
Tak lama terbang mereka sampai di pangkalan militer tempat identifikasi identitas Richard akan dilaksanakan. Walaupun sudah yakin jika pria ini suaminya, Vivy tetap deg-degan yang selalu berharap apa yang ia kini sekarang memang benar, begitu juga dengan Ken ia yakin dirinya Richard pria yang telah dianggap tidak ada oleh keluarganya.
"Kamu tunggu di sini, Richard dengan anaknya akan masuk ke dalam, mereka berdua yang akan diperiksa."
Vivy menganggukan kepalanya, walaupun ia istri Richard tetap saja dirinya tidak ada hubungan apapun dengan Richard, berbeda dengan Chris anak kandung Richard, sudah pasti mereka berdua memiliki DNA yang sama.
"Ayah aku ikut," tanya Chris.
"Kamu akan ikut Ayah kemanapun Ayah pergi." Richard mengusap wajah Chris, anak ini tidak pernah turun dari gendongannya.
Richard dan Chris dibawa masuk ke dalam sebuah ruangan khusus, entah apa yang dilakukan di dalam Vivy tidak tahu, ia hanya bisa menunggu anak dan suaminya di depan ruangan itu.
Setelah kurang lebih 50 menit menunggu akhirnya Richard dengan anaknya berjalan keluar dari dalam ruangan itu, Richard nampak mengobrol dengan salah satu orang yang terbilang sangat segani di tempat ini. Mereka berdua terlihat akrab walaupun Richard masih belum bisa mengingat semuanya.
"Mamah.." Chris langsung berlari mendekati mamanya.
"Bagaimana sayang semuanya sudah selesai," tanya Vivy.
"Sudah sayang semuanya sudah selesai kok," ujar Richard.
"Lalu bagaimana hasilnya kenapa tidak kamu bawa," tanya Vivy.
"Hasilnya masih ada di pihak militer, mereka akan membawa bukti itu ke keluargaku yang sekarang untuk bertanya mengapa mereka tidak mengembalikan ku atau berusaha untuk mencari keluarga ku," jawab Richard.
"Berarti benar kan kamu suamiku," tanya Vivy.
"Kamu masih meragukan aku, sudah jelas aku suami kamu. Aku Richard suami kamu, Maafkan aku telah membuat kamu khawatir selama." Richard menarik istrinya dan memeluknya dengan erat.
__ADS_1
Vivy kembali menangis di dalam pelukan itu, orang yang sudah dianggap sudah tidak ada ternyata masih hidup dan dapat berkumpul kembali dengan keluarganya. Bisa dikatakan ini salah satu keajaiban terbesar yang terjadi dalam hidup mereka berdua.
"Keluarga kamu di rumah pasti sangat senang saat tawa anak mereka masih hidup," ucap Vivy.
"Jangan beritahu mereka dulu sayang, nanti kita akan mengunjungi mereka langsung sambil membawa bukti agar mereka percaya, wajahku sudah banyak berubah sulit untuk mereka mempercayaiku," kata Richard.
"Kamu sudah melihat wajah kamu yang dulu?"
"Sudah aku sudah melihatnya, tapi menurutku tampanan yang sekarang," ucap Richard.
"Maaf mengganggu kalian berdua, lebih baik kalian masuk kembali saja ke tempat kalian berasal, hari ini rombongan yang kemarin akan kembali, Richard akan sulit keluar dari tempat ini kalau tidak melalui rombongan itu."
"Bagaimana sayang kamu harus kembali atau tidak," tanya Vivy.
"Tapi aku masih minta teman dengan keluargaku yang di sini, aku harus mengucapkan terima kasih pada mereka karena telah merawatku dengan baik," jawab Richard.
"Ya sudah aku berterima kasih menonton video call saja, kami akan langsung kembali bersama dengan rombongan," ucap Richard.
Karena rombongan akan kembali nanti sore mereka berdua memutuskan untuk menyewa kamar dan bisa menunggu sambil beristirahat. Saat sedang duduk berdua dengan suaminya Vivi baru ingat jika barang-barangnya masih berada di dalam kamar hotel, di sana juga banyak barang penting tidak mungkin ditinggalkan.
"Sayang sepertinya kita tidak bisa kau kembali deh, kita harus kembali ke sana untuk mengambil barang-barang yang masih tertinggal," ucap Vivy.
"Oh iya aku lupa memberitahu kamu, semua itu sudah diurus kok nanti sore bareng-bareng kamu akan diantar ke sini, kamu tenang saja deh semuanya aman karena aku suami kamu ini kan bukan orang sembarangan," kata Richard.
Vivy bernafas dengan lega mendengar apa yang Richard katakan, ia kembali memeluk suaminya dengan erat, rasanya Vivy tidak ada puasnya memeluk tubuh sang suami.
Richard menaikkan wajah Vivy, selagi anaknya sedang tidur mereka berdua bisa melakukan beberapa hal yang biasanya suami istri lakukan.
__ADS_1
Perlahan Richard mendekati bibir istri nya, wajah Richard yang berubah membuat Vivy seperti berciuman dengan pria lain, ia sempat menghindar saat bibir Richard hampir mengenai bibir nya.
"Kenapa kamu menghindar, kamu malu ya?" Richard menaikkan satu alisnya.
"Aku bukannya malu sayang, Jujur wajah kamu sudah sangat berubah dari sebelumnya. Ketika kamu mendekatiku aku seperti ingin berciuman dengan pria lain, aku saja tidak pernah dekat dengan pria lain rasanya sangat aneh," ucap Vivy.
"Hahaha begitu, kamu harus terbiasa sayang. Ini baru ciuman biasa kalau kita mau membuat adik untuk Chris bagaimana? Kamu pasti akan jauh lebih tidak terbiasa lagi kan."
"Hahaha iya sih, tapi memangnya kamu mau langsung," tanya Vivy.
"Aku juga tidak tahu, Jujur saja setelah aku tahu kamu istriku otakku langsung ke sana sayang, walaupun aku lupa ingatan aku tidak lupa bagaimana cara membuat anak, aku juga banyak belajar hal baru di sini," jawab Richard.
"Ternyata kamu sama saja, otak kamu masih sangat mesum sekali, apakah kamu akan kehilangan kemampuan kamu, dulu kalau kamu main sekali main bisa sampai sejam lebih, tidak tahu sekarang bagaimana ya. Aku juga sudah sangat lama tidak kamu sentuh, hmmm semenjak aku melahirkan sampai sekarang, hampir 3 tahun," ucap Vivy.
"Wah aku seperti mendapatkan gadis perawan, sekarang saja ya sayang kita masih mempunyai banyak waktu dan lama kita sedang istirahat," kata Richard sambil mengedipkan mata nya.
"Jangan sekarang, nanti saja ketika kita sudah di rumah. Di sini sangat tidak nyaman yang aku belum terbiasa dengan kamu, kamu sabar sedikit dong jangan terburu-buru," ucap Vivy.
"Aduh mempunyai istri yang suka menunda-nunda memang cukup menyebalkan, padahal suaminya sudah sangat ingin, ya sudah kalau itu mau kamu aku tidak memaksa ya," kata Richard.
"Oh ya sayang kamu tidak ingat dengan Reni? Reni salah satu orang yang dekat dengan kita," ucap Vivy.
"Kamu dan anak kita saja aku tidak ingat bagaimana aku bisa ingat dengan orang lain, coba saja kamu hubungi dia aku ingin melihat wajahnya."
"Hahaha iya juga sih, kalau kamu malah lebih mengingat Reni daripada aku dan Chris kamu patut curigai, bisa jadi kamu malah selingkuh dengan Reni," ucap Vivy.
"Jangan berkata yang aneh-aneh, coba Mana orangnya aku ingin melihatnya. Dia seperti apa sih, wanita atau pria cantik atau tidak aku tidak tahu," kata Richard.
__ADS_1