Ayah Untuk Tara

Ayah Untuk Tara
Kerja lembur


__ADS_3

"Dasar Goblok, kenapa bisa salah Lo kasih itu makanannya?"


"Maaf bos, sudah benar gue simpan di meja tu cewek."


"Bangsat, lain kali Pastikan jika itu dia, jangan teledor,"


"Siap bos!"


"Masih bernasib baik Lo Ra, tunggu saja permainan ku berikutnya, gue enggak akan ampuni Lo."


...****************...


"Ay.. Kita pulang, keluarga Sintia segera datang."


"Apa enggak sebaiknya kita tunggu sampai mereka datang?"


"Ada perawat yang akan jaga, Lo enggak perlu khawatir."


"Gitu ya?"


"Iya,"


"Ya udah, semoga lekas baik deh Lo sin." akhirnya mereka pun pulang.


"Bunda...." Tara menyambut Innara saat mereka pulang bersama. "Bunda tidak apa-apa?"


"Bunda baik-baik saja sayang, kenapa memangnya?"


"Kata om Indra tadi..."


"Kalian masuk dulu, Om mau bicara dulu sama ayah oke." Ucap indra pada Tara. Jagoan kecil itu pun patuh. Innara masuk kamar dan membersihkan diri, sementara indra dan Bara bicara di ruang kerja indra.


"Iya bang?"


"Mulai besok saya akan suruh Bianca untuk menjaga Nara, simpan dia di bagian sama dengan Nara."


"Tapi bang?" Sebenarnya Bara kurang setuju akan ide itu.


"Saya enggak mau kehilangan lagi Bara, dia adik ku satu-satunya, jangan remehkan orang yang berniat jahat pada kalian."


"Ada saya bang di kantor, tidak perlu ada orang lain lagi."


"Fokuslah pada pekerjaan mu, biar untuk mengawasi Innara serahkan pada Bianca."


"Kalo itu menurut Abang lebih baik, saya setuju."


"Bagus, sekarang istirahat lah, saya yakin kamu tidak fokus kerja hari ini."


"Baner bang, saya tidak bisa fokus kerja."


"Ah ya, jangan sampai Innara tau tentang Bianca "


"Baik bang." dan Bara masuk kedalam kamar.


"Bang indra bilang apa Ta?"


"Enggak papa, cuma Lo harus hati-hati."


"Kenapa?" Masalah makanan tadi?"


"Iya, walo Lo aman-aman aja, tetep harus hati-hati ay dan lagi, jangan bergaul dengan cowok yang namanya Andreas."


"Andreas, dia kan yang nolong gue tadi Ta, masak iya dia bermasalah."


"Lo kan baru kenal ay, gue juga enggak tau siapa dia, hati-hati enggak ada salahnya kan?"


"Iya deh iya."

__ADS_1


"ya udah, istirahat, gue mau mandi dulu." Bara mengacak rambut Innara.


"Tara mau tidur bareng kita?"


"Iya sayang, " Jawab Bara dengan tersenyum.


Ting


"Lo selamat kali ini, jangan berharap selamat untuk kedua kalinya."


"Ta...."


"Hem...." Innara menyodorkan ponselnya, dan bara membacanya.


"F***. " umpatnya. "Jangan di tanggapi ay, Lo tenang aja, jangan terpengaruh sama ancaman mereka."


"Ya sudah, Lo istirahat dulu, entar gue nyusul." ucapnya lalu berjalan cepat keluar kamar, tidak jadi mandi." Oh." Dia kembali lagi." pinjam ponsel Lo." Innara menyerah kan ponselnya.


tuutttt tuuuttt tuuuttt


"Do temui gue di kantor sekarang." Bara menghubungi Edo.


"Oke." walau kesal tapi Edi tetap saja profesional, karena dia di bayar mahal untuk itu.


Mereka bertemu di kantor dan memasang beberapa peralatan di kantor Edo, karena hanya kantor Edo orang Jarang masuk. "Ada pesan ancam." ujar Bara.


"Mana, biar gue lacak."


"Menurut Lo siapa yang ancam Innara, sedangkan dia sangat privat dengan identitas nya."


"Belum bisa di perkirakan bos, karena Innara selama tujuh tahun di Bali juga belum tau apa saja yang ia lakukan."


"Apa enggak ada data tentang Innara?"


"Kayaknya datanya tersimpan rapi, sulit di cari." ujar Edo." Lo serius kenal Innara luar dalam?"


"Lo bucinnya kelewatan sih."


"sial Lo."


"Oh ya ada kejadian serius sebelum Innara magang disini."


"Apa itu?"


"Penculikan, pelecehan juga rencana pembunuhan."


"Oleh siapa?"


"Karyawan nya sendiri."


"Apa? Serius? terus?"


"Gue sama Juan yang nyelametin dia."


"Bos Juan juga?"


"Kalian sama-sama kenal Innara?"


",Iya, ada masalah?"


"Belum tau."


"Lambat banget sih Lo do."


"Sabar, masih gue cari siapa-siapa yang kira-kira jadi musuh Innara." Ucap edo dan masih sibuk dengan laptop di depannya, Edo mengerutkan keningnya berfikir keras agar masalah cepat terselesaikan.


Di tempat lain Innara didalam kamarnya membuka laptop yang lama tidak iya gunakan. "Hallo laptop mungil gue, lama enggak ketemu."ucapnya."Ayo kita kerja lagi." senyumnya miring. "Maafin Nara bang, maafin gue Ta, gue enggak sepolos yang kalian kira." lalu dia menekan tombol power. "Gue yakin Lo pasti sibuk Ta, jadi gue berani buka laptop ini." Gumamnya.

__ADS_1


"F***." hampir aja kebobol data gue. Innara langsung memasang kode-kode rahasia untuk memulihkan penguncian nya kembali.


"Aaahhh sial." keluh Edo.


"Kenapa?"


"Hampir gue dapat data bini Lo, tapi tiba-tiba terkunci lagi, bahkan lebih kuat dari sebelumnya." ucapnya semakin frustasi.


"Kenapa Lo kepo sama bini gue do?"


",Kita cari tau dulu riwayat nya, dengan begitu kita mudah cari siapa saja yang musuhin dia."


"Bener kata Lo."


"Eh tunggu, ada data muncul nih."


"Apa?"


"Kasus dengan Jonathan, Lo tau?"


"Iya itu kasih pelecehan sampai percobaan pembunuhan. Ah ada lagi, penipuan."


"Kenapa?"


"Dia pegawai kepercayaan Innara, tapi ternyata dia mengelapkan sejumlah dana hingga akhir nya Innara di culik, berharap Anggara Pratama yang datang, tapi si penculikan salah prediksi, yang datang gue sama Juan."


"Jadi kalian yang bawa mereka ke penjara?"


"Yup."


"Jadi kasus ini seperti tidak hanya berhubungan dengan Innara Bar, tapi sama Lo juga." jelas Edo." sepertinya banyak bawahan nya yang sudah menyusup di perusahaan."


"Begitu ya," Ucap Bara manggut-manggut." Coba cek data Andreas, dan Prita."


"Sekretaris Lo?"


"Iya, karena Innara sering diperlakukan buruk oleh Prita, entah apa tujuannya."


"Dan Lo diem aja." tanya Edo dengan mengerutkan dahinya.


"Innara tidak selemah itu bro."


"Gue percaya," Edo tidak menyanggah.


"Kalo lawannya cewek sih, dia mampu tapi kalo laki, belum tentu."


"Jadi gue harus bagaimana ini?" tanya Edo.


"Lacak semua yang mencurigakan." perintah Bara


"Oke-oke." jawab Edo dengan membulatkan jari telunjuk dan jempolnya." Ada data masuk lagi nih?"


"Apa?"


"Beby."


"Apa?"


"iya Beby sepupu Lo yang sering datang ke kantor Lo?"


"Kenapa dia?" pikir Bara, karena aslinya Beby itu sangat imut, tapi sayang Bara sama sekali tidak menyukainya, karena dia sudah jatuh cinta sejak lama pada Innara. Walau mereka pernah di jodohkan dan Beby menolak waktu itu, Bara pun biasa saja. Tapi setelah pernikahan nya dengan Innara dia muncul dan ingin kembali. Lalu apa hubungannya dengan kasus makanan beracun itu.


...BERSAMBUNG ...


...Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰...


MAAF READER MAU UPLOAD TADI , AUTHOR NYA KETIDURAN AKHIRNYA TENGAH MALAM DEH UPLOAD, HAPPY READING, SEMOGA SUKA. MOGA BISA CRAZY UP .. AAMIIN.

__ADS_1


__ADS_2