkan," ucap Richard.
"Karena kejadian itu kita pindah sekolah, kamu tetap di kota aku pindah beda kota. Mamah ku percaya jika aku masih menggunakan nama itu aku akan tetap nakal, jadi mamah mengganti nama ku menjadi Richard dan memasukan ku ke sekolah khusus untuk mendidik perilaku ku. Dan sekarang begini lah aku, aku bukan Nath lagi aku Richard dengan sikap yang baru."
Vivy membuang nafasnya dengan kasar, walaupun ia marah tetap ia tidak menyesal menikah dengan Richard. Walaupun apa yang Richard lakukan sangat nakal untuk nya Vivy dapat mengerti karena itu kenakalan anak kecil. Lagi pula ia sudah membalas dendam nya pada Richard menggunakan pisau buah yang ia bawa dari rumah. Memang masa lalu nya cukup mengkhawatirkan, jika sampai orang orang tau ini bisa menjadi skandal untuknya.
"Lalu kamu tau aku saat kita bertemu," tanya Vivy.
"Saat pertama kali kamu muncul di televisi aku sudah tau kamu. Aku mengikuti perkembangan karir kamu, aku berbohong jika aku tau kamu karena teman ku. Aku tau kamu karena aku mengikuti karir mu, aku selalu menonton film yang kamu keluarkan," jawab Richard.
"Jadi kamu ngefans pada ku secara diam diam."
"Tidak sayang, aku hanya merasa bersalah pada kamu. Aku ingin mendukung kamu dalam karir kamu yang sekarang, cara aku mendukung mu ya dengan seperti itu. Sudah itu masalalu kita, sekarang kita sudah menikah dan saling mencintai. Rahasia ku yang sebenarnya tidak ingin aku bongkar sudah kamu ketahui, sekarang tidak ada rahasia lagi diantara kita berdua," ucap Richard.
"Hmmm ya sudah lah. Aku memaafkan kamu, memang semuanya hanya masa lalu. Tidak ada lagi yang harus di permasalahkan."
"Nah begitu dong sayang, aku tidak ingin memberitahu kamu karena aku takut kamu marah, seperti sekarang ini. Tetapi sekarang aku malah tenang kamu sudah tau semuanya, sudah tidak ada lagi rahasia diantara kita dari sisi ku. Aku tidak tau dari sisi kamu bagaimana," ucap Richard.
"Apa yang kamu tau aku itu lah aku. Aku tidak pernah menyimpan rahasia diantara kita."
"Syukurlah." Richard memeluk Vivy dengan begitu erat.
"Sayang mandi yuk," ucap Richard.
"Gendong aku."
__ADS_1
Segera Richard menggendong istri nya dan langsung membawa nya masuk ke dalam kamar mandi, ini pertama kalinya mereka berdua akan mandi bersama.
Di dalam kamar mandi Richard mengisi bathub dengan air dingin, ia ingin mengajak sang istri untuk berendam bersama. Memang paling enak berendam dengan seseorang yang amat di cintai, apalagi sekarang mereka sudah sah yang membuat mereka bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan.