Ayah Untuk Tara

Ayah Untuk Tara
Perasaan yang tersembunyi


__ADS_3

🎤🎤Biar matahari bohong pada siang, Pura-pura tak mau panas, Tak perlu menyiksa diri sendiri, Sembunyikan cinta yang ada


Aku tak perlu bahasa apapun, Untuk mengungkap aku cinta kamu, Aku tak pernah beristirahat, Untuk mencintai kamu sesuai janjiku promise


Seribu wajah goda aku, Yang ku ingat hanya wajah kamu, Janjiku tak pernah main-main, Sekali kamu tetap kamu


"Tan, mau makan apa?" tanya Angga saat mereka sudah duduk di kursi yang menghadap pantai. Tapi Tania tidak menjawab, dia menghayati lagu yang di mainkan membuat hatinya merana, Sekali kamu tetap kamu. "Tan Lo ngelamun apa sih?" Angga memegang tangan Tania.


"Eh apa Ga?"


"Lo kenapa sih? Ngelamun aja."


"Enggak papa gue, kenapa?"


"Lo mau makan apa?"


"Serah Lo deh, gue ngikut." Ucap Tania ya g masih memikirkan lagi yang di lantunkan itu. tanpa terasa air matanya keluar tanpa aba-aba dari nya.


"Tan...Lo nangis? Kenapa?" tanya Angga khawatir. Tania cepat-cepat menghapus air matanya dengan punggung tangannya.


"Gue nggak papa Ga, gue suka lagunya."


"Lagi apa sih sampe Lo baper gitu." lalu Angga pun mendengarkan dengan seksama. "Lo lagi suka sama seseorang?" tanya Angga saat memahami liriknya. "Gue kenal?"


" Apa sih Lo Ga? Gue cuma suka aja lagunya, enggak ada yang lain."


"Jangan bohong Lo sama gue."


"Gue suka sama Lo Ga, suka banget, suka dari dulu sejak SMA, tapi hati Lo sudah ada Innara, sampai saat ini," Batin Tania. " Apa gue bisa gantiin dia di hati Lo?"sambungnya lagi sambil menatap Angga .


"Tan...Tania." Angga menggerakkan tangannya naik turun di depan wajah Tania. hingga Tania tersadar akan ulahnya.


"Sorry-Sorry, gue ke toilet dulu." Tania segera pergi dari sana sebelum keluar banyak pertanyaan dari Angga. "Duh kenapa sih gue bisa baper parah kek gini." gumam Tania sambil meruntuki sikapnya. "Gimana kalo Angga sampai tau, gue takut dia menjauh dari gue," Tania lemes sendiri mendengar ucapannya. "Sampai kapan gue simpan hati gue Ga." Tania menghela napas. " Setelah Lo jauh dari Innara, sikap Lo balik dingin kek dulu, sampe gue enggak kenal, gue ngerasa ada yang hilang." lagi-lagi Tania bergumam.


"Mbak enggak papa?" seseorang menghampiri Tania karena mata Tania mulai memerah. Lalu Tania di beri tisu. Tania pun menerima nya.


" Makasih mbak, saya enggak papa kok." Jawab Tania dengan tersenyum.


"Oke..." Jawab wanita itu dan pergi . Tania menghapus airmata nya yang tidak mau berhenti dengan kesal.

__ADS_1


"Duh kenapa sih mata gue? kenapa enggak mau berhenti ini." ujarnya semakin lama semakin tersendu. "Gue enggak papa, IM good." tania. menyemangati diri sendiri. "Ra boleh kan Angga buat gue," gumamnya, walau dia tau Nara bukanlah pemilik Angga tapi milik Jenny , tapi dia juga tau hati Angga masih utuh untuk Innara bukan Jenny" selama Lo enggak ada, gue jadi tempat sampahnya, selalu Lo yang dia cari, selalu Lo yang dia ceritain, selalu Lo yang dia Puja-puja., gue juga mau Ra di perlakukan Angga sedalam itu, bukan jadi pelampiasan dia aja." Tania kini menutup wajahnya dan mulai terisak. "Gue mau Angga Ra, gue mau dia." Sedangkan di meja sana Angga menunggu dengan sabar kedatangan Tania, walau makanan sudah mulai dingin.


"Ngapain aja sih nih bocah." Gumamnya lalu dia menyusul ke toilet. "Tan..Lo masih di dalam?" Tanya Angga dari luar. Mendengar ada yang memanggil Tania langsung menyiram air ke wajahnya tanpa mengelapnya dia keluar agar tidak terlihat itu adalah air mata. " Jorok banget sih di cewek." Ujar Angga lalu mengambil sapu tangan di sakunya dan membersihkan wajah Tania. "Lo kenapa sih? Gue ada salah sama Lo? Atau ada masalah di kantor?" tanya nya tanpa melihat tempat.


"Gue laper..." Tania nyengir.


"Ya udah, udah dingin itu makanan nya."


"Hemm." lagi-lagi Tania nyengir kuda.


"Ngapain sih Lo tadi lama banget."


"Rame...ngantri."


pluk.....


Angga menoyor kepala Tania, karena tidak mungkin antri di jam segini, dan pengunjung juga tidak begitu banyak.


"Alasan aja Lo," Ujarnya sambil tersenyum. "Dah makan, jangan banyak ngelamun nanti di sambet setan." tuturnya.


"Setannya seganteng elo juga enggak papa gue kesurupan tiap hari." lagi-lagi nyengir kudanya beraksi.


"Beneran kesambet ni anak." Tutur nya sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya. Sedangkan Tania kesal.


"Makan yang bener, enggak usah manyun gitu, kek anak kecil tau." tukas Angga melihat raut wajah Tania yang sedang kesal. " Tan..."


"Hem..."


"Apa kabar Nara?"


"Ngapain tanya gue?"


"Lo kan temennya?"


"Lo Enggak?"


"Ya beda.."


"Cih....minggu depan dia balik, buat Stor laporan, tapi mungkin enggak akan lama."

__ADS_1


"Kenapa?"


"Ya kan dia lagi magang Angga, kayak gue, mana bisa di tinggal lama-lama."


"Lo ketus amat sih ma gue."


"Lo sih Nara lagi, Nara Mulu, kan Lo lagi sama gue Angga, cerita kek tentang kita berdua." Umpat Tania dalam hati, dia tidak mampu untuk mengeluarkan semua unek-unek dalam hatinya. Itu menyebabkan terasa sesak di dalam dada.


"Tuh kan ngelamun lagi," Ujar Angga, "Heran gue, gimana kerjaan Lo kalo Lo sering ngelamun kek gitu Tan?"


"Biasa aja gue, Lo aja lebay."


"Gue?"


"Hem..., siapa lagi." ucap nya sambil melirik Angga yang tidak terima jika di katain lebay, padahal kalo Innara yang bilang pasti akan jadi becandaan yang panjang. "Kenapa harus Innara lagi Innara lagi sih." keluhnya dalam hati.


"Dah cepet habisin, setelah itu clubing, mau enggak?"


"Hah? Serius Lo?" tanya Tania dengan tatapan aneh.


"Ya serius lah, masak iya gue becanda."


"Gue telpon Innara nih kalo sampe Lo clubing." Ancam tania.


"Telpon aja, dia udah enggak peduli sama gue."


"Dia cuma jaga perasaan Jenny dan orang tua Lo Ga." Tania menjelaskan." Apa Lo lupa gimana marahnya mami Lo sampe nampar Innara?" mengingat itu wajah Angga jadi sendu.


"Iya, gue emng yang salah disini, dia benar, enggak harusnya gue cari-cari dia sementara gue sudah punya jenny." Ucapnya pilu, lalu tertunduk.


"Ga...bukan salah Lo, dia cuma...."


"Udah lah Tan, gue emang selalu enggak bisa tegas dalam segala hal, bahkan hidup gue aj masih di stir oleh orang tua gue, walaupun gue enggak pernah lagi minta duit dari mereka."


"mereka cuma pengen Lo bahagia Ga."


"Tapi mereka juga yang bikin gue menderita."


"Apa semenderita itu hidup Lo sama Jenny Ga?" tanya Tania dalam hati, lagi-lagi dalam hati. Kenapa dia tidak bisa berkata apapun pada Angga untuk mengungkapkan semua isi hatinya.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


...Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰...


__ADS_2