Ayah Untuk Tara

Ayah Untuk Tara
Bagaimana kalo dia menyukai mu


__ADS_3

"Jadi sejak kapan Lo kenal Innara?"


"Emmm.ya itu?"


"Kapan Lo ketemu?"


"Ya di kafe itu, ya bener di kafe itu." jawab Juan sambil mengingat-ingat.


"Jadi Nara dah punya kafe Segede itu?"


"Dulu belum begitu, dulu kecil, dan cocok buat anak sekolahan aja, setelah dia lulus sekolah itu kafe jadi besar."


"Dan anak itu?"


"Tara?"


"Iya,"


"Gue yakin itu anak Lo Bar." jawab Juan mantap.


"Bagaimana Lo bisa yakin?"


"Awal gue mampir ke kafe itu dia lagi bunting gede."


"Kenapa Lo enggak kasih tau gue saat itu?"


"Gue enggak mau masa depan Lo hancur."


"Tapi masa depan Nara yang kakak bikin hancur!!"


"So far dia baik-baik aja."


"Kakak enggak tau gimana Innara."


"Emang Lo tau?"


"Yang pasti gue lebih tau dari pada Lo."


"Terus kenapa Lo enggak ngenalin dia selama ini?"


"Dia banyak berubah, ya iya lah gue enggak tau," jawab Bara kesal." walau gue enggak tau itu Innara yang Lo bilang cupu, tapi ada rasa yang aneh di hati gue saat pertama ketemu di rumah sakit." jawab Bara nelangsa.


"iya dia emang sedikit berubah,"


"Lo tau?"


"Ya tau lah, dia perbaiki hidung, dagu juga pipinya yang tembem jadi tirus."jelas Juan." terus mau Lo sekarang apa setelah tau?"


"Gue mau mereka berdua."


"Lo gila?" Juan merasa emosi dengan sikap Bara yang enggak jelas." Lo liat di sekeliling nya, dia sudah punya Angga yang selalu jagain dia selama bertahun-tahun, Lo mampu bersaing ma dia?"

__ADS_1


"Mereka enggak pacaran."


"Hah..." Juan membuang muka sambil menyeringai." mereka enggak pacaran, tapi nempel terus, Lo kira gue buta?"


"Tapi dia pacaran sama Doni kan?"


"Cuma kedok aja nutupin perasaannya."


"Nara enggak akan bisa bertahan sampai seperti ini kalo bukan karena Angga." Juan berusaha membuat mata Bara terbuka."Yakin banget Lo?"


"Gue bapaknya Tara."


"Terserah Lo, gue enggak mau ikut campur urusan Lo."


"Lo yang bikin masalah kak."


"Lo juga nikmatin anj*Ng."


"Haaah...." kesal Bara sambil mengusap kasar wajahnya. Frustasi, itulah yang ia rasakan saat ini. bagaimana bisa dia muncul di hadapan Innara dan mengatakan bahwa Tara anaknya, dia Barata yang sering mengganggu nya di kelas, dan Barata yang pernah tidur dengannya. "BAGAIMANA CARANYA." umpatnya sampai membuat Juan terjungkal.


"Apaan sih Lo."


"Tau ah." Lalu beranjak dari kursi.


"Kemana Lo?"


"Balik."


"Terus Lo mau gimana?"


"Bangs*t Lo, Ta*..., Makanya batang Lo di pake, jangan cuma buat pipis doang." teriak Juan saat Bara sudah diambang pintu.


.


.


"Tan gimana tugas kita dah kelar?" tiba-tiba Bara muncul dengan senyum tak bersalah nya.


"Apaan sih Lo."


"Ya elah Tan, sorry soal waktu itu."


"Kalo ada apa-apa bilang biar gue enggak ngarep Lo ngerjain bareng gue." keluh Tania karena sikap Bara yang plin-plan.


"Sorry ya, entar gue yang presentasi."


"Serah Lo," Tania memberikan tugasnya di dada Bara dengan menekan nya, Bara cuma nyengir karena tau bahwa Tania sedang marah.


presentasi dimulai dan giliran pertama adalah kelompok Bara.


"Jadi dari pemaparan kami ada yang mau di tanyakan?" Bara membuka sesi tanya jawab.

__ADS_1


"Bar gue tanya." - Dira


"Silahkan."


"Kenapa kalian mengambil tema cinta sahabat? Bukan kah sahabat itu murni pertemanan sejati?"


" Banyak faktor kenapa persahabatan itu bisa jadi cinta ya teman teman sekalian, jadi menurut kami dari beberapa sumber di internet dan beberapa buku yang kami baca, beberapa faktor yang sering menyebabkan sahabat jadi cinta adalah yang pertama, karena kepribadian, Salah satu penyebab seseorang merasakan jatuh cinta diam-diam, karena kamu memiliki kepribadian yang baik. Terkadang kepribadian yang baik dan terdapat pada seseorang akan membuat orang lain terpana dan mungkin menyukaimu, selain itu hal inilah yang akan membuat seseorang bertahan lama untuk menyukaimu. yang kedua, Kecerdasan, pengetahuan yang luas terkadang akan membuat sahabat takjub dengan kecerdasanmu. ketiga tingkah laku , nah Tingkah laku sahabat terkadang akan membuat orang lain merasa jatuh cinta bahkan dirimu sendiri. yang ke empat wajah saat kamu memiliki sahabat tentu akan menghabiskan waktu yang cukup lama untuk bertemu atau melihat wajahnya. Hal inilah yang terkadang akan membuat kamu jatuh cinta dengan sahabatmu sendiri. dan yang terakhir adalah Banyak seseorang yang terpesona saat orang lain bekerja keras dengan usaha yang mereka impikan." jawab Nara panjang lebar " itu jawaban dari kami."


"Kamu pernah jatuh cinta pada sahabat?" bara langsung mengangguk.


"Sampai saat ini masih sama." lanjut Bara.


"Huuuuuuu.." Fans fanatik Bara kebakaran jenggot.


"Tanda orang suka sama sahabatnya sendiri apa Bar? Lo kan pengalaman cerita dong."


"Tania yang menjawab ya..."


"Lo pernah Tan?" Tanya seseorang.


"Sahabat Lo yang namanya Angga itu ya?" wkwkwkkkw.... "semua tergelak mendengar celetukan salah satu temannya. Tania tidak mungkin mengelak apalagi marah, karena ada dosen yang sedang memantau kegiatan di kelas.


" Kita lanjut aja ya guys ..." Ucap Tania lemas. "Yang pertama, Dia selalu menatapmu. yang kedua Dia bertingkah gugup jika berada di sampingmu yang ke tiga Dia selalu berada di sekitarmu, yang ke empat Dia mencoba menyamarkan pertanyaan. yang ke lima Dia selalu bersedia membantumu. yang ke lima Dia selalu tersenyum setiap kali melihatmu. yang ke tujuh Dia mencoba menggoda mu dengan main-main, dan yang terakhir Dia selalu ingat detail tentang kamu. begitu lah kira-kira jika teman kalian suka sama sahabatnya.


"Seperti mata Lo saat melihat Angga Tan." Ucap Fia vulgar hingga Tania tidak bisa lagi berkutik.


"Apa iya SE kentara itu tatapan gue ma Angga." batin Tania. "Apa karena itu Innara jadi tau kalo gue suka ma Angga." Tania di buat galau sendiri.


"Tan....," Bara memanggil Tania tapi tidak di dengar." Tania " Bara mencolek lengan Tania.


"Apa?"


"Lo bengong?"


"Eh...emmm." Tania meringis.


"Lanjutin."


"Oh oke, teman-teman sekalian, sampai disini presentasi kami, kepada bapak dosen kami ucapkan terimakasih." mereka mendapatkan Aplos yang sangat ramai karena pembahasan yang sangat menarik.


"Kalian cinlok enggak waktu ngerjain ini?" tiba-tiba keributan berhenti lalu semua menatap Bara dan Tania, mereka menunggu jawaban dengan seksama. apalagi Nilam dan kawan-kawannya menatap Tania dengan sinis.


"No koment." jawab Angga lalu mereka kembali ke kursi mereka masing-masing.


"Cinlok apaan?" gumam Tania. "Cilok tu yang ada di gigit kenyol-kenyol." Sambungnya kesal.


"Oke next.....!"


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰


__ADS_2