
"Sama mereka ingat, kenapa sama gue enggak?" protes Bara. tapi hal itu di acuhkan oleh Nara.
"Keponakan Lo?" tanya Caca.
"Anak gue."
"Serius Ra? Dah gede aja."
"Sama siapa Lo?" Lexi celingukan mencari dengan siapa Nara pergi.
"Rame-rame gue, sama Abang juga lainnya."
"Jalan sama kita yuk, lama kita enggak ketemu, gimana?"
"Gue enggak bisa, enggak enak juga sama Bang indra?"
"Gue izinin sama bang indra." sahut Bara.
"Enggak usah Bar, serius gue...."
"Enggak papa dek, mumpung kamu di jakarta, kalo kamu udah balik belum pasti kamu main kesini lagi kan."
"Kasian Tara kalo Nara ikut bang."
",Biar sama Abang aja, kan ada mbak Tia juga."
",Tara mau sama ayah..." Tara memeluk bara.
"Ayah?"
"Em anu itu bang..." Nara bingung jelasinnya.
"Abang tunggu penjelasan kamu dirumah, kalo have fun aja sama teman-teman kamu." Lalu indra pergi.
"Tuh Abang Lo aja ngijinin kok, yuk..." Caca mengandeng tangan Nara dan mereka menuju Playground yang untuk anak dan dewasa.
"Serius kita main ini sayang?" tanya Lexi pada Caca.
"Em.." jawab caca." .Lo enggak papa kan Ra?" tanya Caca pada Nara.
"Oke..., " tanda setuju nya saat Caca bertanya, " Tara gimana?" dia juga tidak melupakan ada anaknya disana.
"Tara suka bunda..., yeeyy...." Ucap Tara melokjak di gendongan Bara.
"Om Bara nanti jatuh sayang, kalo kamu loncat begitu." ucap Nara karena tidak enak pada Bara.
"Gue enggak papa Ra."
"Suami Lo mana Ra? Enggak ikut?"
"Iya .."
"Terus Lo siapa Bar?" jawab bara jujur tapi hal itu membuat Nara kesal.
"Gue bokapnya Tara."
"kalian ini gimana sih?" Lexi dan Caca bingung.
"Enggak penting tentang gue, Ayo kita jump..." teriak Innara pada semuanya. Dan mereka semua berlari bermain trampolin sehingga Lexi dan Caca melupakan pertanyaan mereka.
Drrrttt drrttt
"Ponsel Lo kayaknya bunyi deh Ra?"Ucap Caca. Lalu Nara berhenti melompat dan menjauh dari permainan , dia mengambil ponselnya menerima panggilan.
"Apa?"
"Ngapain dia disana?"
"Siapa?"
"Bara."
"Dia...?" Nara tidak bisa menjawab. "Gue enggak sengaja ketemu." jelas nara." Lo mata-matain gue Ga?" di sambung dengan kemarahan Nara.
",Dia post Foto Tara sama Lo main trampolin."
"Masalahnya apa?"
"Gue enggak suka Lo deket-deket sama dia."
"Angga Lo kenapa sih?"
"Gue cemburu Nara..."
"Cih...."
__ADS_1
"Ra... please jangan bikin gue terbang ke Jakarta malam ini juga."
"Gue enggak nyuruh Lo."
"Tapi Lo bikin panas gue Ra."
"Angga....Lo keterlaluan Sama gue sekarang."
"Gue sayang sama Lo Ra, please pahami perasaan gue."
"Tapi itu enggak mungkin Ga, gue ...."
"Siapa?" Bara mendekat dan Nara memutuskan panggilannya. "Angga."
"Em..."
"Kenapa dia?"
"Enggak "
"Dia marah sama Lo?"
"Maksudnya?"
"Gue tau Ra, Angga suka sama Lo,"
"Jangan ngaco, dia cuma temen."
"Enggak ada yang namanya cowok sama cewek temenan Ra "
"Apaan sih Lo Bar." lalu Nara meninggalkan Bara yang masih memandangi punggungnya.
"Gue mohon perhatikan gue juga Ra." Gumam Bara.
"Lo masih suka sama Nara?"
"Em..." cinta gue bertepuk sebelah tangan Lex."
"Pepet terus."
"Dia udah punya pawang, walau hubungan mereka agak sulit."
"Kesempatan Lo kalo gitu."
"Enggak tau gue."
"Apa?"
"Tara anak Lo?"
"Kok Lo bilang gitu?"
"Lo tadi bilang kan anak Lo, Selain dia panggil Lo ayah, dia juga mirip Sam Lo."
"Serius?"
Di tempat lain Angga uring-uringan karena melihat postingan Bara di Instagram, dia benar-benar terbakar cemburu. Angga sungguh menyukai Innara tapi Innara sengaja menghindar untuk hal itu. Dan alasan yang di berikan cukup masuk akal baginya.
"Brengs*k Lo Bar, bisa-bisanya kalian pergi bersama." Umpat Angga."Nara please Lo jaga hati gue, gue kan sudah bilang bakal balik buat Lo." Kini Angga duduk di atas tempat tidur dengan menjambak rambut nya untuk melampiaskan kesalnya. "Apa gue langsung ke Jakarta aja ya, tapi alasan ke bokap apa? Gue kan baru sampe kemaren dari bandung." Angga monolog. "Apa iya gue alasan kangen sama Jenny?" pikiran Angga, dan saat ini batinnya berperang dengan diri sendiri. Dia harus berbuat apa dia tidak tau. " Bodo'ah, gue berangkat tanpa mereka tau aja." Angga mengambil ranselnya di isi dengan beberapa baju, lalu dia bersiap untuk berangkat." dia keluar rumah dengan pelan agar tidak ada yang mendengar nya atau tau di pergi.
"Mau kemana?" tiba-tiba mami Nita muncul dari balik pintu.
"Itu mi...anu, mau kerumah Nara."
"Nara balik ke Jakarta Ga, kamu enggak mau nyusul dia kesana kan?"
"Nah Itu mi.."
"Angga, jangan bikin mami kelabakan kalo papi mu tanya."
"Maaf mi," Angga memeluk maminya lalu berlari keluar Rumah dan pergi. "Sukur masih ada penerbangan terakhir." batin Angga.
"Angga, berhenti Angga...." teriak mami Nita, karena Angga sudah terlihat lagi, tapi sayang dia tidak menghiraukannya. "Duh bocah tengil ini, kemarin kabur dari bandung, sekarang kabur dari rumah, maunya apa sih ni anak." gerutu mami Nita yang kesal dengan anaknya.
Angga mengendarainya motornya dengan kecepatan tinggi, dia sudah tidak peduli dengan kanan dan kiri, yang ada di pikiran nya bagaimana dia bisa sampai di Jakarta dengan cepat.
"Ayah...." Tara melompat sambil melambaikan tangan pada Bara.
"Seneng banget kayaknya anak Lo." -lexi
"Cocok ya gue jadi papa muda." -Bara
""Cocok lah.." Sahut Lexi.
"Sayang emaknya enggak mau sama gue.". -Bara
__ADS_1
"Siapa? Nara?"-Caca
"Em..."
"Lo masih demen ma dia?" -lexi
"Hem..." -bara
"Wah rekor Lo Bar, udah berapa tahun nih crush Lo masih sama aja." -Caca
"Gue tulus Ca suka sama dia."- Bara
"Pasti ada tapinya nih?" -Caca
"Dia suka sama orang lain..."- Bara
"Berjuang dong." -Caca
"Nara enggak suka di kejar." -Bara
"Kasih aja perhatian sama anaknya."-Caca
"sayang nya juga, tu anak sudah sayang sama orang lain."
"Keliatannya dia lengket sama Lo."- Caca
"Kalo ada Anggara gue di cuekin." -Bara
"siapa tu?" -caca
"Cowok yang di sukai Innara."-Bara
"Serius? Gue kira Lo becanda Bar."
"Gue cuma bilang ini sama Lo berdua, malu gue kalo banyak yang tau."
"Aman sama gue." -caca
"gue tau." -Bara
"Ca gue balik dulu ya, dah malem, kasih Tara." lagi asik ngobrol Tiba-tiba Innara muncul dari belakang.
"Enggak mau nonton dulu?" Ajak Caca, karena memang hari ini Caca ada rencana nonton midnight bareng teman-teman nya.
"Kapan-kapan deh, kalo kita ketemu lagi?"
"Serius Lo?"
"Em..."
"Ya udah Lo dianter aja sama Bara."
"Enggak perlu gue udah pesen taksi online."
"Gue anter, cancel pesenan Lo."
"Enggak usah."
"Enggak terima penolakan." ucap Bara dingin. Caca bingung harus bersikap bagaimana, sikap Bara sering berubah ubah. Kadang kocak, kadang cool kadang juga absrutd. Tidak perlu menunggu lama, Tara langsung di gendong oleh Bara dan Nara di gandeng nya.
"Gue cabut dulu, Lo sama yang lain duluan aja, kalo gue lama tinggal aja." Ucap Bara lalu berjalan menjauh dari Caca dan Lexi.
"Ca.... Lex... Gue duluan." Pamit Innara dengan mengikuti langkah Bara.
"Ambil ponsel Lo, foto mereka dari belakang." ucap Caca pada Lexi, dan dia menuruti permintaan Caca. "Gimana? Bagus?"
"Wah...liat sayang, keren banget.'
"Lo emang jago, besok gue upload deh, dia pasti shock."
"Dia pasti sereng Ca, ya udah yuk kita antri tiket."
"Lo enggak pesen online?"
"Lupa."
"Lexi Lo pikun ya?"
"Sorry.."
.
.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1
...Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰...