
Sebenarnya Nara masih memiliki waktu sampai sore nanti, tapi Nara harus menyelesaikan administrasi yang belum dia bayarkan, karena kemarin saat dia menuju loket ada gangguan dari Angga yang tiba-tiba muncul.
Nara memesan ojek online untuk mengantarnya hingga kerumah sakit. Nara menunggu di depan kampus tiba-tiba ada sebuah motor yang hampir menyerempet.
"Eh naik motor hati-hati dong, " Omelnya, tapi tidak di gubris oleh pengendara motor itu.
"Mbak Innara ya?" Seseorang mengagetkan nya kembali.
"Ya ampun bli, bikin kaget aja." Ujar Nara.
"Maaf mbak," ucap kang ojek sambil mengulurkan helmnya.
"Buruan ya bli, mau hujan kayaknya."
"Iya mbak, sesuai titik kan ya?"
"SiP." jawab Nara sambil duduk manis di jok.
"Saya berangkat ya mbak." Hanya di jawab anggukan oleh Nara, gas pun di injak motor melaju dengan kecepatan enam puluh kilometer per jam. Dalam perjalanan selama kurang lebih lima belas menit.
Tik Tik tik
Nara menengadahkan tangannya, itulah kebiasaan orang Indonesia.
"Bli hujan, kita berteduh dulu ya." Suara Nara meninggi karena angin kencang juga hujan mulai deras. kang ojek pun menepikan motornya di depan Sebua Ruko besar. "Lah itu motor yang nyerempet gue tadi." batin Nara dengan memperhatikan motor dan si empunya. "Kayaknya pernah liat." pikir Nara. "Tapi dimana?" Nara mulai memutar otak, tapi sama aja, otak Nara lagi kosong enggak mau diajak berfikir.
"Mbak saya ada jas hujan. mau pake?"
"Enggak usah bli, nunggu reda dikit." Jawabnya dengan agak teriak.
__ADS_1
Tiba-tiba seseorang menghampiri Nara, dan ternyata pria yang memiliki motor sport itu.
"Kita ketemu kan?" Ucapnya sok kenal.
"Enggak."
"Kayaknya kita berpapasan di Rumah sakit tadi pagi." Mau tidak mau Nara akhirnya melihat lawan bicaranya.
"Oh iya, Lo yang nyerempet gue barusan di depan kampus iya kan?"
"Oh itu, sorry - Sorry, gue Enggak sengaja tadi." jawab pria itu dengan sopan.
"Giliran salah aja sopan, kalau orang yang salah nyolot" Gumam Nara pelan tapi masih didengar oleh pria itu.
"Maksud nya?"
"Maksud apaan?".
"Gue enggak bilang apa-apa."
"Gue denger."
"Denger apa?
"Ya yang Lo bilang?"
",Emang gue bilang apa?" ucap Nara semakin kesal.
"Bli, ini ongkosnya ."
__ADS_1
"Tapi mbak, kita belum sampai?"
"Saya naik taksi online aja bli."
"Oh.. gitu, tapi saya tetap di kasih bintang satu ya mbak Innara." Ujar kang ojek agar memberinya bintang satu.
"Oke.." sambil mengacungkan jempolnya.
"Mbak Innara?" mobil berhenti tepat di depan ruko Nara berdiri.
"Iya bli." Nara langsung berlari masuk kedalam mobil itu.
" Gue belum selesai ma Lo Innara."Pria itu teriak dengan kencang karena Nara sudah melaju dengan taksi onlinenya.
"Bli kenal dengan mbak Innara barusan?" tanya kang ojek.
"Kenal sih enggak mas, tapi beberapa kali order saya yang angkut." jawabnya.
"Mas pacarnya?" tanya kang ojek lancang.
"Gue juga enggak kenal, Malah baru tau namanya pas bli panggil dia tadi." Jujurnya.
"Kirain kalian pacaran, terus ngembek-ngambekkan." Goda kang ojek. Kesal juga lama-lama dengan kang ojek ini, pikir Pria itu. " Kalian cocok, mbaknya cantik masnya ganteng." Imbuhnya. Tapi kali ini tidak dijawab, tapi entah kenapa bibirnya melengkung sendiri.
"Aih sial, gue kenapa?." Ujarnya saat menyadari hal itu.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG
Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰