Ayah Untuk Tara

Ayah Untuk Tara
Marah tak beralasan


__ADS_3

"Kok lama di Ga?"


"Ada apa sih mi Kok rame?"


"Ada tamu."


"Iya Tau, tapi ada apa?"


"Lewat pintu belakang aja, Ayo.." mami Nita menarik tangan Angga masuk ke dalam.


"Iya mi, sabar." Angga setengah lari mengikuti jalan cepatnya mami Nita.


Sampai di kamar Angga sudah siap kemeja batik dan celana coklat di atas tempat tidur.


"Kamu pake ini, mami kasih waktu lima menit untuk ganti pakaian."


"Gerah mi,"


"Enggak ada alasan, kamu sudah mandi kan," Angga tidak menjawab, karena memang setiap dari rumah Nara pasti Angga sudah bersih dan wangi. Angga segera mengganti baju sesuai permintaan maminya, dia bersolek sedikit menggunakan krim wajah juga body lotion. Ceeess ceeess Angga menyemprotkan sedikit parfum


"Sudah?" tiba-tiba kepala mami muncul di pintu.


"Mami, bikin kaget aja,"Kesal Angga. "Iya sudah."


"Ya udah ayo," lagi dan lagi menarik tangan Angga.


Di ruang keluarga dan ruang tamu sudah berkumpul tamunya papi.


"Wah...gagah juga anak papi." pujinya di hadapan tamu, sampai di satu sisi Angga melihat gadis yang tersipu malu melihat kehadiran Angga. "Kenalan kan pak Adiguna, ini anak saya Anggara Pratama." Angga menghampiri lelaki separuh baya itu, mungkin usianya hampir seperti papinya.


"Malam om." sapa nya.


"Wah...anda benar pak Radit, anak anda memang benar-benar gagah, cocok dengan anak saya jenny yang cantik." ujarnya lalu melambaikan tangan memanggil gadis itu dan dia pun mendekat. "Kenalkan nak Angga ini putri saya!" Lalu Angga dan gadis itu berjabat tangan.


"Jenny Ayunda."


"Anggara Pratama, panggil saja Angga."


"Bagaimana pak Radit cocok kan mereka." sambung pak Adiguna dengan merangkul kedua anak muda berbeda jenis itu. Jenny terlihat gembira dengan perkenalan itu, tapi tidak dengan Angga. dia memasang wajah datar, sekali tersenyum jika di ajak bicara.


"Benar pak mereka memang cocok." Jawab papi Radit dengan tertawa." Angga bawa jenny ke taman belakang, biar kalian lebih dekat." titah papi Adit.


"Iya Pi." Jawabnya Malas." Ayo jenny," Ajak Angga. Setelah mereka pergi perbincangan perjodohan pun berlanjut.


Di taman belakang.


Angga dan jenny duduk di kursi panjang, rencana orang tuanya ingin mereka ngobrol banyak tapi kenyataannya hanya jenny yang banyak bicara dan membanggakan diri dan keluarga nya hal itu membuat Angga sangat muak, Dia asik memainkan ponselnya dan sesekali membalas pesan Nara.


"Lo dengerin gue kan Ga?"


"Ya gue denger."


"Gimana gue menurut Lo?"


"Cantik." mendengar kata itu membuat jenny berbunga-bunga.


"Lo inget gue?" karena kesal Angga pun ingin menjawab jujur bahwa di sama sekali tidak mengenali gadis yang ada di samping nya itu.


"Jujur ya Jen, gue enggak ingat siapa Lo, dan bahkan gue ngerasa gue belum kenal sama Lo."Ucap Angga pada jenny "Dan gue enggak tau ini acara apa sampai gue harus berduaan disini sama Lo." Wajah jenny mulai berubah, yang tadinya tersenyum ceria kini menjadi Mega mendung.


"Ma-maksud Lo?"


"Lo suka sama gue?" Jenny mengangguk. ",Gue suka sama cewek lain." Mata jenny melebar.


"Terus kenapa Lo enggak menolak perjodohan ini?"


"Sudah gue bilang gue enggak tau ini acara apa."


"Apa Lo yakin?"


"Maksud Lo?"

__ADS_1


"Bokap Lo dah cerita banyak tentang Lo, kuliah Lo, kerjaan Lo dan cewek-cewek cantik di sekitar Lo"


"Bulshit."


"Jadi sedikit banyak gue tau tentang Lo, gue pikir Lo sudah setuju dengan perjodohan kita."


"Inget ya Jenny Ayunda yang terhormat, gue suka sama cewek lain, jadi jangan paksa gue untuk suka sama Lo."


"Gue enggak peduli, toh tetap gue yang jadi pemenang nya," Ucap Kenny congkak." denger ya sodara Anggara Pratama yang gagah berani, yang Lo suka bukan berarti akan Lo miliki, tapi gue yang pasti akan dapetin Lo."


"Bang***"


"Cih...., Gue bukan cewek totol yang asal iya aja di jodohin, gue udah cari tau siapa Lo, jadi jangan macem-macem Lo sama gue." Ucap Jenny mengancam


"Mas Angga, neng jenny ayo kita makan malam dulu." Ucap satu ART.


"Iya bik, ayo Ga..." Ucap Jenny sok manis dengan menggandeng tangan Angga.


"Dam." Umpatnya dalam hati.


...****************...


"Kenapa sih Lo, dari tadi murung terus?" Tanya Nara saat sedang mengerjakan tugas di perpustakaan bersama Angga.


"Enggak."


"Ra ada yang nyari." Dewi muncul


"Gue? Siapa?"


"Tuh."


"Gio?" gio mendekat ke tempat duduk Nara.


"Hay Ra, masih ingat gue?"


"Hmmm, kenapa Lo?"


"Gue masih banyak tugas,


"Jadi kapan Lo punya waktu?" tanya Gio.


"Emmm...entar malem aja Lo ke kafe gue,"Ucap Nara agak kesal karena gio adalah teman Juan. "Masih inget kan Lo kafe gue?"


"Oke."


"Kenapa Ra?"


"Enggak tau."


"Sibuk banget ya Lo sama banyak cowok."


"Apaan si Lo Ga?"


"Ya itu banyak banget yang nyariin Lo, ada bara, Juan juga siapa tadi? Gio?"


"Apaan sih Lo, enggak jelas banget," Angga sedang kesal di tambah ada cowok baru yang mencarinya menambah kekesalan Angga. Dia langsung menutup bukunya mengemas beberapa perlengkapan yang dia punya dan keluar dari perpustakaan.


"Kemana Lo?"


"Balik dulu."


"Tugasnya belum kelar."


"Gue udah." Angga langsung melepas tangan naa dan pergi, sedangkan Nara yang tidak tau menahu bengong di buatnya.


"Kenapa dia?" tanya dewi.


"Gue emang salah ngomong ya dew?"


"Enggak kayaknya."

__ADS_1


"Terus dia kenapa?"


"Dah lah, kita kerjain dulu ini tugasnya, biar cepet kelar." ucap Dewi dan kembali duduk di ikuti Nara. Dia harus fokus dengan tugasnya.


"Banyak banget tugas dew..."


"Biasalah kan mau final."


"Iya Senin sudah mulai."


"Tugas gue lebih banyak dari Lo kali Ra."


", Kenapa?"


"Pak Bayu minta gue buatin ppt ."


"Kok bisa?"


"Tau tuh."


"Males banget tu dosen, hedeecch." Sambil ngerjain tugas sesekali mereka ghibah, biar tidak terlalu jenuh, dewi dan Nara lumayan sering ngerjain tugas bareng jadi sudah lebih kenal daripada yang lain, kalau yang lain mereka banyak yang males dengan Nara, karena kemana Nara pergi ada Angga di sisi nya.


"Ra selesai ngerjain tugas ngafe yuk."


"Dimana?"


"Deket-deket aja."


"Woles kuy cafe aja."


"Boleh, Deket pantai tuh."


"Hmmm."


"Yuk ah, buruan pengen yang seger-seger gue." mereka kembali berkutat dengan buku dan laptop.Dua jam kemudian pekerjaan mereka beres.


"Ah... akhirnya." ucap Dewi lega sedangkan Nara terbangun dari tidurnya, dia sudah selesai dari satu jam yang lalu, tapi dia baik hati mau menunggu Dewi yang belum selesai.


"Dah beres?"


"Udah, yuk Ra."


"Semangat bener Lo dew."


"Haus gue."


"Ya udah ayo..." Nara bersiap berdiri dan mereka berjalan beriringan dengan sesekali menertawakan sesuatu yang menurut mereka lucu. Cukup dengan jalan kaki dari perpustakaan sekitar lima sepuluh menit. Kenapa enggak naik motor aja si dew..." keluh Nara yang mulai kelelahan.


"Ya elah Ra, manja bener, dan mau sampai tu." Dewi menunjuk tempat itu. Dan mereka bergegas.


Mereka mengambil tempat outdoor biar menyatu dengan pantai.


"Gue pesen minuman es kelapa muda sama ini kentang goreng." pesan Nara pada Dewi yang menulis menu.


"Ya udah gue anterin dulu pesanan kita."


"Emmm." jawab Nara singkat, Nara menikmati pemandangan sekitar, "Lama gue enggak kepantai, kemaren pergi enggak sempet main air laut." lalu mengambil ponselnya memotret beberapa titik yang menurut nya bagus.


"Ra..."


"Hem...


"Itu Angga bukan sih?"


"Mana?"


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰


__ADS_2