Artis Dan Tentara

Artis Dan Tentara
Vlog


__ADS_3

Bukan hanya itu Vivy juga membeli sebuah iPad mahal yang membuat Richard semakin menggelengkan kepala nya. Mau melarang uang yang di pakai Vivy hasil kerja keras Vivy sendiri.


"Sayang," ucap Richard.


"Iya kamu kok pucat sayang," tanya Vivy


"Hahaha kamu mengeluarkan uang terlalu banyak malam ini, 49 juta dalam satu jam," jawan Richard.


"Aku perlu sayang, kamera untuk merekam dan iPad untuk mengedit video," ucap Vivy.


"Iya sayang.. Suka suka kamu sayang," kata Richard.


Setelah mendapatkan barang yang Vivy mau mereka berdua melanjutkan perjalanan ke sebuah tempat yang terbilang cukup bagus, sesekali mereka berdua memilih menghabiskan waktu berdua di tempat seperti ini.


"Sayang kamu bekerja seperti biasanya kan Sabtu Minggu libur," ucap Vivy.


"Iya lah, tidak mungkin aku weekend bekerja, aku juga ingin kualititem dengan kamu," kata Richard.


"Tempat seperti membuat ku ingat syuting di beberapa lokasi," ucap Vivy.


"Kamu juga akan syuting kan, vlog juga salah satu jenis syuting. Satu pertanyaan ku, kamu mau membuat konten seperti apa," tanya Richard.

__ADS_1


"Sejujurnya aku belum tau sayang," jawab Vivy


"Lah kamu bagaimana sayang."


"Hahaha aku sudah ada beberapa konten impian, aku ingin membuat drama ringan dan kamu masuk ke dalam nya, aku juga ingin membuat konten masak dengan kamu. Satu lagi aku ingin membuat konten vlog sehari hari," ucap Vivy.


"Kenapa harus melibatkan aku sayang. Aku tidak perlu masuk ya," ucap Richard.


"Kamu harus masuk sayang, aku tidak mau tau." Vivy memberikan tatapan tajam pada Richard.


"Oke aku mau masuk. Tetapi kamu harus memberikan ku bagian," kata Richard


"Hahaha siap, doakan saja sayang semoga sukses," ucap Vivy sambil memeluk Richard dengan erat.


"Capek juga ya. Kamu kapan beli mobil," tanya Vivy.


"Aku sudah mengatakan nya pada orang kantor, katanya Minggu depan mobil yang aku inginkan datang," jawab Richard


"Jadi selama satu Minggu kamu jalan kaki keluar setelah itu baik angkutan umum," tanya Vivy.


Richard menganggukkan kepala nya, ia jadi tidak tega dengan Richard yang sangat sibuk sekali. Bukan hanya bekerja di luar, Richard juga harus bekerja di rumah nya. Ia tidak terlalu banyak kontribusi di rumah tangga mereka berdua, sebagai istri yang baik seharusnya ia membantu Richard agar tidak begitu kelelahan.

__ADS_1


"Kamu mau mandi lagi atau langsung tidur," tanya Richard.


"Aku mau langsung tidur, Kalau kamu mau mandi ya sudah mandi dulu, ketika kamu banyak bulunya akan baik kalau tidak dicuci," jawab Vivy.


Richard menarik tangan Vivy dan meletakan wajah Vivy ke ketiak nya. Ketiaknya tidak bau seperti yang Vivy katakan.


"Tidak bau kan," tanya Richard.


"Sangat wangi sayang, wangi maskulin aku sangat suka dengan wangi seperti itu," jawab Vivy.


"Aku juga mau tidur." Richard menarik Vivy ke atas tempat tidur.


"Sayang aku mau mencoba kamera dulu ah."


"Jangan sayang. Kamu tidak takut ada yang muncul di kamera. Jangan macam macam kamu kalau malam begini," kata Richard.


"Ih kamu mah, sudah hidup berdua malah kamu takuti seperti ini," ucap Vivy.


"Aku ingin tanya, selama hidup dengan kamu bagaimana perasaan kamu," tanya Richard.


"Aku sangat bahagia hidup dengan kamu. Aku begitu bahagia bisa melewati masa masa masa sulit dengan kamu," jawab Vivy.

__ADS_1


"Aku juga sangat bahagia bisa hidup dengan kamu. Walaupun cukup banyak masalah yang kita lewati itu membuat ku semakin kuat," kata Richard sambil mencium wajah Vivy.


__ADS_2