Ayah Untuk Tara

Ayah Untuk Tara
Bara mulai kepo


__ADS_3

"Siapa sih sebenarnya Nara itu? banyak sekali yang peduli ma dia, bahkan kakak sepupu nya juga." gumamnya sambil melirik kearah Nara yang sedang tersenyum melihat Tania menggoda Angga. "Cantik."


"Siapa yang cantik."


"Anjir."


"Aduh basah Bar, jorok Lo." umpat Raffi yang mendapati kemejanya basah karena ulah Bara. Nara sedikit mendongak ada kegaduhan di meja depannya, tapi dia tidak mempedulikan nya, dia lebih suka mendengar Tania dan Angga berdebat tentang apa saja.


"Sorry sorry, enggak sengaja." Ucap Bara dengan nada pelan agar tidak di ketahui keberadaannya oleh Tania dan kawan-kawan.


"Heh...elo, siapa sih yang cantik." tanya Raffi yang penasaran dengan cewek yang di bilang cantik oleh Bara, sambil ikutan duduk di depan Bara sekarang.


"Enggak, nggak ada." ucap nya salah tingkah.


"Alah, bohong Lo."


"Apaan si Lo Fi."


"Dari mana Lo tadi? keluar kelas main ngilang aja." keluh nya pada Bara karena dia pergi enggak bilang-bilang.


"Ada, gue ke perpustakaan."


"Tumben, gebetan baru?"


"Bukan, cuma menghindar aja dari Nilam.."


"ELo ya, bener-bener deh."


"Eh tunggu bukannya itu Tania.."


"Tania...hai..." Ucap Raffi saat melihat Tania menoleh kearahnya.


"Ngapain Lo?"


"Mabok."


"Gila..." balas Tania lalu kembali ngobrol dengan Nara dan Angga, tidak mempedulikan teman kelasnya yang bernama Raffi, dia memang terkenal play boy.


"Sama siapa tu Tania."


"Enggak tau."


"Tau Lo apa sih Bar?" Raffi semakin kesal karena Bara enggak asik diajak bicara serius. "Eh tunggu."


"Apaa..?"


"Cewek depan Tania itu Lo kenal?"


"Enggak, kenapa emangnya?"


"Cantik..."


"Cantik apanya?" Bara berusaha agar Raffi tidak memiliki pemikiran yang sama dengannya.


"Jadi dia yang cantik?" goda Raffi.


"Enggak."


"Alah muna' Lo..., kalo enggak gue gebet aman dong." ucap Raffi sambil menyeruput minuman nya.


"Pacar Lo dah banyak, enggak bosan pusing masalah perempuan?" keluh Bara.


"Alah bilang aja, itu bagian Lo, ribet banget Lo."


"Kampret Lo emang."


"Hahahaha iya kan, gue tau selera Lo kisanak."


"Males ah, gue cabut." Bara pergi meninggalkan Raffi.


"Main cabut aja Lo, tunggu." Raffi mengejar Bara yang sudah menjauh.


"Kayak nya tadi itu temen Lo Tan?" tanya Nara saat melihat Bara pergi.


"Yang mana?" Tania melihat kebelakang." siapa sih?"


"Kayak cowok yang di perpus tadi." Ucap Nara.


"Kok Lo tau ."


"Itu bajunya ."


"Inget banget Lo." Angga menimpali.


"Kan tadi sempet liat di perpus pas duduk depan Tania, gimana si lu Ga?" Nara membela diri.


"Lo cemburu Ga?" Tania menyahut pembicaraan Nara dan Angga.


"Ehhh ..ente kadang-kadang ente..gue ini Angga Tania, inget Angga." tak terima di bilang cemburu akan Innara.


"Kalian ini kenapa sih, dah yuk pulang." Nara beranjak dari duduknya.


"Gue gimana?" -Tania

__ADS_1


"Maksud Lo?" -Nara


"Gue kan bawa motor Lo Ra."


"Ya udah gue aja yang bawa, Lo simpan dimana?" Nara menanyakan keberadaan motor metic nya.


"Eh enggak bisa ya, Lo sama gue Ra." Angga tidak terima jika dia harus bersama dengan Tania dan membiarkan Nara membawa motor sendiri.


"Apaan sih Lo Ga, kan Lo bisa sama Tania,"


"Kan gue berangkat sama Lo cacing."


"Iya Onta, tapi gue mau bawa motor sendiri, Lo simpan dimana Tan motornya." tanya Nara kembali.


"Gue parkir depan fakultas kedokteran."


"Lo gila?"


"Ya enggak sih,"


"Nggak jadi gue, atau Lo ambil dulu gue tunggu depan masjid."


"Boleh, gue bareng Lo aja Ra ." ujar Tania karena dia akan merasa tidak nyaman jika Angga tidak mengingat nya dalam satu mobil berdua saja.


"Gue gimana?" Tanya Angga cengo.


"Lo bawa mobil Lo sendiri."


"Tega Lo Ra." Angga menarik tangan Nara memohon.


"Bosen gue ma Lo Ga..." jawab Nara sambil nyengir, sedangkan Angga hanya cemberut dan melepaskan tangan Nara saat Nara mulai berjalan.


"Gue tunggu depan masjid ya Tan."


"Oke..." Akhirnya mereka bertiga berpisah, Nara ke masjid menunggu Tania, Tania ambil motor di parkir fakultas kedokteran sedangkan Angga dengan malas mengikuti Tania dari belakang.


"Ngapain Lo ngikutin gue?" tanya Tania saat tau ada Angga di belakangnya.


"Mobil gue deket fakultas kedokteran juga Tan."


"Pantes aja Nara enggak mau ikut juga sama Lo."


"Dia pasti males ketemu Doni." jawab Angga.


"Doni tega benget sih ngatain Nara begitu." Timpal Tania mengingat kejadian di perpus.


"Karena Nara enggak mau di sentuh ma Doni, jadi dia frustasi."


"Kenapa mereka enggak putus aja?"


"Elo kan yang paling tau Innara Ga."


"Tapi gue bukan emaknya Tan."


"Emang emak harus tau ya masalah percintaan anaknya?"


"Apaan si Lo Tan, bikin males aja."


"Sewoot.." - Tania


"Elu," - Angga


"Elu." -Tania


"Elu.." -Angga


Di tempat lain.


"Lama banget sih Tania." Nara monolog


"Hai .." Suara seseorang mengagetkan Nara.


"Dok...eh kak Juan, Hai." Jawab Nara.


"Nunggu siapa, Angga?"


"Tania kak."


"Mau kemana emang?"


"Biasa..."


"Cafe?" Nara mengangguk.


"Gue anter."


"Enggak deh, nunggu Tania aja."


Drrtt Drrttt


"Iya Jo?"


....

__ADS_1


"Bentar lagi, gue lagi otw."


....


"Oke."


tuuttt


Nara melihat jam di ponselnya.


"Ya Udah deh kak, anterin gue ke Cafe." Nara setuju dengan ajakan Juan.


"Oke, pake helm Lo." Juan menyodorkan helm pada Nara. "Sini gue pasangin." Juan memasangkan tali helm Nara.


"Gue bisa kak." tolak Nara mundur satu langkah.


"Sini.." Juan menarik tangan Nara lalu memasangkan talinya. "Dah beres yuk..." Juan menepok jok belakang nya tanda dia menyuruh Nara naik.


"Kak.." Seseorang memanggil, dan Juan menoleh.


"Eh Bar, Lo dah balik?"


"Emmm.,,Mau kemana?" tanyanya sambil melirik Nara tak suka.


"Nganter Nara..Kenapa?"


"Banyak juga ya pacar Lo." sindir Bara pada Nara.


"Kalian kenal?" Tanya Juan.


"Enggak." jawab Bara dan Nara bersamaan.


"Ciieeee kompak nih, pacaran aja." goda Juan pada Nara dan Bara.


"Ogah..." lagi-lagi mereka jawab bersama.


"Tu kan apa gue bilang, kalian cocok."


"Jadi nganter enggak nih?" akhirnya Nara kesal dengan candaan Juan.


"Jadi-jadi..,Ayok."


"Minggir lo." Usir Nara karena Bara menghalangi jalan nya. lalu Juan mengulurkan tangan membantu Nara naik.


"Gue cabut dulu Bar, ketemu di rumah." Bara hanya mengangguk.


"Lo kenal sama adek gue Ra?" Tanya Juan saat mereka sudah di jalan.


"Siapa adek Lo?" -Nara


"Tadi Bara." -Juan


"Dia adek Lo?" -Nara


"Adek sepupu." -Juan


"Gue enggak kenal, cuma pernah liat aja." -Nara


"Kok Lo jutek banget ma dia."-Juan


"Habis ngeselin."-Nara


"Ngeselin kenapa...?"-Nara


"Enggak papa." jawab Nara karena malas untuk menjelaskan nya." Motor pinjem an ya kak?"


"Kok Lo tau?"-Juan


"Lo kaku bawanya."-nara


"Masak sih? kerasa ya?"-Juan


"Banget."-Nara


"Motor Bara nih."-Juan


"Kok Lo bawa?"-nara


"Iya tes Drive."-Juan


"Mau Lo beli?" -Nara


"Ya enggak.." -Juan


"Terus?"-Nara


"Kepo Lo ."-Juan


"Dih....kalo gitu enggak usah ngomong." kesal Nara, sedangkan sambil cemberut. Juan hanya tersenyum melihat Nara dari spion.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰


__ADS_2