
"Pelan Ga."
"Gue bakal pelan-pelan sayang." Ucap Angga sambil mengecup kening Tania.
"Ga...."
"Sabar..."
"Gue...."
"Aaah..Sedikit lagi Ra." Angga mendesah, merasakan junior telah lolos.
"Aaaaaa." Saat Tania teriak ingatan Angga sedikit kembali, jika yang di dengar tadi adalah suara Tania, tapi dia tidak melihat kebawah karena sudah menikmati Junior nya yang sudah terasa hangat.
"Aaaaahh...." Angga mulai naik turun perlahan.
" Sakit Ga..."
"Gue pelan-pelan Ra." jawabnya dengan suara syahdu. "Aaaah....." Tania menggigit bahu Angga, dengan memejamkan mata.
"Ga...."
"Emmmm."
"Gue suka sama Lo." Bisik Tania dengan suara mendesah, Karena mulai merasakan nikmatnya bercinta.
"Gue juga Ra, gue yakin Lo juga suka sama gue." Jawab Angga. "I love you Innara Basuki." lalu Angga melum*** bibir Tania dengan rakus..
Jleb..... Bagaikan pedang naga Puspa menghujam jantung nya, sakit.l, sakit sekali rasanya, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena Angga masih dalam pengaruh alkohol, Tania mulai menitikkan air mata karena sakit yang ia rasakan sudah menjalar ke seluruh tubuhnya, "Gue Tania Ga, bukan Innara, cewek yang Lo tiduri ini Tania." Batin Tania, kini dia hanya bisa menangis dalam diam.
Mendengar ada isakan Tania Angga melepas ciumannya dan di ganti dengan kecupan di kening Tania.
"Gue keluarin Ra, tahan dikit ya!" Ucapnya saat Angga akan mencapai klimaksnya. "Aaaah....Ra," Desahannya selalu menyebut nama Innara. Sakit dan semakin sakit hati Tania, tapi mau bagaimana lagi, dia sendiri yang merelakan tanpa paksaan.
Setalah selesai bertempur Angga langsung tertidur pulas, sedangkan Tania menangis tersedu-sedu, tanpa di dengar oleh siapapun.
"Gue bego banget sih," Tania meruntuki dirinya sendiri. "Gimana kalo Innara tau?" Tania tidak memikirkan bagaimana jika istri nya tau tapi malah memikirkan Innara.
__ADS_1
Hari sudah beranjak siang, matahari menyeruak di sela-sela jendela kantor resto bebek betutu Naga Basuki.
"Duh... Kepala gue." Keluh Angga saat akan membuka mata. Dingin terasa tubuhnya, dia menarik selimut, tapi tertahan, lalu dia memicingkan matanya melihat apa yang menahan selimutnya. "Tania?" Angga terkejut dan membuka matanya lebar-lebar memastikan gadis yang disampingnya adalah Tania. Lalu dia melihat di sekitarnya, dia masih didalam kantor resto, lalu matanya beralih kelantai melihat pakaian nya berserakan juga pakaian Tania. Karena hal itu dia semakin terkejut dan melihat tubuhnya yang di dapati sudah polos. "Fu**."Umpatnya. Dia bergegas kekamar mandi dan kembali mengingat kejadian semalam... "Fu** Fu** Fu** " Angga meremas rambutnya dengan frustasi," Jadi semalam hanya khayalan gue kalo cewek itu adalah Innara?" Gumamnya lagi "Fu**" lagi-lagi Angga mengumpat. "Dan kenyataan sekarang, cewek itu adalah Tania? Mau di taruh dimana muka gue Bangs**" Angga meninju udara. Dia menggeleng-geleng mengingat kembali kejadian semalam. Dengan kesal dia mengambil handuk dan keluar dari kamar mandi, dia sudah mendapati Tania duduk dengan tertunduk menggunakan kemeja Angga yang kebesaran.
",Jadi semalam gue bercinta sama Lo?" Tanya Angga memastikan apa yang terjadi. Tania hanya mengangguk tapi masih tertunduk. "Lo enggak denger gue bicara apa?"
"Lo bilang, Lo suka sama gue."
"Fu**!! Jelas itu enggak mungkin brengs**."
"Ga.... Kita sudah melewati malam bersama, mana mungkin gue mau kalo Lo Enggak bilang suka sama gue."
"Gue pasti mabok kan semalam?" Tania tidak menjawab. "Lo apain gue Tania?"Ucap Angga dengan marah.
"Gue cuma apa yang Lo lakuin ke gue Ga,"
"Tampa menolak?"Tania Hanya diam, karena memang dia tidak berencana menolak Angga. "Dasar murahan."
"Ga ...."
"Innara enggak akan mau ngelakuin itu Tan, walau gue minta dengan sadar."
"Ya karena gue maunya Innara bukan Lo."
Plaaakkk
Tania menampar Angga karena sudah tidak tahan dengan caciannya.
"Gue suka sama Lo, dan itu nyata, Lo pun jawab sama halnya yang gue bilang, apa salah kalo gue ngerelain itu karena kita sama-sama suka?"
"Lo gila? Gue mabok Tan? Dan gue nggak pernah ngerasa gue bilang gitu ke Lo."
"Ya, yang Lo pikir cuma Innara, Innara dan Innara, apa bagusnya sih dia buat Lo? Dia juga sudah punya anak dengan bapaknya yang enggak jelas, dan lo bilang gue yang murahan?" Tumpah semua amarah Tania pagi itu pada Angga .
Grek...
Angga mencekik Tania karena telah mencemooh Innara.
__ADS_1
"Innara enggak seburuk itu, dan Lo enggak tau apa-apa jadi jangan menilai sesuka jidat Lo." lalu Angga mendorong tubuh Tania hingga jatuh ke lantai dengan berderai air mata. Dengan sekuat tenaga Tania bangkit mengambil pakaiannya dan memakainya di depan Angga tanpa memberikan diri, lalu keluar dari kantor dengan kondisi berantakan. Sedangkan Angga masih setia dengan kamar kecil itu dalam kebingungannya. "Ra...maafin gue, bukan maksud gue ngelakuin ini dengan Tania, " Gumamnya merasa bersalah pada Innara, lalu meremas rambutnya berkali-kali mengingat apa yang ia lakukan pada Tania.
"Tania, iya Tania, ya tuhan..." Lalu dia berdiri untuk memunguti pakaiannya dan segera mengejar Tania. Tidak sengaja dia menjatuhkan selimut dan melihat bercak darah di seprai putih itu. " Fu** jadi beneran semalam terjadi pertempuran disini?" ucapnya kesal . Kemudian dia bergegas turun untuk menyusul Tania Tapi sayang Tania sudah tidak ada disana. Lalu dia berlari kembali ke kantor untuk mengambil kunci mobil.
"Kenapa bos?" tanya Ferdy melihat kondisi Angga yang berantakan, tidak seperti biasanya. Tapi tidak ada jawaban. Angga berlalu begitu saja meninggalkan Ferdy.
Angga segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan rendah, karena lalu lintas sangat padat di jam segitu. "Fu**." Lagi-lagi mengumpat tiada hentinya. Dirinya merasa bersalah dengan Innara, walau sebenarnya tidak ada hubungannya dengan Innara.
BROK BROK BROK
"Tania buka pintunya, gue tau Lo di dalem " Teriak Angga dari luar. " "Tania .."
Klik...
"Mau apa Lo?"
"Tan please, gue mohon sama Lo gue jangan sampai kejadian kemarin Innara tau."
"Maksud Lo apa Ga? Lo kesini cuma mau bilang itu? Lo emang brengsek."
"Tan, gue akan tanggung jawab kalo terjadi sesuatu sama Lo, tapi gue mohon jangan sampai Innara tau."
"Fu**... Kenapa gue harus masuk dalam kehidupan Lo yang toxic sih, nyesel tau gue." Umpat Tania pada Angga.
"Gue enggak mau buat Innara lebih kecewa sama gue Tan, gue takut, gue enggak bisa dia ngeliat gue sebrengs*** ini."
"Innara lagi, Innara terus, pernah enggak sih Lo mikirin gue Ga, sekali aja Lo peka sama perasaan gue?"
"Maksud Lo apa sih Tan? Kita temenan dan akan selalu begitu."
"Temen enggak akan makan temennya sendiri."
"Oke, gue salah kemarin gue mabuk berat, dan gue...." Angga tidak sanggup membayangkan kejadian kemarin antara Tania dan dirinya. "Intinya jangan sampe Innara tau." lalu Angga pergi tanpa berbalik lagi kebelakang, sedangkan Tania terkulai lemas di lantai dan menangis tersedu-sedu.
"Lo jahat Ga, Lo jahat." Gumamnya sambil tetap bersimpuh di lantai. "Gue cuma mau Lo Ga, itu aja enggak lebih." gumamnya.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1
...Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰...