Ayah Untuk Tara

Ayah Untuk Tara
masalah yang tak ada habisnya


__ADS_3

Sudah pukul empat sore, Nara dan Angga bersiap pulang karena pemeriksaan sudah selesai, hasilnya baik semua sehingga Nara di perbolehkan pulang.


"Bukannya dokter Juan ya dok, dokter yang menangani Nara kemarin?" tanya Angga penasaran kenapa dokter hari ini berbeda.


"Dokter Juan ijin tidak masuk hari ini, jadi saya menggantikannya." jelas dokter Vina pada Angga dengan tersenyum.


"OOWW jadi begitu." ujar Angga mengangguk dan lalu dokter Vina pamit. Angga melihat kearah Nara, sedangkan Nara bersikap sesantai mungkin tapi Angga melihat ada gelagat yang aneh. "Lo enggak papa kita pulang sekarang?" tanya Angga ragu.


"Emang mau nunggu apa lagi Ga, gue kan dah baikan."


"Perlu ke dokter lain?"


"Maksud Lo?"


"Ya....may be."


"Enggak Ga, ayo ah, dah siap nih gue."tutur Nara dan berdiri membawa tas nya.


"Berat Ra, sini gue bawain." Angga mengambil alih tas itu. "Ayo." Angga menggandeng tangan Nara. Mereka pergi dari rumah sakit.


Di dalam mobil Innara asik memainkan ponselnya. "Lo kapan nih Doni kirim pesan?" Gumam Nara.


"Siapa Ra?"


"Doni."


"Mau ngapain lagi dia?"


", Enggak tau, tiba-tiba kirim pesan aja."


"Coba deh Lo buka."


"Hmmm." Nara membuka pesan dari Doni, Pesan berupa video. "Lho Ga." Nara menunjukan video itu pada Angga. "Kok bisa Doni punya video ini?" Tanya Nara.


"Mana gue tau Ra, lagian itu kan bukan gue!"


"Tapi kenapa Doni bisa punya ini video ini, apa coba hubungannya sama Lo?"


"Iya juga, kok bisa dia punya video itu?"


"Menurut Lo itu Doni bukan?"


"Mana gue tau, gue enggak pernah liat Doni enggak pake baju, emangnya elo?" jawab Nara ketus, karena memang dia jalan sama Doni selama enam bulan tidak pernah kontak fisik, jangankan ciuman, pegang tangan aja jarang banget, makanya Doni enggak batah sama Nara.


"Kok sewot gitu."


"Ya Lo bikin gue kesel aja."


"IYA, IYA maaf."


"Terus ada kelanjutannya enggak nih sama papi kasus ini?"


"Gue belum tau, kan kemarin kita di rumah sakit."


"Iya sih, sorry ya."


"Lagi-lagi Lo Ra..."


",Hehehh."


"Ya udah mau makan dulu atau langsung pulang."


"Pulang aja, Bu Rini pasti masak banyak.

__ADS_1


"Pinter Lo."


"Dari dulu."


Sesampai di rumah.....


"Bara ngapain Lo disini?" Tanya Nara panik saat melihat Tara berada di pangkuan nya, dia langsung mengambil Tara. Hal itu merupakan pemandangan yang janggal bagi semua yang ada tanpa terkecuali. "Pergi Lo." Usir Nara.


"Ra..."


"Gue bilang pergi."


"Ra, Lo baru sehat jangan emosi gitu ah."Angga mencoba mered amarah Nara. "Bar sebaiknya Lo pergi dulu." Bara setuju dengan Angga, dan dia melangkah keluar.


"Jangan pernah muncul lagi di hadapan gue." Bara menghentikan langkahnya dan menghadap Innara, dia bingung ada apa dengan Nara. Saat Bara hendak menjawab tapi di potong oleh Angga.


"Bar, sebaiknya Lo pergi oke, bisa kita bicarakan nanti."


"Apaan sih Lo Ga, enggak ada nanti, usir dia sekarang ! Dan Lo Jangan pernah datang-datang lagi, apalagi sampai ketemu sama Tara." Ucap Nara dengan suara tinggi lalu masuk kedalam dengan Mambawa serta Tara.


Entah apa yang terjadi, Sepertinya ada yang disembunyikan oleh Nara, "Apa mungkin Nara sudah tau jika bara adalah ayah Tara?" batin Angga. "Lalu di rumah sakit kemarin apa?" sambungnya ketika mengingat kamar berantakan, wajah yang sembab dan berair.


"Gue pergi Ga," Pamit Bara pada Angga.


"Gue akan bicara dulu sama Nara, semoga dia ngerti."


"Mungkin ada hal lain selain masalah gue sama dia." Bara menjawab seolah memberi clue pada Angga .


"Masalah?"


"Gue enggak tau, lebih jelas Lo tanya media aja." Lalu Bara pergi." Bu Rini saya pamit." dan Bara pun meninggalkan rumah itu. "Keterlaluan Lo kak Ju, sampai gue di usir Nara, pasti Lo ngomong yang aneh-aneh Sama dia."Bara monolog.


"Kak Ju? Maksud Lo Juan?" tiba-tiba saja Angga sudah muncul di belakang Bara.


"Ya ampun." Bara kaget setengah sadar. "Lo Ga bikin gue jantungan aja."


"Enggak ada apa-apa Ga."


"Jangan pernah ada yang Lo sembunyiin masalah jika itu masih berkaitan sama Nara."


"Apaan sih Lo?Lo.ngikutin gue."


"Kunci motor Lo bege." Angga melempar kunci itu pada Bara.


"Oh oke, thanks."


",Jawab gue?"


"Gue juga enggak tau Ga, gue juga masih nebak-nebak." Jawab Bara jujur. "Lo tau kan gue kemaren baik-baik aja sama Nara dan sekarang tiba-tiba? Bikin gue panik tau."


"Ya udah pergi Lo."


"Lo ngusir gue juga?"


"Itu kata Nara."


"Heeeh." Bara menghela napas berat. "Gue balik."


"Hmm."Setelah Bara pergi Angga menemui Nara.


"Lo kenapa sih Ra?" Angga sudah tidak tahan main kucing-kucingan sama Nara. "Jujur aja Lo sama gue, biar gue bisa bantu Lo!"


"Gue..." Nara takut juga malu pada Angga tentang hidupnya yang trouble maker.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Tapi Lo jangan marah kalau gue cerita."


"Tentang apa dulu?"


"emmm."


"Juan?" Mata Nara terbelalak mendengar nama Juan di sebut.


"Kok Lo tau?"


"Gue cuma nebak, Kenapa dokter itu?" Lalu Nara menceritakan semua yang kalimat yang pernah di ucapkan oleh Juan, tanpa mengurangi atau menambah.


"Gila tu orang, mereka keluarga toxic."Ucap Angga kesal. "Bener Lo Ra, sebaiknya Lo jauh-jauh dari mereka."


"Kok Lo tiba-tiba jadi emosi tingkat dewa si Ga?"


"Enggak tau gue, enggak bisa terima perlakuan mereka sama Lo Ra," jawab Angga. "Gila, bener-bener Gila." Angga menahan nafas sangking kesalnya. Sekarang malah gantian Nara yang berusaha meredakan emosi Angga.


"Gue tau ini gila, tapi gue enggak tau harus bagaimana Ga, Gue stres tau." Nara bersandar di bahu Angga.


"Kita liburan setelah final, Gimana?"


"Terserah Lo."


"Gue belum bisa mikir Ga, banyak banget masalah tau Enggak sih?"


"Masalah apa lagi?"


"Ya masalah video mesum Lo juga termasuk."


"Eh itu bukan gue ya, gue masih perjaka."


"Serius Lo ga?"


"Hemmm "


"Emang mau buat siapa perjaka Lo " goda Nara.


"Buat Lo lah."


"Jih najis .."


"Jangan bilang najis nanti Lo nyari."


"Dah ah, tambah enggak jelas aja."


"Ya udah gue balik dulu, Lo istirahat, besok pagi gue kesini."


"Emm, thanks ya." Angga mengecup ubun-ubun kepalanya Nara kemudian mengacak rambutnya.


"Istirahat yang banyak, jangan banyak pikiran, inget kalo ada masalah, ada gue disini siap ngebantuin Lo."


"Iya." dan Angga pergi dari rumah Nara. sedangkan kan di rumah Angga Sudah banyak tamu.


.


.


BERSAMBUNG


Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰

__ADS_1


Tamu? Siapa ya? Banyak lagi .."


Tebak hayo...tulis di komen ya🙏♉


__ADS_2