
Pagi harinya, pagi ini Richard diminta Vivy untuk mengurus anak mereka berdua, Vivy ada pekerjaan mendadak yang membuatnya harus segera bersiap siap. Richard sendiri tidak tahu pekerjaan Vivy bagaimana, ia hanya mengikuti apa yang Vivy katakan. Lah pula bermain dengan anaknya bukan hal yang sulit.
"Ayah sudah makan," tanya Chris.
"Kenapa pertanyaan mu random sekali, kau begitu perhatian pada ayah mu.. Ayah sudah makan sayang, bagaimana dengan kamu, kamu tadi sudah makan kan," tanya balik Richard.
Chris menggelengkan kepala nya, itu artinya anak itu belum makan.
"Loh kenapa kamu belum makan, jadi kamu bertanya seperti itu karena kamu lapar. Biasanya kamu makan apa? Ayah buatkan makanan yang enak untuk," ucap Richard.
"Mamah suka membuat bubur," kata Chris.
__ADS_1
"Oke kita buat bubur, sekarang ayo kita ke dapur." Richard sangat senang dengan perkembangan anak ini yang begitu cepat, di usianya sekarang Chris sudah bisa mengekspresikan apa yang dia inginkan, dan juga berbicara yang sudah sangat lancar, ya walaupun terkadang masih ada beberapa kalimat yang tidak benar.
"Sayang kamu buatkan bubur untuk anak kita, aku lupa mengatakannya padamu tadi." Vivy berjalan keluar dari dalam kamar mandi.
"Ini aku baru ingin membuatkannya, kamu mau pergi sekarang? Memangnya kamu mau bekerja di mana?"
"Iya sayang aku mau pergi sekarang, aku ada promosi film di stasiun televisi, mendadak sekali padahal hari ini seharusnya hari liburku. Kalian berdua bisa melihat ku di saluran 6," ucap Vivy.
"Sayang Mama pergi dulu, kamu dengan ayah kamu ya. Jangan nakal dan ikuti ayah katakan." Vivy memberikan beberapa kecupan manis pada anaknya.
"Kamu tenang saja aku akan menjaganya kok, kamu hati-hati di jalan." Richard memberikan beberapa kecupan manis di wajah istrinya.
__ADS_1
Vivy pun berjalan meninggalkan mereka berdua, sedangkan Richard membawa anaknya ke dapur. Mereka akan main di dapur sama ia membuat bubur enak untuk mereka berdua.
Richard berpikir jika ia harus segera mempunyai pekerjaan baru, ia seorang suami dan seharusnya yang memberikan nafkah keluarga ini. Sekarang semuanya sangat terbalik, Vivy yang bekerja sedangkan ia menunggu di rumah, Richard tidak mau hal ini telah terjadi.
"Bagaimana dengan suami kamu," tanya Reni yang datang menjemput Vivy.
"Tidak papa kok, hanya saja dia sedikit bingung kenapa aku bekerja secara mendadak. Sekarang dia sedang membuat bubur untuk anaknya, aku ingin mereka berdua bisa semakin dekat dan menghabiskan banyak waktu bersama, mereka berdua terlalu lama berpisah," jawab Vivy.
"Sudah di goyang dong oh ini." Reni mengedipkan satu matanya, ia mencoba menggoda Vivy yang terlihat bahagia.
"Ya begitulah tidak mungkin dong sudah dua setengah tahun tidak diberikan jatah, walaupun wajahnya berubah yang lainnya tetap sama kok tidak ada yang berubah. Dari tenaga, stamina sampai Richard junior tidak berubah."
__ADS_1
"Kalau begitu mana mungkin satu kali cukup, pasti minta nambah," ucap Reni.
"Hahaha ya sudah pastilah, tapi dia yang mintanya bukan aku. Sebelum itu dia juga membuat kamu biar aku Mie sangat enak sekali, hal itu membuatku semakin bersemangat," kata Reni.