Ayah Untuk Tara

Ayah Untuk Tara
cemburu tapi enggak ngaku


__ADS_3

"Makanan sudah datang, yuk kita makan." akhirnya Tania yang mengambil makanan yang mereka pesan, karena Angga Tara dan Bara sedang asik dengan dunia lain.


"Lho Angga mana Tan?" tanya Nara, karena yang di suruh untuk menunggu makanan datang.


"Di depan sama Tara." Nara keluar sesuai dengan instruksi Tania.


"Kalian ngapain disini?" tanya Nara karena mereka bertiga asik menikmati bintang di langit.


"Bunda ... bikin Tara kaget, " Ucap Tara manja dan berdiri memeluk Nara.


"Emang enggak ada yang lapar?" sambung Nara.


"Tara lapar..."


"Emang udah datang makannya?"


"Lo Ga, ngelamun aja."


"Sorry-Sorry."


"Ya udah, ayo masuk! Nunggu apalagi?"


"Bunda gendong." Nara tersenyum lalu menggendong Tara.


"Wah bayi besar bunda makin gemoy aja."


"Bunda ..." Tara paling tidak suka ada mengatakan dia gemoy. Nara pun masuk kedalam di ikuti Bara dan Angga.


"Tara enggak mau gendong sama om."


"Enggak ah, sama bunda aja."


"Kalo sama ayah, gimana?" kini giliran Bara yang mencoba dekat dengan Tara.


"Emmm boleh deh," Ucap Tara lalu mengulurkan tangannya pada Bara.


"Tumben anak bunda ini." Nara memberikan Tara pada Bara, dan mereka berjalan terlebih dahulu. "Lo kenapa?" Nara menyenggol lengan Angga saat ada pandangan yang kurang mengenakan baginya, seolah ada sesuatu yang akan terjadi.


"Enggak papa gue."


"Ya udah masuk." Nara menarik tangan Angga.


"Ayo Ra, buruan...Ga, makanan Lo." ucap Tania menyuguhkan makanan untuk Angga.


"Thanks Tan." Tania mengangguk sambil tersenyum Nara melihat itu dengan rasa tidak suka, tapi tidak mungkin dia menunjukkan nya, dia berjanji akan membantu mereka dekat.

__ADS_1


"Makan Ra." Bara membuka kota nasi dan mengambilkan sendok untuk Nara. "Minuman Lo." sambungnya.


"Makasih, dan ini untuk Tara..."Ucap Bara riang.


"Terimakasih ayah "


"Sama-sama sayang," sama halnya dengan Innara Angga pun tak suka melihat kedekatan itu.


"Kenapa? enggak enak." tegur Tania saat melihat Angga malas untuk menyantap makanan nya.


"Eh enggak, oke kok makannya."


"Kalo enggak oke, di libas sama Nara," Ucap Tania sengaja ngajak ngelawak, tapi sayang tidak ada yang ketawa. "Garing ya lawakan gue?" Tania nyengir.


"Lo emang enggak bisa nglawak Tan." Ujar Fia dengan mulut penuh makanan.


"Jorok Lo Fi,bicara sama mulut penuh gitu." Keluh Raffi yang berada di samping Fia. justru hal itu yang membuat suasana hening jadi rame.


"Jorok emang si Fia Raf, Lo jangan mau pacaran ma dia." Canda Tania.


"Gue juga ogah sama dia, maunya sama ayang Bara." Ucapnya genit. "Iya kan ayang." Lanjutnya.


"Apaan sih Fi, gue juga keren kali, enggak jauh beda sama Bara," Raffi tak terima dengan guyonan Fia." Iya kan Tan?"Raffi bertanya pada Tania.


"Ehmmm Lo emang enggak ada bedanya sama Bara, cuma beda di jumlah fans aja." jawab Tania sambil meneguk minuman yang ada di depannya.


"Alah alasan aja Lo..."


"Udah ah, ngomong aja, makan! makan!" Ujar Nara saat melihat obrolan yang enggak penting dan akhirnya akan adu mulut.


"Iya..." jawab Raffi dan Fia kompak.


"Kayaknya kalian jodoh." tiba-tiba Angga bersuara.


"Uhuuk uhuk uhuk.., apaan si Lo Ga." Ucap Fia dan Raffi bersamaan lagi.


"Tuh kan?" ucap Angga santai, lalu Fia dan Raffi saling tatap kemudian keduanya buang muka. hal itu membuat seisi ruangan tergelak melihat tingkah laku teman perjalanan nya itu.


"Kalian ya, bisa aja di godain sama Angga." ucap Nara sambil geleng-geleng.


"Laki Lo emang nyebelin." Ucap Fia lalu menyuapkan makanan kedalam mulutnya dengan kesal. Hal itu membuat hening seketika, Tania memandang Angga sedangkan bara menatap Nara.


"Tidaaaaaakkkk." ucap Nara dan Angga bersamaan.


"Kalian juga jodoh tuh..." sekarang giliran Raffi yang berkomentar.

__ADS_1


"Apaan sih Lo pada, udah dilanjutin makannya." Bara menjadi penengah sekarang, karena dia tidak suka dengan lelucon itu, takutnya jika memang itu benar maka dia akan patah hati sebelum berjuang. tapi tatapan aneh dari Angga membuat Tania sadar akan sesuatu, jika memang kedua sahabatnya itu saling suka tapi di tutupi dengan atas nama persahabatan. lalu Tania mengelus lengan Angga diapun tersadar akan sikapnya dan mengambil minum dan meneguknya hingga tandas.


"Gue duluan." Angga keluar dari zona panas baginya. melihat Nara mendapatkan perhatian dari Bara. kenapa rasanya tidak sama dengan disaat Nara jalan dengan Doni, apa yang salah dengan ini? "gue kenapa ini?" gumam Angga.


"Kenapa?" Tania muncul di belakang Angga. mungkin ini kesempatan yang tepat baginya untuk lebih dekat dengan Angga, karena Nara akan sibuk dengan urusan Tara yang selalu menempel pada Bara.


"Enggak."


"Cerita dong, gue juga sahabat Lo Ga, bukan Nara doang." ucap Tania getir.


"Gue enggak ada apa-apa Tan, cuma gerah aja tadi habis makan pedes." elak nya, padahal tadi pedesnya masih di bawah seleranya. tapi itu selera Innara, "seandainya jika Nara yang mengambilkan makanan untuk nya tadi, pasti sambelnya buat gue." batin Angga kesal.


"Serius enggak ada apa-apa?" Angga mengangguk." kalo gitu kita jalan yok, di belakang katanya ada pantai."


"Ada, tapi agak muter jalannya, Lo mau?" karena kesal dengan Nara maka Angga pun pergi dengan Tania untuk menghindari hal-hal yang tidak dia inginkan.


"Boleh." Akhirnya Angga dan Tania jalan berdua saja, hal ini sangat sungguh hal yang di harapkan oleh Tania. Bukan mereka tidak pernah jalan berdua, tapi ini di luar dari nama Innara, tidak ada Innara diantar Angga dan Tania saat ini, hanya berdua ya berdua saja.


...****************...


"Akhir-akhir ini gue liat Lo sering galau Ga, kenapa?"


"Perasaan Lo aja kali, gue biasa aja." jawab Angga datar. Memang beda sikap Angga saat ada Innara dan tidak ada. Saat bersama Innara seolah dia bisa melepas semua apa yang ia rasakan, sedangkan jika tidak dia menutup rapat-rapat.


"Lo beneran enggak suka sama Nara?" -Tania


"Pertanyaan apa sih?" -Angga


"Ya gue tanya Ga." -Tania


"Lo teman ma kita udah berapa lama Tan? Masih aja tanya yang kek gitu." Angga jadi semakin malas dan agak menyesal kenapa banyak yang ikut di agenda ini.


"Lo enggak nyaman ya gue tanya-tanya?" -Tania


"Dah tau Lo." -Angga


"Ya udah kita enggak usah bahas siapa-siapa, kita nikmati aja malem ini berdua." Tania mencoba mencairkan suasana. "Gue pengen ini jadi malam terindah buat gue." Teriak Tania sekencang kencangnya. Angga hanya melihat tingkah laku teman nya itu sedang tersenyum tipis.


"Biasanya gue berantem Mulu sama Lo Tan, sekarang gue jalan beneran sama Lo." Gumamnya.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰


__ADS_2