Ayah Untuk Tara

Ayah Untuk Tara
Kerumah mertua untuk pertama kalinya


__ADS_3

"Gue mau tanya sesuatu sama Lo."


"Apaan, serius amat?"


"Denger dulu Napa jangan nyerocos melulu."


"Iya...."


"Ra....."


"Oke..." Bara kesal dan menghela napas berat. Bara menarik tangan Nara lalu membaringkan nya di atas ranjang.


"Lo ngomong lagi, habis bibir Lo sama gue." Ucapnya dingin. Secara tak sadar Nara langsung menutup mulutnya dan menggeleng, hal itu membuat Bara gemas ingin rasanya ia mendarat kan bibirnya disana.


"Ya udah Lo mau ngomong apa." Ucap Nara yang masih menutup mulutnya.


"Kan...." Protes Bara lagi. Akhirnya Nara hanya mengacungkan dua jarinya dan mengangguk. "Apa hubungan Lo sama Juan selama ini?" Nara tidak menjawab karena takut jika Bara benar-benar mencium nya. "Kok diem aja?" tanya Bara heran, tapi Nara masih menutup mulutnya dengan tangannya, "Hahahha Lo lucu banget sih Ra, andai saja Lo udah mau gue *****." ucapnya terang-terangan lalu menurunkan tangan nya." Lo jawab pertanyaan gue."


"Enggak ada apa-apa gue sama dia, kenapa?" Tanya Nara. " Oh ya, dia tadi bilang apa sama Lo?"


"Enggak penting." jawab Bara.


"Nomernya sudah gue blok sejak saat dia jujur sama gue tentang kebusukan kalian, tapi kok bisa dia telpon gue ya?" ucap Nara berfikir."dan gue belum bisa maafin kalian."


"Gue juga enggak tau apa-apa Ra."


"Enggak tau gue, gue belum bisa terima Lo sepenuhnya, gue mohon Lo bisa sabar sama gue."


"Gue salah Ra, dan gue enggak tau Lo hamil anak gue, bodohnya gue enggak cari Lo setelah kejadian itu." jelas Bara. "Maafin gue."


",Gue tau, tapi kalian ada hubungan darah,"


"Gue beda sama dia."


"Bedanya?"


"Dia bisa tidur sama banyak cewek sedangkan gue..."


"Lo kenapa?"


"Cuma Lo yang pernah tidur sama gue."


"Lo perkosa gue Bar."


"Gue enggak sadar Nara."


"Jangan paksa gue cepat jatuh cinta sama Lo."


"Gue tau, tapi gue minta Lo juga harus jaga jarak sama Angga, apalagi Juan."


"Kalo Juan pasti, udah gue black list dia dari kamus hidup gue," terang Nara, "Tapi...kalo Angga gue enggak bisa, Karena cuma dia kerabat gue di Bali." Berat jika harus tidak saling berkomunikasi, karena Angga sudah menyatu di hatinya.


"Sekarang ada gue." Ucap Bara mencoba menggantikan posisi Angga.


"Gue sama Angga udah lama Bar, enggak bisa gitu aja lepas, gue minta Lo ngertiin itu." ucap Nara bersalah.


"Tapi gue mohon jangan terlalu dekat."


"Em...." jawab Nara pasrah, karena hanya itu yang membuat Bara diam." sekarang gue boleh bangun."Tanya Nara karena sudah capek berbaring dengan posisi bara di atasnya.


"Satu lagi."

__ADS_1


"Apa?"


"Gue sayang sama Lo."


"Cih..." Nara mendorong tubuh Bara lalu dia berdiri.


"Gue biasa aja.," Ucap Nara lalu pergi meninggalkan Bara.


"Gue pasti bikin Lo jatuh cinta sama gue Ra."


"Gue tunggu." jawab Nara lalu menutup pintu dan turun untuk makan malam.


...****************...


"Jadi kapan kamu pulang ke Bali dek?" tanya Indra saat mereka asik nonton televisi.


"Minggu depan bang."


"Bara juga?"


"Dia masih ada kerjaan dari papa katanya."


"Kamu sendiri?"


"Ya mau gimana lagi bang, Abang aneh ih..."


"Jangan dekat-dekat dengan Angga lagi, ngerti."


"Abang batesin Nara?"


"Jaga perasaan Barata deeek."


"Kamu akan tau bagaimana rasanya jika anak kamu sudah besar."


"Jangan ajarin Nara soal itu, Nara udah pernah melakukan semua sendirian bertahun-tahun." Ucap Nara menyindir indra.


"Abang udah pernah minta maaf kan soal itu? Abang mohon jangan di ungkit lagi."


"Akan selalu Nara ungkit kalo abang bikin kesel Nara." ucap Nara kesal. "Dan lagi, jangan ajarin Tara yang aneh-aneh lho bang saat Nara enggak ada disini."


"Aneh gimana? Mungkin enggak akan lama anak kamu bilangnya Lo gue."


"Abang yang ajarin."


"Kamu ini, ngeyel aja," ucap indra sambil mengacak rambutnya. "Oh ya, besok bawa Tara kerumah Oma nya, mereka pengen kamu nginap disana sebelum balik ke Bali?"


"Hah? Serius bang?" tanya Nara kaget .


"Biasa aja kali, sejak kamu nikah kamu kesana baru sekali itupun kamu enggak menginap."


"Nara takut bang."


"Mereka orang baik Ra, cuma kalo urusan perusahaan mereka sedikit licik."


"Abang kasih Nara sebagai umpan?"


"Ngawor kamu, kan kamu sendiri yang hamil sama anaknya, tanpa Abang minta."


"Jadi sebenarnya Abang ini jual Nara?"


"Hustt ngaco, udah sana tidur, sebentar lagi suamimu pulang."

__ADS_1


"Huh....Abang resek." Nara bangkit dari duduknya dan hendak naik kekamarnya.


" Assalamualaikum..." Ucap Bara saat melewati pintu.


"Udah balik Lo." ucap Nara sambil jalan.


"Hust yang sopan."


"Jawab dulu dong salamnya suami." Goda Bara."


"Cih.... Waalaikumsalam."


"Nah gitu dong, kan enak." sambungan nya lalu dia melihat indra."Malam bang, maaf terlambat pulangnya."


"Gimana kerjaan lancar?"


"Lumanyan... Tapi bang itu...." Jawab Bara lalu mendekat pada Indra dan .mereka asik ngobrol tentang pekerjaan sedangkan Nara langsung di cuekin oleh Bara.


"Heh dasar laki." ucapnya lalu masuk kekamarnya. Merebahkan badannya dan terlelap.


Sudah jam sebelas lebih, Bara baru masuk kekamarnya karena keasikan ngobrol sama indra sampai lupa dia belum menyapa istri dan anaknya.


"Gue mohon jangan Ga, jangan tinggalin gue, gue belum siap jauh dari Lo." Nara terisak dalam tidurnya hal itu mengagetkan Bara yang baru masuk kekamar. "Ga..... Jangan buat gue tersiksa kayak gini, gue enggak sanggup." sambungnya lagi, kini Nara memeluk guling di sampingnya dengan erat.... Hiks hiks hiks, tangisan Nara mulai mereda, tapi tidak dengan igauannya. "Ga.... Angga..." malihat hal itu membuat Bara menjadi lemas seketika.


"Lo masih begitu menyayangi itu Angga raz walau udah ada gue di samping Lo." Ucap Bara dengan membelai pipi Nara yang basah. "Maafin gue harus lakukan ini, karena gue juga sayang sama elo, sejak saat pertama kita bertemu." Kini Bara mengecup pipi Nara. "Gue akan sabar menunggu sampai hati Lo terbuka buat gue." Ucapnya lagi lalu beranjak dari ranjang dan berganti pakaian. Rasa lelahnya membuat Bara langsung terlelap saat tidur disamping Innara.


...****************...


"Jadi bini Lo sekarang ada di rumah orang tua Lo bar?" Ucap Aldo saat mereka asik di kafe.


"Hemmm."


"Bukannya nemenin istri Lo di rumah, malah asik ngafe." Gerutu sisi yang sibuk mengunyah.


"Kenapa emangnya?" tanya Bara.


"Pasti Nara khawatir tau, takut de El El."


"Kenapa?"


"Lo tu kenapa-kenapa, ya emng gitu kalo menantu berkunjung kerumah mertua bege."


"Lo gitu?"


"Gue? Belum pernah di ajak kerumahnya." Ucap sisi dan itu membuat Kevin salah tingkah.


"Hayo Lo Vin, Lo mau gelap-gelapan doang sama sisi, tapi belum Lo kenalin sama ortu Lo." Ucap Aldo menggoda.


"Bukan gitu, enggak sayang, pasti gue kenalin, tapi enggak sekarang."


"Ato jangan-jangan Lo udah punya bini di rumah."


"Beneran Vin apa kata Aldo?"


"Enggak sayang, jangan dengerin Aldo ya. " Bujuk Kevin. "Ah kalian bikin panas aja." Ucapnya kesal. Bukannya minta maaf tapi mereka malah terbahak.


"Ya udah gue balik dulu, gue takut Nara mikir yang aneh-aneh lagi kalo gue keluar." ucap Bara dan beranjak pergi.


...BERSAMBUNG...


...Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2