Ayah Untuk Tara

Ayah Untuk Tara
Gendutan


__ADS_3

Gimana apa perlu gue jelasin ke adek Lo?"


"F***."


"hahahhahaha....makanya jangan berani Lo usik hidup gue Jo." Innara tertawa renyah. Lalu Innara mengambil ponselnya. "Masuk!" Ucapnya memerintah seseorang. Tidak lama kemudian dua orang berbadan tegap masuk kedalam. "Bawa dia!" perintah Innara.


"Lepasin gue, lepasin gue bangs**!" Teriak Jonathan melawan.


"Di penjara negara Lo enggak bisa tobat, jadi gue kasih penjara lain yang bisa bikin Lo sadar." Desis Innara dengan wajah dingin. setelah Jonathan di bawa keluar oleh beberapa orang Innara pun berniat pergi dari sana.


"Tunggu Ra, jelasin apa yang terjadi sebenarnya!" tanya Andreas dengan wajah takut.


"Apa gue berhak jelas semua sama Lo?" Andreas lemas mendengar jawaban itu, karena pasti Innara tidak mau menjawab pertanyaan itu.


"Kakak Lo udah menculik Innara, melecehkannya dan hampir memperkosa nya di tambah lagi dengan penggelapan uang yang ia lakukan di kafe milik Innara." Tiba-tiba Bara muncul dengan menjelaskan semua permasalahan yang mendasari keributan yang terjadi.


"Apa?" Andreas terkejut mendengar itu." Enggak -Enggak mungkin, kakak gue bukan orang seburuk itu."


"Dan Lo tau apa yang gue sesali saat ini, karena itu tidak gue laporin, yang gue laporin hanya penggelapan dana aja, karena gue enggak mau kalo istri gue akan menjadi saksi di persidangan yang panjang." sambung Bara, dan merangkul Innara. "Ayang, kalo ada apa-apa hubungi gue, jangan bikin gue khawatir." ucapnya sambil mengecup bibir Innara. Innara tau dia salah karena itu dia tidak berani berkutik.


"Iya sorry."


"Dan Lo Andreas, Lo gue pecat karena berusaha mencelakai istri gue, sebaiknya Lo bertobat atau akan berakhir seperti kakak Lo."


Tidak berapa lama beberapa orang datang dengan wajah babak belur.


"Apa yang terjadi?" Andreas panik melihat orang suruhan kakaknya telah di lumpuhkan. Dan disana ada Sintia dan Andi dan beberapa orang di belakangnya.


"Lo yang kirim mereka?" tanya Innara.


"Lama gue enggak olah raga." Dio muncul dari belakang orang yang babak belur lalu berjalan mendekat pada Bara. "Lo aman Ra?" sambungnya.


"Em...gue oke kok."


"Bagus deh," Dio tersenyum dan menepuk pundak Bara. "sekarang kita cabut ya, thanks udah ngajak kita, lain kali jangan lupa hubungan lagi, gue atau lainnya pasti ready."


"Thanks guys...." Ucap Bara lalu melambaikan tangan pada Dio and the gengs.


"Lo hubungi mereka?"


"Buat jaga-jaga ternyata ada gunanya." Jawab Bara sambil mengelus.


"Ra Lo enggak papa?" tanya Sintia saat sudah dekat dengan Innara.


"Lari kemana Lo tadi?" Bukannya menjawab, Innara malah balik tanya.


"Tadi gue sama Andi di kejar beberapa orang naik motor, saat udah di jalan buntu ada gang motor lain, jadi mereka yang berantem, gue sama Andi diem aja di mobil.


"Ya Lo balik aja duluan sama Andi, gue urus mereka sama Bara."


"Kita bantu Ra." Andi mengajukan bantuan.


"Kalian udah terlalu jauh terlibat dalam masalah gue, Jadi cukup sampe sini aja, kalian bisa pulang."


"Gue juga bisa bantu Ra, gue ada gunanya."


"CK... Dah balik sana." Usir Innara," Bawa aja mobil Andreas, besok dia akan ambil di kantor, iya kan an."


"Ah iya.... Bawa aja, lagian gue yang bawa kalian dalam masalah ini, gue minta maaf atas kejadian malam ini."


"Ayang, bukan Lo, kan Lo juga di tangkap mereka, jangan gitu dong." Ujar Sintia yang lagi enggak ngotak, gimana dia bisa bicara begitu padahal tadi aja udah panas dingin.


"Maaf Sin." Andreas tertunduk. Setelah itu Innara keluar di ikuti oleh Bara.


"Kalian langsung pulang!" Titah Bara pada Andi dan Sinta.

__ADS_1


"Siap Bos." jawab mereka kompak.


"Terus siapa orang yang bawa Jonathan tadi?" Tanya Bara pada Innara saat mereka sudah berada di luar.


"Ada teman."


"Ay...."


"Anak buah Ferdy."


"Ferdy?" Bara tidak percaya.


"Iya, manajer di resto."


"Serius?"


"Kenapa emang, ada yang salah?"


"Bos gangster enggak harus sangar ya?" Tutur Bara.


"Mulut Lo di jaga."


"Sorry-Sorry, bukan maksud gue ay, tapi Lo liat kan tampang Ferdy, dan friendly banget orangnya."


"Iya gue juga enggak nyangka dia bos gangster." Ucap Innara seolah berfikir.


"Ya udah, Kita pulang ya, Tara sudah nungguin dari tadi."


"emmmm."


"Ay...."


"Ya?"


"Enggak."


"Ay..."


"Enggak ada Barata sayang."


"Gue khawatir."


"Gue tau."


"Oh ya, mau Lo bawa kemana tadi Jonathan."


"Markasnya Ferdy, gue minta bantuan mereka."


"Sejak kapan Lo tau dunia beginian?"


"Gue tumbuh tanpa arah Ta, jadi hal kayak udah enggak asing lagi."


"Maaf bukan maksud gue ay."


"Gue tau, dan gue salut sama Lo." Bara merasa bersalah."Dan Lo juga jago bela diri."


"Lo lupa dulu gue pernah ikut taekwondo di sekolah, walau enggak lama sih."


"Ya tapi kan baru awal, terus Lo lanjut latihan dimana?"


"Ada teman Angga yang punya tempat olahraga, jadi gue gabung sama mereka."


"Jadi dari sana Lo kenapa para gengster itu?"


"Belum, masih jauh dari itu,"

__ADS_1


...FLASHBACK ON***...


"Ra Lo gendutan tau," Ucap bara setelah enam bulan bulan Innara melahirkan Tara.


"Ya namanya juga orang menyusui ya gendut kah, makan gue juga banyak kan."


"Olah raga yuk, bareng gue?"


"Olah raga?"


"Iya, dari pada Lo Enggak ada kegiatan selain urusan Lo sama Tara."


"Tapi baby gue kan butuh gue Ga."


"Alah, orang cuma Bentaran doang, satu dua jam kelar, Bu Rini juga sanggup kan jagain anak Lo."


"Iya sih, boleh deh, tapi emang gue segendut itu ya?"


"emm."


"Ya elah Angga, jahat banget Lo Ama gue,"


"Ya sebelum Lo masuk sekolah lagi, seenggaknya Lo keliatan masih anak SMA Nara, bukan emak-emak."


"Pedes juga lama-lama omongan Lo." Ucap Nara." Iya gue ikut Lo olahraga."


"Gitu dong, entar gue buat janji sama Samson,"


"Serah Lo, yang penting enggak ganggu homeschooling kita."


"Beres." Angga memberi kode sepakat.


Beberapa hari kemudian, Angga memberikan jadwal yang sesuai dengan apa yang Innara mau.


"Gimana?"


"Oke, sore, sip banget jadwal Lo, pas sore kan Tara dan tidur."


"Ya udah mulai besok ya, empat kalo seminggu."


"Banyak banget, gue kira cuma dua kali."


"Kapan kurusnya Lo."


"Iya deh iya, apa kata Lo aja." dan disanalah Innara menyukai banyak olahraga dan bela diri.


Sore itu Angga menjemput Innara untuk latihan, tepat pukul empat sore.


"Ayo buruan, dah di tunggu Samson Ra."


"iya, gue ganti baju dulu."


"Disana aja sih gantinya."


"Enggak ah, enggak enak gue."


"Ya Udah buruan." Angga meminta Nara cepat, lima belas menit kemudian baru kelar. "Lama banget, enggak usah cantik-cantik entar juga keringetan."


"Iya bos, siap nih, cuss lah." Ucap Innara mendahului Langkan Angga. "Ayo lelet banget sih." ucap Innara yang sudah berada di dalam mobil Angga.


BERSAMBUNG


Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰


"

__ADS_1


__ADS_2