
Malam itu gue....
FLASHBACK ON***
"Masih maksa ya Lo?" tutur Tania saat Angga tidak menyerah mengajaknya pergi.
"Gue bosen Tan, kalo ada Lo lebih seru." alasannya.
"Gue balik aja, besok gue ngantor."
"Ayo lah Tan..." paksa Angga.
"Angga...?" Angga menarik tangan Tania masuk kedalam mobilnya. "Mau ngapain sih clubing? Berisik tau Ga, gue enggak suka."
"Biar gue bisa lupain sesaat masalah gue."
"Masalah apa sih sok sok an punya masalah." Gerutu Tania yang sedang kesal.
"Enggak tau gue, bingung juga masalah apa, tapi rasanya otak gue penuh aja, enggak bisa mikir."
"Otak Lo kecil sih." ledek Tania.
"Lo ngeledek gue lagi, gue cium nih." Angga mendekatkan wajahnya pada Tania.
" oke-oke, tapi Jangan mabok ya, enggak ada yang nganter gue balik nanti." Tania menarik mundur wajahnya.
"iya, bawel Lo lama-lama kayak Nara." keluh Angga saat Tania mengomel. Biasanya mereka hanya berantem hal yang enggak penting, tapi kini Tania lebih banyak perhatian pada Angga.
"Cih...Nara lagi, Lo segitunya sama Nara sih ga? Enggak ada cewek lain gitu yang Lo suka?"
"Gue juga enggak tau, kenapa cuma Innara yang bisa gue pikirin, padahal sebelumnya banyak cewek yang baris antri di belakang gue."
"Termasuk gue Ga." Batin Tania.
"Kenapa Lo bengong gitu."
"Ah enggak cuma mau bilang."
"Apa?"
"Belagu Lo...wkwkkwk.*
"Resek Lo emang, pantes aja gue males sama Lo." Sindir Angga.
__ADS_1
Tak terasa obrolan mereka sudah membawa mereka di depan bangunan yang kecil.
"Disini?" tanya Tania
"Hem.., kenapa?"
"Enggak mirip tempat begituan."
"Tunggu dulu, Lo belum liat di dalam," Jawab Angga dan menarik Tania keluar. "Ayo..."
"Sabar Napa Ga." mereka memasuki bangunan itu, terdapat kafe biasa yang tertutup, lalu Angga menemui kasih disana dan mendapatkan ID, Angga kembali pada Tania dan menggandeng nya masuk.
"Jangan jauh-jauh dari gue." Pinta Angga, dan hal itu tentu saja membuat Tania bahagia.
"Emmmm." Jawabnya mencoba menyembunyikan senyumnya. Angga dan Tania masuk lagi melalui pintu kecil berwarna biru, lebih kecil dari pintu sebelum nya. setelah itu mereka menaiki tangga, dari sana mulai terdengar musik jedag jedug memekakkan telinga. "Berisik banget Ga."
"Udah enggak papa, di buat asik aja Tan."
"Gue enggak denger!" lalu Angga mendekat dan berbisik. "Geli Ga."
"Udah ayo, Lo mau minum apa?"
"Juice, ada enggak?"
"Serah Lo." Setelah memesan minuman merekapun turun kelantai dansa, awalnya Tania ragu, tapi karena Angga dia memaksa kan diri untuk mengikuti arus. "Semoga dengan jalan ini, Lo bisa buka pintu hati Lo buat gue Ga." Batin Tania, sangking asiknya Angga tak sadar sudah minum terlalu banyak.
Waktu menunjukan pukul satu malam, bar mulai sepi, sedangkan Angga masih menikmati minumannya.
"Ayo pulang Ga, Lo dah minum banyak banget." Ujar Tania saat melihat Angga tidak mau berhenti minum.
"Lo Innara?" tiba-tiba seseorang memanggil nya.
"Oh bukan, saya temannya, ada apa ya?"
"Teman Lo depresi tu karena cewek yang namanya Innara." sambungnya lagi.
"Hah?" Tania terkejut.
"Dia sering kesini dan mabuk lebih dari ini, dan selalu sebut Innara, kalo lo teman Innara, mending suruh temui dia." Tania tertegun mendengar penuturan pegawai bar itu.
"ternyata sedalam itu cinta Lo sama Innara Ga, apa bisa gue gantiin posisi dia buat Lo?" Gumamnya dengan menitikkan air mata.
"Ra.... Lo disini?" Angga menarik pinggang Tania. "Gue yakin kalo Lo juga sayang sama gue Ra, buktinya Lo datang buat gue kan?" Angga memeluk Tania dengan erat. "Please Ra, jangan tinggalin gue, gue sayang sama Lo, gue enggak peduli soal papi mami, gue hanya peduli sama Lo Ra.." Suara Angga serasa seorang yang sedang putus asa, benar kata orang tadi dia sedang depresi.
__ADS_1
"Kita pulang ya?" ucap Tania, lalu Angga memandang nya.
"Ternyata bener Lo kan Ra? Gue enggak salah kan?"
"Em..." Jawab Tania dengan menahan sakit di dadanya." Apapun demi Lo Ga," gumamnya. "Gini amat nasib gue." Sambungnya. "Ayo Ga pulang," Tania mencoba mengangkat Angga tapi tidak kuat.
"Mau gue bantu?" Tanya seseorang di belakang Tania.
"Boleh, tolong bantu gue bawa dia ke mobil." Ucap Tania dan pria itu membantu Tania membawa Angga masuk kedalam mobilnya. "Gue enggak bisa nyetir." Ucap Tania capet karena pria itu akan segera pergi.
"Gue Carikan sopir, Lo tunggu aja disini." Ucap pria itu dan pergi. Tidak lama kemudian ada pria lain yang katanya bisa nyetir dan bisa mengantar Tania dengan upah. Tania pun setuju, tapi bingung dia harus pulang dimana, tidak mungkin jika mengantar ke rumah orangtuanya, pasti Tania akan kena amuk oleh orang tua dan istrinya, kerumahnya Innara, kuncinya sudah di ganti, ke kosannya juga tidak mungkin karena kosannya adalah khusus perempuan, satu-satunya tempat yang bisa di tuju adalah resto Angga.
"Kemana ini kak?"
"Emm....bebek betutu naga Basuki aja pak."
"Oh....oke." Sang sopir tau maksud Tania.
"Ra......" Panggil Angga pada Tania. "Ra....Gue sayang sama Lo Ra." Angga bersandar di bahunya. "Ayo kita pergi dari sini, gue udah enggak tahan disini Ra." Suara Angga semakin lirih.
"Dalam keadaan apapun Lo selalu ingat dia Ga, bagaimana caranya agar gue bisa gantiin dia di hati dan pikiran Lo." Gumamnya sendiri lalu membelai tangan Angga yang ada di pangkuan nya.
Tidak butuh waktu lama mereka pun sampai di resto, Tania di bantu oleh sopir pengganti membawanya ke lantai atas, setelah sopir itu pergi dan membayarnya, Tania kembali ke atas untuk melihat kondisi Angga.
"Ga, Lo ngapain tidur di bawah?" teriak Tania saat melihat Angga jatuh di lantai.
"Air Ra, gue haus."
"Tunggu sebentar." Tania turun kebawah dan mengambil minuman. Biasanya Angga sedia air mineral di botol kemasan tapi entah kenapa malam ini tidak ada air. "Nih Ga, minum..." Tutur Tania memegang gelasnya dan perlahan Angga meminumnya. Setelah menghabiskan segelas air, Angga melepas kemejanya.
"Panas Ra..." Ucapnya lalu menjatuhkan diri di lantai lagi.
"Masuk angin kalo Lo kek gini Ga."
"Ada LO penghangat gue Ra." perlahan Angga menarik tengkuk Tania dan mendekatkan kewajahnya, karena tidak ada penolakan dari Tania Angga pun tidak sabar untuk menjelajahi bibir merah Tania.
"Ga...lepas." Tania menolak walau sebenarnya tidak ingin menolak.
"Sudah terlanjur Ra, lagi ya?" Tanpa menunggu jawaban Angga mulai melu*** bibir itu hingga memerah. "Manis Ra, " Tuturnya, setelah puas dengan bibir, Angga mulai menjelajah turun ke leher dan satu persatu kancing baju Tania lepas.
"Gue mulai."
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1
...Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰...