Ayah Untuk Tara

Ayah Untuk Tara
10. Tania baper


__ADS_3

"Lo sebenarnya dukung gue ma siapa sih Ra?" tanya Tania saat pertanyaan Nara beralih pada cowok di kelasnya.


"Siapa aja yang penting Lo suka "


"Kalau gue lebih milih cowok di kelas gue, Lo enggak marah kan?"


"Heii.... Lo kira gue temen apaan? ada-ada aja Lo..." Innara menggeleng kan kepala atas pertanyaan Tania yang enggak jelas. "pilihan ada di tangan lo, jadi enggak perlu Lo takut gue marah Tan." jelas Innara.


"Eh Lo nginep sini kan Tan?" tanya Innara saat melihat jam dinding menunjukan pukul sepuluh malam.


" Kenapa?"


"Tuh dah jam sepuluh, lagian besok Lo enggak ada kelas kan?"


"Enggak sih, tapi gue pengen ke perpustakaan." jawab Tania .


"Ya udah bareng aja, besok gue mau ke perpus juga, karena gue tadi enggak ikut jam-nya dosen killer, jadi gue dapet tugas seabrek." Nara menjelaskan penderitaan nya.


"Waahh..baik banget dosen Lo Ra." dari raut wajah Tania tidak jelas itu memuji atau mengejek.


"Lo seneng gue menderita? temen macam apa Lo." keluh Innara.


"Ssttttt.!! jangan berisik!!" tiba-tiba suara Angga menghentikan obrolan Tania dan Innara, Sambil menunjuk ke arah Tara yang sudah terlelap di pangkuan Angga.


"Bawa kedalam ga..." pinta Nara, Angga mengangguk dan bangkit membawa Tara ke kamarnya pelan-pelan.


"Pinter banget Angga jaga anak kecil." puji Tania pada Angga.


"Udah biasa dia, sejak Tara lahir selain Bu Rini dan mbak Tania Angga lah yang jadi idola Tara." jawab Nara " Nah kalo Lo mau punya suami yang baik, Lo pilih aja Angga pasti Lo enggak bakalan nyesel." jelas Nara, dan Tania mengangguk.


"Kenapa enggak Lo aja."


"Tania...kan udah gue jelasin gimana hubungan gue ma Angga." kesal Nara. "Ah elo Tan, tidur yuk...ngantuk gue" Ajak Nara pada Tania untuk masuk ke kamarnya. hal itu berbarengan dengan Angga keluar dari kamar Tara.


"Mau kemana kalian?" tanya Angga


"Tidur ga, mau kemana lagi, Nara dah ngantuk tuh?" jawab Tania sedangkan Nara mengangguk.


"Elo enggak tidur ma Tara ?" - Innara


"Iya nanti, masak iya gue sendirian." - Angga


"Terus Lo mau ngapain?" - Tania


"Ya ngobrol kek." - Angga


"Alah, elo.... penting banget mau di obrolin?"- Tania


"Ya enggak sih " - Angga


"Gila Lo." - Innara.


"Ayo lah Ra ..." Angga menghampiri Nara, melingkarkan lengannya pada dada Innara dan menariknya di tepi kolam.


"Lo gila ga, malem-malem ngajak ngobrol disini, masuk angin gue?"


"Biasanya juga gitu, dan biasanya juga berenang malem-malem." balas Angga yang enggak mau kalah, karena saat Nara kesal atau banyak masalah dia sering berenang tanpa melihat waktu.


"Ini malem dingin Angga, tadi siang kan hujan, Lo lupa..."


"Terus Lo ketemu cowok nyebelin itu berkali-kali." Ledek Angga soal kejadian tadi siang saat dia mau kerumah sakit.


"Lo tu ya, bisa aja bikin kesel orang ."


"Dah duduk sini," Angga mendudukkan Nara." Tania kemana Lo, ayo buruan sini." teriak Angga yang tidak mendapati Tania di belakangnya.


"Gue kayak obat nyamuk tau kalo ngeliat kalian mesra-mesraan kek gitu," ujar Tania yang baper dengan kedekatan Nara dan Angga.


" Duh ni cewek, Lo kenal kita sejak kapan sih?" gerutu Angga sambil membuka toples yang biasa di siapkan oleh Bu Rini.

__ADS_1


"Kalo orang lain yang liat, dikira kalian pacaran beneran tau."


"Dih ogah gue punya pacar kek Nara." seru Angga Dangan gaya bencis nya.


"Duh gaya Lo ga, kalo Nara enggak ada aja Lo udah kayak kucing kehilangan induknya." sindir Tania yang notabene sering cemburu dengan kedekatan Innara dan Angga.


"Apaan sih kalian berdua.." Nara mulai malas mendengar ocehan enggak penting Angga dan Tania.


"Eh By the way, Lo tadi ketemu cowok nyebelin dimana, terus ngapain?" Tanya Tania yang penasaran.


"Kayaknya dia dari kampus kita deh, naik motor putih enggak tau motor apa. teruuusss....." Innara menceritakan kejadian tadi siang saat ketemu Bara dan di rumah sakit juga. "Dan nyebelinya lagi, kang ojol ngatain gue pacar dia..." Nara cemberut "Sebelkan."


"Sebel apa seneng." goda Angga.


"Angga jangan mulai deh " Nara melirik Angga dengan tidak suka.


"Iya, iya...jangan sampai benci jadi cinta."


"Apaan sih Lo, kayak judul Novel menye-menye."


"Emang Lo suka baca novel?"


"Kagak..."


"Kok tau ada novel menye-menye?"


"Biasanya kan gitu.." kayak cerita yang lagi di tulis ini.. menye-menye... hehehehe.


"Sok tau Lo, kalo enggak baca gimana bisa tau?"


"Yah sering tu di fesbuk lewat iklan novel online."


"Lo baca?"


"Sekilas?"


"Lo download?"


"Itu noveltoon Ra namanya, Gratis kan?"


"Iya tau, biasanya novel online itu berbayar kok itu APK keren banget, enggak pake bayar,"


"Ketagihan kan Lo?"


"Iya sih..." jawab Nara sambil nyengir." eh Ga, Lo juga baca noveltoon?"


"Iya, kenapa emang?"


"Elo Tan?" bukan menjawab pertanyaan Angga kini dia malah tanya Tania.


"Emmm." jawab Tania singkat sambil fokus melihat ponselnya.


"Lo ngapain?"


"Baca?"


"Chat?"


"Noveltoon Nara...gimana sih." jelas Tania agak kesal karena diganggu Nara. "eh ada nih, yang baru ipar maut, yang di kontrak sama produser TV..." Tania semangat memperlihatkan sampul yang ada di Novel online .


"Iya emang ipar itu maut, makanya gue sampai disini sama lo pada." jawab Nara sambil melihat langit-langit yang berbintang. Seperti biasa dalam keadaan begini Angga selalu menjadi tempat paling pas untuk bersandar. Nara meletakan kepalanya di bahu Angga sedangkan Angga memeluk pinggang nara. dari samping. "dan sampai sekarang enggak ada yang nyari gue,"


"Ada gue sama Tania Ra, ada juga Tara penyemangat Lo, dan ada Bu Rini yang jagain Lo."


"Karena Tara gue bisa bertahan sampai sekarang."


"Sorry Ra, bukan maksud gue.." ucap Tania merasa bersalah.


"Gue enggak papa Tan, biasa kalo menyangkut ipar gue mesti baper." jawab Nara." Karena ipar gue yang bikin gue jadi kek gini."

__ADS_1


"Udah jangan baper-baper, mau gue nyanyiin lagu enggak?" Angga mencoba mencair kan suasana.


"Boleh.., lagi apa?" - Tania.


Bang Jali Bang Jali goyangnya bikin hepi


bikin lu ketagihan


semua jadi goyang


Bang Jali Bang Jali goyangnya bikin hepi


bikin lu ketagihan


semua jadi riang


buat Bang Jali yang punya pohon duit


di tunggu sawerannya Bang


tobat


tarik Bang Jali


daripada nggak olahraga


badan jadi sakit sendiri


goyang mandi tiga kali sehari


penyakit pasti langsung pergi


"Wkwkwk Gila ya Lo Ga, masih waras kan Lo?" gelak tawa di tengah malam itulah yang terjadi saat ini, Angga, Tania dan Innara dengan beberapa gorengan juga teh dan kopi yang di buat oleh bu Rini membuat mereka begadang tak tau waktu.


"Iya masih, gue masih sehat wal'afiat." dengan memukul lengan kanan dan kirinya.


"Apaan si Lo, Norak." ketus Nara.


"Eh BTW Ra Dari cerita Lo sih kayaknya si Bara, anak baru di kelas gue." Tania ingat cerita Nara sebelum dia baper sama iparnya.


"Serius Lo?"


"Besok deh kita liat, Lo ikut ke fakultas gue." ajak Tania.


"Elo kan enggak ada kelas, gimana sih?" Angga mengingat kan Tania .


"Oh iya bener, ya udah kapan-kapan aja, kita besok ke perpustakaan aja." ucap Tania sambil meringis.


mereka asik mengobrol, dari mana kemana dan sampai mana, tidak jelas apa yang mereka bahas, tapi mereka happy, cekikikan kayak mbak Kunti dan mas gendoruwo lagi ghibah.


"Hoaaamm...ngantuk gue." ujar Tania sambil meregangkan tubuhnya. "Lah ni bocah dah tidur aja." ujarnya saat melihat Innara sudah tidur dengan paha Angga menjadi bantalan nya. "Ra bangun, tidur kamar .." Tania mengguncang tubuh Nara pelan.


"Biar gue angkat aja Tan, kasian kalau di bangunin." Angga meletakan kepala Tania pelan ke lantai dan berdiri hendak mengangkat Innara."


"Lo kuat?"


"Sip..." Sebenarnya Tania tau bagaimana Angga bisa mengangkat Tania, karena hal itu sering dia saksikan, tapi kali ini hanya memastikan saja.


"Ya udah Lo masuk dulu Tan, bukain pintu." titah Angga.


"Oke." lalu Tania berjalan mendahului Angga dan membuka pintu.


"Dah lo tidur bareng Nara aja, gue tidur Sama Tara." Angga pun pergi meninggalkan Tania. setelah Angga keluar dan menutup pintu Tania ganti baju yang biasa dia gunakan saat menginap di rumah Innara.


"Ahh...enaknya.." Tania merebahkan tubuhnya dan perlahan pun ikut terlelap.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰


__ADS_2