
"Tan Lo setelah kuliah ini mau kemana?" tanya Bara penuh semangat.
"Kenapa sih Lo akhir-akhir ini sering ngikutin gue Mulu, Lo suka ma gue ya?" Tania curiga dengan sikap Bara.
"Ya dari pada gue jalan ma Raffi terus bosen."
"Temen Lo kan banyak."
"Ayo lah Tan, jawab pertanyaan gue aja Napa." Tania menarik napas berat.
"Gue janjian sama Nara juga Angga." akhirnya ada juga jawaban dari Tania.
"Mau kemana? gue ikut ya?"
"Lo kenapa sih Bar?"
"Gue juga ikut." kini Raffi juga ikutan nimbrung.
"Gue juga." lanjut Fia.
"Ya Tuhan kalian ini kenapa ya?"Tanya Tania heran." Kalian bikin acara sendiri aja, kan pas tu bertiga." ucapnya lalu berdiri." Ada-ada aja." bukannya berhenti mereka malah mengikuti langkah Tania pergi.
.
.
"Hai Ra, hai Ga" Tania menyapa Innara dan Angga yang sedang asik makan batagor ditemani es teh manis. Mereka memandang Tania dengan heran.
"Rombongan apa nih?" ucap Angga dengan menatap satu persatu personil di belakang Tania. bukannya menjawab Tania cuma mengangkat bahunya lalu duduk disebelah Innara, tapi belum saja Tania mendarat kan bokong nya di kursi tiba-tiba saja Bara menyela.
"Tan pesenin gue es teh manis juga ya!"Ucap Bara dengan tersenyum lalu duduk di dekat Innara di ikuti Raffi duduk disampingnya.
"Gue juga." Raffi ikut-ikutan juga. Tania hanya menghembuskan nafas kasar dan berjalan untuk memesan dan di ikuti oleh Fia. Angga bertanya dengan kode mata, "dia kenapa?" Innara cuma menggeleng.
"Kalian emang mau kemana?" tanya Raffi memecah keheningan.
"Ini Nara mau survey tempat untk buka kafe baru di pinggiran kota."
"Dekat laut dong." -Raffi
"Katrok Lo." -Bara
"Kita boleh ikut ya Ra?" Tiba-tiba Fia menyela pembicaraan Raffi dan Angga.
"Terserah Innara aja, gue cuma supirnya."
"Gimana Ra?" Fia memelas .
"Serah Kalian deh." ucapnya lalu berdiri.
"Kemana Lo?"
"Ya berangkat."
"Es teh kita baru datang ini." keluh Fia dengan menunjuk gelasnya, Nara menghela napas panjang lalu duduk kembali.
"Innara itu kerja Fi, kalo Lo lemot gitu menghambat kerjaan tau." celetuk Tania.
"iya..." Fia menunduk lesu lalu menghabiskan minuman nya dalam sekejap. "Udah habis." Semua melongo melihat Fia Dengan cepatnya menghabiskan minuman nya. lalu Nara berdiri di ikuti Tania Angga dan Fia, melihat semua sudah mulai berjalan menjauh Raffi dan Tania segera menghabiskan minuman nya dan mengejar mereka.
"Langsung atau gimana nih?" tanya Tania.
"Ambil Tara dulu Tan." jawab Angga.
"Siapa Tara?" tanya Raffi
"Kepo Lo." ujar Bara, yang lain hanya memandang Bara aneh, tidak biasanya dia sibuk dengan urusan orang.
"Gue ambil motor dulu ya, Lo ikut gue Raf," Bara menarik jaket Raffi.
"Motor gue gimana?" giliran Fia yang bingung.
"Ya udah sama gue aja, entar motor Lo di simpan di rumah Nara." jelas Tania.
"Oke."
"Lo Ra, parkir di mana."
__ADS_1
"Biasa Angga."
"Kedokteran lagi?"
"hemmm."
"Gak kapok-kapok nya ya Lo di timpukin Nara." ujar Tania heran.
"Tau ni orang, gue tunggu di masjid ya Ga."
"Oke."
"Jangan lama-lama."
"Iya sayang..." Angga mengacak pucuk kepala Innara.
"Angga, resek banget sih, sana pergi Lo." usir Nara sambil cemberut. bukannya takut Angga malah terkekeh.
"Ya udah tungguin gue." Nara mengangguk.
.
.
"Ayaaaahh." Tara gembira sekali melihat kehadiran Bara karena sudah beberapa Minggu Bara tidak berani memperlihatkan diri di hadapan Nara.
"Anak Lo Bar?" ucap Raffi dan Fia barengan.
"Iya..."
"Jadi Lo sama Nara....??" Pertanyaan yang menggantung, bingung dengan posisi Bara dan Nara saat ini..
"Apaan sih Lo." tepok Tania pada kedua temannya itu.
"Bunda, tumben sama ayah pulangnya " Tara berganti menghampiri Nara.
"Iya kebetulan om Bara hari ini mau ikut bunda."
"Hore jadi rame..." Tara melonjak gembira."Om Angga." kini ganti memeluk Angga dan minta gendong.
"Diem Lo." Bara kesal mendengar itu.
"Tara sudah siap sayang?" pertanyaan Nara di jawab anggukan oleh Tara. "Kita berangkat..."Sambung Nara.
.
.
"Bunda.."
"Iya sayang "
"Tara mau sama ayah..." Nara melihat Angga dan juga Bara bergantian. Angga hanya mengangguk, entah kenapa banyak keputusan yang Nara ambil selalu menginginkan persetujuan dari Angga .
"Bar Lo enggak papa sama Tara?" tanya Innara ragu.
"Oke, fine..." jawab Bara santai.
"Sama bunda juga.." rengek Tara, tidak biasanya Tara rewel seperti ini. Lagi-lagi Nara melihat Angga.
"Ga gue di belakang ya, biar Lo sama Tania." Angga hanya mengangguk. "Tan Lo di depan." sambung Nara.
"Emm, gue udah denger kalo Ra." Tania pun keluar dari mobil dan pindah ke depan Nara pun demikian dia pindah ke belakang.
"Waaaaahhh... ayah bunda." Tara memeluk tangan Nara dan Bara. Angga tersenyum kecut, sedangkan Tania yang memperhatikan Angga ikut sedih.
"Ya udah, kita jalan ya..."Ucap Angga pada Tara.
"Siap om Angga, let's go..." Tara semangat sekali.
"Bunda ayo nyanyi.."
"Tara mau nyanyi apa?"
"Ayah deh ayah yang nyanyi, Tara belum pernah dengar Tara nyanyi." Tara merajuk pada Bara. Bara menatap Innara bingung.
"Tara mau nyanyi apa?" tanya Bara .
__ADS_1
"Terserah ayah deh."
"Bintang kecil."
"Dih ayah kuno."
"Haaaaa?" Bara terkejut dengan penuturan Tara. sedangkan yang lain tergelak.
"Bapak kuno Lo, yang update dong." Goda Raffi.
"Om Angga ayo nyanyi..." kini giliran merengek pada Angga.
"Om putarin lagu ya, terus kita nyanyi bareng."
"Oke, om Angga emng paling the best." pujinya pada Angga." Ayah payah." sambungnya lagi.
"Payah Lo Bar." ledek Raffi lagi.
"Diem lu." kesal Bara karena tidak mendapatkan pujian dari Tara.
"Ayo om!"
"Oke, mulai ya..."
Tiba-tiba aku melayang
Menembus lapisan awan
Ku hempaskan semua sedihku
Aku terbang ke atas bulan
Memeluk bintang-bintang
Bahagia rasa hatiku
"yeeeeeyyy." Tara senang sekali saat ini, sampai akhirnya dia lelah dan tertidur di pangkuan Nara.
"Ntar lagi Samapi Ra." ucap Angga.
"Em, enggak makan dulu ni Ga?"
"Nanti aja di penginapan."
"Kita nginep." ucap Raffi yang baru bangun.
"Lo denger aja sih orang ngomong." gumam Bara tapi sangat jelas di telinga Raffi.
"Lo dari tadi sensi banget sih Bar." keluh Raffi yang masih mengumpulkan nyawa nya. "Kita kan enggak bawa ganti Ra." sambung Raffi, pada Nara.
"Kan Lo yang mau ikut, bukan gue yang ngajak." jawab Nara ketus. Raffi tidak jadi mengeluh karena memang itu adalah kesalahannya, ikut pergi tanpa bertanya.
"Lo Bar?" -Raffi
"Apa?" -Bara
"Ganti?" -raffi
"Ada." -Bara
"Serius Lo?" -Raffi
"emmm." -Bara
"Dimana Lo simpan?" -Raffi
"Pasar."-Bara
"Anjir Lo." -Raffi
"Ya udah kita turun yuk, besok baru ke lokasi." ucap Nara dan membuka pintu, sebelum dia turun Angga sudah membuka pintu dan membantu Nara menggendong Tara. Saat ini Bara tidak bisa berbuat apa-apa, dia kurang peka akan hal ini.
.
BERSAMBUNG
Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰
__ADS_1