Ayah Untuk Tara

Ayah Untuk Tara
Apapun untukmu


__ADS_3

Tengah malam buta, Kantuk sudah sangat menyerang, akhirnya Nara tidur di Rumah sendirian, "Gue suka sepi, tapi tidak kesepian seperti ini," Batin Innara. "Kenapa tiba-tiba gue kangen Bara sih," ucapnya lagi, Sejak bara menghubungi nya tadi siang, sampai saat ini dia terngiang-ngiang panggilan Barata. "Ay....? Heh...lucu juga suami gue." Gumamnya sambil memejamkan matanya. "Ta...Ta sejak kapan Lo suka menggombal kayak gitu sih?" sambungnya dengan tersenyum.


Drrrttt drrttt drrttt


Serasa mimpi, tapi benar saja ponselnya berbunyi. tanpa melihat siapa yang memanggil dia asal angkat saja.


"Ay, lagi dimana?"


"Di rumah Ta."


"Buka pintu, gue di depan."


"Jangan ngasal, gue ngantuk nih, ngerjain orang aja." Keluh Nara dengan mata tertutup.


"Ay...." Bara menekan bel pintu gerbang "Denger kan ay?"


"Serius Lo Ta?" Mata Nara langsung terbuka lebar. Dan berlari membuka pintu gerbang.


"Ay.....gue dateng." Ucap Barata dengan merentangkan tangannya, berharap di peluk oleh Nara, tapi upss maaf. "Kok enggak dipeluk ay." keluh Barata.


"Gue pikir Lo becanda Ta."


"Kan gue dah bilang, gue oke."


"Ya tapi kan, gue cuma becanda." kilah Nara, walau sebenarnya dia sangat senang atas kehadiran Barata.


"Makanya jangan becanda dalam hal kayak gini,"Ucapnya, dan masuk mengikuti Nara di belakangnya. Karena rindunya Bara memeluk Nara dari belakang. "Gue akan kabulin apapun yang Lo mau ay, Asal bukan untuk ninggalin Lo." sambungnya.


"Ta ..." Nara terdiam memberi ruang pada Bara.


"Gue kangen, Lo enggak kangen apa sama gue?" bisik Barata, seperti menahan sesuatu dalam dadanya. Ya Barata sangat sedih, seperti orang datang yang tidak di ingin kan, padahal Nara sangat bahagia, cuma tidak tau bagaimana cara mengekspresikan nya. Dia takut terlihat alay, kayak remaja jaman sekarang.


"Gue kangen Ta," Ucap Nara pelan, tapi masih dapat di dengar oleh Barata. Yang tadinya hatinya sakit dan sedih, kini sedikit gembira. Karena Nara tidak membalas pelukannya. " Sekarang Lo mandi sana terus istirahat." Barata melepaskan pelukannya itu dan berjalan menuju kamar Innara, berhenti saat melihat sofa berantakan.


"Lo tidur di sofa?"


"Emmm."


"Kenapa?"


"Sepi ta, gue enggak suka."


"Sekarang kan ada gue." Ucapnya lalu memeluk Innara lagi, kini tidak lagi dari belakang.


"Iya..udah sana, bau asem tau." Innara mendorong tubuh Bara hingga masuk kekamar.


"Yakin gue masuk kamar Lo."


"Emang Lo mau masuk kamar mana?"


"Kamar Lo lah."


"Ya udah, ribet Lo." Lalu Nara meninggalkan Bara yang sedang memberikan diri, dia ke dapur menyiapkan minuman hangat dan makanan ringan apa saja yang ada di kulkas dan di siapkan di meja, Tepatnya depan sofa yang dia buat tidur tadi. Lalu Nara menyala televisi melanjutkan nonton film sambil nunggu Bara selesai mandi.


Klik... Bara keluar dari kamar menggunakan kaos oblong, juga celana pendek.


"Seger banget Ay, lama gue enggak kabali."


"Minum dulu," Ucap Nara, memberi ruang untuk duduk di samping nya.


"Makasih ay..."


"Enggak ada mama, panggil aja nama gue."


"Gue suka gitu, jangan coba-coba ngelarang gue."


"Serah Lo."


"Ini makanan buat gue ay..."


"Iya, makan gih, keburu dingin nanti."

__ADS_1


"Makasih Ay...Cup." Bara mendaratkan kecupan di pipi Nara. "Tau aja kalo gue laper ay."


"Jangan main sosor aja dong, awas aja kalo di tempat umum."


"Di rumah boleh ya Ay .."


"Serah Lo."


"Kalo lebih boleh.."


"Ta...."


"Iya iya.... Gue sabar " ucap bara sambil manyun dan melahap makanan yang di sajikan oleh Innara.


...****************...


"Ay bangun, sudah siang." Ucap bara sambil mencium pipi Nara yang dingin.


"Masih ngantuk Ta..." Bukannya berusaha membangunkan tapi Bara malah memeluk erat tubuh Innara.


"Gue tidur lagi deh." ucapnya, dan mulai memejamkan mata.


Tiba-tiba terdengar pintu terbuka sendiri, padahal Bara yakin semalam pintu sudah di kunci.


"Ay, kayaknya ada yang datang " Ucap Bara berbisik.


"Mungkin Angga Ta..." Ucap Nara sambil merem. "Hah? Angga?" Innara membuka mata lebar-lebar langsung bangun, dan bergegas mencuci muka nya. Tanpa menghiraukan kehadiran Bara yang bengong melihat tingkah laku istrinya itu. Dan itu membuatnya salah paham. Setelah ganti baju, Nara langsung keluar kamar. "Aduh.." Nara keluar kamar dan menabrak sesuatu. "Angga....Ngapain Lo di depan pintu."


"Ya...mau bangunin Lo." Ucap Angga dan bara mendengar dari dalam.


"Ayo...." Nara mendorong tubuh Angga menuju meja makan. "Mau minum apa?"


"Kopi."


"Nih.."


"Gue mau kopi Ra "


"Lo enggak tidur di sofa?"


"Di kamar."


"Tumben."


"Emang kenapa?"


"Ya... enggak papa, kan selama Lo tinggal sendiri Lo tidur di sofa."


"Cerewet Lo, Aiizzz." Nara bersiap melempar Angga dengan sendok yang ada di tangannya.


Klik... Bara keluar dari kamar dengan sudah rapi.


"Kenapa dia disini?" tanya Angga murka saat melihat Bara keluar dari kamar Nara.


"Ganti baju, bajunya basah tadi."


"Ada kamar Tara Ra, kenapa harus di kamar Lo sih?"


"Apaan sih Lo Ga, berisik tau, baru Dateng udah ngoceh aja, makan aja dulu sini." ucap Nara menyuruh Angga duduk. "Makan Ta..."Giliran Bara duduk di samping Nara.


"Kalian jadian?" tanya Angga tidak berhenti membuat Nara kelabakan Mecari alasan.


"Lo jadi polisi sekarang."


"Jawab gue jujur Ra."


"Enggak, dia tadi janjian sama Tania kesini, mau ngerjain tugas bareng."


"Beneran?"


"Em..."

__ADS_1


"Ya Udah gue tunggu Tania kesini." tutur Angga dan itu membuat Nara panik. Bagaimana tidak itu hanya omong kosongnya Nara saja jika Tania akan datang, karena setelah liburan dia sama sekali belum pernah bertemu dengannya, apalagi setelah kejadian itu mungkin saja dia masih canggung untuk bertemu dengannya. Sama halnya Bara, dia baru muncul setelah liburan. TUGAS mana tau tugas apa itu.


"Serah Lo!" ucap Nara was was. Tiba-tiba saja Bara menyodorkan piringnya sambil meringis. Nara memberi kode agak Bara bersikap biasa saja tapi kodenya tidak terbaca oleh Bara.


"Mata Lo sakit?" ucap Bara langsung berdiri memegang pipi Nara melihat matanya dalam-dalam.


"Sakit Ta.." Ucap Nara saat bara melihat lekat-lekat.


"Ra..." Angga mendorong Bara karena cemburu." minggir Lo." Napas Angga naik turun karena menahan kesal, ingin rasanya dia menghajar Bara, tapi itu tidak mungkin.


"Lo kenapa sih." giliran Bara mendorong Angga.


"Kalian apaan sih? kita mau makan ya, jangan bikin ribut di rumah gue!"


"Dia pegang-pegang Lo."


"Dia cuma bantu gue Ga."


"Gue enggak suka."


"Kenapa? Lo cemburu?" Ujar bara sinis melihat tingkah Angga.


"F*ck? Apa hak Lo tanya gitu sama gue?"


"Angga please jangan buat bad mood pagi-pagi." Ucap Nara sambil memegang tangan Angga. Sedangkan Bara melihat hal itu menjadi kesal.


"Mana nasi gue?" Pinta bara sambil melempar kan tubuhnya di kursi.


"Iya bentar." ucap Nara lalu melepas tangan Angga. "Lo duduk juga." Ucap Nara pada Angga, dan diapun menurut saja. Dan mengambilkan nasi untuk Bara lalu Angga. Sekali lagi Angga merasa kesal karena di nomer duakan. "Enggak usah di liat aja Ga, di makan."


"Em..."


"Bu Rini kapan balik?"


"Sepertinya Bu Rini akan stay disana sama Tara, sedangkan mbak Tia belum tau, dia belum memutuskan."


"Gue kangen masakan Bu Rini."


"Masakan gue enggak enak ya."


"Enak sih, tapi masakan Lo sama kayak di kafe, gue kangen masakan rumahan."


"Kan ada mami Lo."


"Apalagi mami, enggak pernah masak selalu pesen makanan dari luar, ada ART juga cuma bersih-bersih rumah aja." keluhnya.


"Kan ada Jenny, masakan bandung enak Lo." ucap Nara."


"Ra...jangan buat gue semakin merasa bersalah sama Lo."


"Gue enggak apa-apa Ga." walau batin Nara tidak bisa sepenuhnya terima, karena diapun melakukan hal yang sama, menikah diam-diam.


"Bukan itu jawaban yang gue pengen dari Lo."


"Terus Lo mau jawaban apa dari Nara?" ucap Bara jadi kesal." Lo mau kawin lari sama dia?"


"Kalo Nara mau, gue pasti jabanin."


"Anj*Ng Lo." Umpat Bara kesal, karena merasa sesuatu yang tidak beres. "Ay... Lo mau kabur sama dia?" Bara keceplosan, saat itu.


"Ay...? Maksud Lo apa?" Angga kaget kenapa Barata tiba-tiba memanggil Nara seperti itu. "Ay...? Gue enggak salah dengar kan?"


"Apaan sih Lo Ga." Nara mencoba mengabaikan pertanyaan demi pertanyaan dari Angga.


.


.


ALASAN APA LAGI YANG AKAN DI BUAT OLEH INNARA, TUNGGU EPISODE BERIKUTNYA YA READER


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


...Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰...


__ADS_2