Ayah Untuk Tara

Ayah Untuk Tara
pamit


__ADS_3

"Ra...."


"Hemmm"


"Gue..."


"Kenapa?" Nara mendongak melihat Angga yang ada di hadapannya.


"Gue mau pergi."


"Maksud Lo?"


"Gue mau pergi ke bandung ."


"Alah bandung doang, Lama?"


"Mungkin sebulan atau bisa jadi lebih lama."


"Harus?"


"Permintaan papi."


"Kerumah Jenny?" Angga mengangguk.


"Emmm oke, Lo harus baik-baik disana, baik-baik juga sama Jenny, perhatiin kesehatan Lo sendiri, Lo kurusan tau." ucap Nara pada Angga sambil mengelus rahang pria itu, dia menunjukan bahwa dia baik-baik saja, tapi hatinya sangat sedih, bagaimana bisa dia harus berpisah dengan Angga selama itu, pasti akan sulit baginya.


"Lo enggak papa kan."


"Emang gue harus larang Lo pergi?"


"Kalo Lo ngelarang gue, gue enggak akan pergi."


"Gue enggak punya hak sama Lo Ga." dan ucapan itu membuat hati keduanya hancur.


"Gue khawatir ma Lo Ra."


"Gue baik-baik aja Ga." dan pelukan Angga semakin erat, kali ini Nara tidak menolak, terasa berat untuk pergi meninggalkan sahabat rasa kekasih itu demi tunangan yang di pilih oleh papinya." Gue bakal kangen banget sama Lo Ra " Ucap Angga sambil memeluk erat Innara.


"Emang Lo doang yang kangen,"


"Lo masih aja becanda, mesra dikit Napa!"


"Emm..." Nara semakin masuk kedalam pelukan Angga, menghirup dalam-dalam aroma tubuh pria yang menemani nya selama ini. Pria yang selalu ada saat dia butuhkan, apapun itu dan dia akan pergi dengan wanita lain.


"Gue takut,"


"Ha..?" Nara mendongak melihat Angga. "Kenapa?"


"Gue takut Lo kenapa-kenapa kalo gue tinggal."


"Gue baik-baik aja Ga, asal Lo balik lagi."


"Gue pasti balik, gue balik buat Lo." Angga mengecup kening Nara. "Ayo pulang!" Ajak Angga pada Nara, walau sedikit kecewa Nara pun melepas pelukannya itu.


"Gue tidur di rumah Lo ya?"


"Sejak kapan Lo pake permisi mau tidur di rumah gue?"


"Jaga-jaga kalo Lo masih marah sama gue."


"Gue enggak marah, salah kalo gue marah sama Lo Ga."


"Tapi gue lebih suka kalo Lo marah sama gue."


"Ih aneh."


"Kalo Lo marah berarti Lo sayang juga sama gue."


"Siapa yang ngarang kalimat kek gitu?"


"Ya gue, dan khusus buat Lo.."


"Mulai dech .."


"Ya udah ayo pulang, udah malem ini."

__ADS_1


"Biasanya juga pulang kalo sudah tutup." gumam Nara.


"Iya, maaf..." Angga meraih pinggang Nara. Dan menggiring nya ke pintu.dibpintu ada nampan berisi beberapa makanan.


"Sejak kapan ini ada makanan disini." Nara mengambilnya dan membawanya turun.


"Mau pulang bos?" tanya Jonathan .


"Iya Jo," Jawab Nara lalu menyerahkan nampan itu.


"Lo tutup sama anak-anak ya, gue duluan."


"Siap," Ucap Jonathan, "Jagain bos gue Ga."


"Sial Lo, lupa siapa gue?" Ucap Angga sambil becanda.


"Iya, iya..." Nara dan Angga akhirnya pulang yang lain sudah tidur, sedangkan Bu Rini masih setia di depan televisi.


"Bu...Nara pulang." Ucap Nara setelah salam.


"Nak Angga tumben," Ucap Bu Rini setelah Angga Salim dengannya.


"Sibuk Bu." Lalu Angga mengambil posisi duduk di samping Bu Rini, sedangkan Nara langsung kekamarnya mandi dan berganti pakaian.


"Lo enggak mandi?"


"Iya.." Ucap Angga langsung menuju ke kamar Tara, dia mandi dan berganti pakaian.


"Bu, Nara istirahat ya, capek." Ucap Nara pada Bu Rini dan ia hanya mengangguk. Nara masuk kekamarnya, menyelimutinya badannya , tidak lupa kaca mata dan laptop sudah bertengger di pahanya.


Tok tok tok


"Masuk!"


"Sibuk amat?"


"Ini mau kelarin sebentar."


"Mau gue bantuin."


"Lo tau apa soal konsep."


"Nanti di cari Tara!"


"Dia enggak tau gue dateng."


"Serah Lo." Ucap Nara sambil mengotak Atik laptopnya.


"Terus kapan Lo pergi?"


"Lusa."


"Cepet amat, gue pikir masih seminggu lagi."


"Baru tadi di kasih taunya Ra."


"Gimana rasanya hidup gue tanpa Lo Ga."Batin Nara sambil menahan airmata yang akan jatuh.


"Gue bakal balik buat Lo Ra, gue cuma di bandung."


"Gue tau."


"Gue sayang ma Lo Ra."sekarang giliran Angga yang bergumam dalam hati. "Jangan nakal kalo gue pergi."


"Sejak kapan gue nakal."


"Sejak Lo enggak mau bales chat gue dan angkat telpon gue."


"Itu lagi..." Keluh Nara sambil memperbaiki kacamata nya.


"Kenapa harus segitu sewotnya sih Lo kalo gue tunangan sama Jenny?"


"Gue enggak sewot, cuma gue menghargai cewek Lo aja."


"Dia bukan cewek gue."

__ADS_1


"Oke tunangan Lo."


"Ra .. please deh!"


"Terus gue sebut Jenny apa Lo?"


"Apa ya enaknya?"


"Lo aneh deh Ga,"


"Gue enggak suka sama dia Ra, gue maunya sama Lo."


"Mulai..."


"Gue serius Ra..."


"Jangan aneh-aneh."


"Terus masak gue harus membohongi diri gue sendiri sih Ra."


"Udah ah, tidur sana, dah malem! Makin ngelantur aja omongan Lo.."


"Lo juga.."


"Bentar lagi kelar."


"Bentar Mulu, dah ah." Angga mengambil laptop dan kacamata Nara dan meletakkan di meja.


"Ga..." setelah itu Angga Menarik tubuh Nara kedalam pelukannya lagi.


"Kita bakal lama enggak ketemu Ra, masak Lo tega sama gue." ucap Angga sambil mengendus rambut Nara yang wangi. "Lo ganti sampo ya Ra?"


"Enggak."


"Baunya lain..."


"Oh gue tambah vitamin tadi, rambut gue rontok akhir-akhir ini."


"Pantesan, beda,"


"Ya udah tidur sana."akhirnya mereka tidur pulas hingga matahari menyeruak di balik tirai jendela.


Brook brok brok


"Bunda... Buka pintunya...!"Brok brok brok, "Bunda..." Sambil mengucek matanya yang masih lengket tidak mau lepas Nara membuka pintu kamar nya.


"Ada apa sayang?" tapi Tara hanya melewati Nara dan langsung menuju sosok di balik selimut.


"Om Anggaaaa....." Teriak Tara sambil memeluk Angga. "Om Angga kemana aja?"


"Tara udah bangun?"


"Sudah dong."


"Om Angga kenapa enggak di kamar Tara?"


"Tara tidurnya pules banget om takut gangguin." Bohong Angga. "Ya udah, Tara hari ini libur kan?" Tara mengangguk. "Gimana kalau kita jalan-jalan kepantai sama bunda?"


"Setuju .... Yeee .. Assiikkkk." Tara bersorak ria sambil melompat-lompat di atas kasur.


"Ya udah sekarang om mandi dulu ya, setelah itu kita sarapan lalu berangkat." rencana Angga, dan Tara pun mengangguk lagi kemudian berlari keluar kamar bundanya.


"Kalian berdua ya, emang cocok kalo bikin resek." Gerutu Nara lalu merebahkan kembali tubuhnya, tapi sayang di cegah Angga. "Kenapa sih Lo, gue mau tidur lagi, masih ngantuk Ga..."


"Gue janji sama Tara ngajak jalan."


"Lo aja, gue enggak."


"gue bilang sama elo.."


"Ampun deh.... Anggaaaa" Nara berteriak lalu melempar bantal kearahnya. " paling bisa ya Lo." kesal Nara, padahal dia berencana tidur seharian setelah ini. Dengan kesal akhirnya Nara mengikuti kemauan Tara dan Angga.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰


__ADS_2