Ayah Untuk Tara

Ayah Untuk Tara
11. perpustakaan in love, ups salah in cekcok


__ADS_3

"Ra bangun Ra...." Tania menggoyangkan badan Innara yang masih nyaman dengan gulingnya. "Ra bangun dong."


"eeeeemmmm."


"Bangun Ra, gue ada kelas dadakan ni..." keluh Tania dan langsung mengambil handuk Nara lari ke kamar mandi." tapi Nara masih belum beranjak dari tidurnya sampai Tania selesai mandi. Tania memilih baju-baju kasual milik Nara. "Ra gue pinjem baju Lo..." teriak Tania.


"Emmmm." Nara bersuara karena terganggu tidurnya.


"Ra bangun kebo..." Tania menggoyahkan kaki Innara.


"Apaan sih Tan..."


"Gue ada kelas dadakan nih." Tania menjawab dengan duduk di meja rias. " Gue pake make up Lo."


"Emmm."


"Ammm emmm ammm emmm, bangun dong..."


"Ya Tuhan, Tania Lo ganggu banget sih.." keluh Innara dan langsung terduduk.


"Gue ada kelas dadakan ni, gimana dong."


"Panggil kang ojol lah!"


"Enggak keburu Ra, takut lama nunggunya"


"Bawa motor gue."


"Enggak papa emang?"


"Ya elah Lo Tan, dah pergi Sono, gue masih ngantuk."


"Tar jadi ke perpustakaan?"


"Emmm."


"Habis gue kelar ya..!"


"Iya..."


"By Nara...." Tania keluar dari kamar dan langsung bergegas berangkat kekampus. " Tara..Tante berangkat dulu ya..."Pamit Tania pada Tara saat berpapasan di depan kamar Innara. "Bu Rini saya ke kampus dulu, Ga gue dulu an..." semua orang yang dia lihat di pamitin.


"Naik apa Lo?" Teriak Angga, karena mereka kemarin datang bersamaan.


"Gue bawa motor Nara, ntar Lo nyusul di perpus ya.." jawab Tania sambil berlari, karena di sudah sangat terlambat.


"Oke." jawab Angga, tanpa peduli Tania mendengarkan atau tidak.


"Bunda ..... bunda...oh bunda..." kini suara melengking Tara di luar kamar..."Bunda Tara pulang"


Innara mendengar kan samar-samar suara Tara "Ya Tuhan, anak gue." Innara langsung bangun berlari ke kamar mandi membersihkan muka dan gosok gigi. "dih kebiasaan nih Tania." kalih Nara saat melihat handuknya basah.


klek.. Nara keluar kamar mendapati Tara sedang makan bersama Angga dan mbak Tia.


"Pagi kesayangan bunda.." Nara memeluk jagoannya dan mengecup keningnya.


"Siang bunda..." sindir Tara karena Nara bangun siang.


"Maaf ya, bunda ketiduran.."


"Enggak papa Bun, dah biasa kan lagian ada om Angga." ucap Tara, sambil melihat Angga yang sudah duduk manis minum kopi susu "Makasih ya om Angga."


"Sama-sama sayang."


"Hemmm enak betul hidup Lo, dah ngopi aja..."


" Mumet mikir cicilan


Ngopi-ngopi maszeeh

__ADS_1


Mumet mikir tagihan


Ngopi-ngopi Maszeeh


Mumet mikir cicilan


Ngopi-ngopi Maszeeh." bukannya menjawab sindiran Nara , Angga malah nyanyi enggak jelas.


"Apaan sih Lo Ga." ucap Innara tapi tetep asik bergoyang lalu ikutan duduk di samping Tara yang sedang asik menikmati roti bakar buatan Bu Rini. "bunda mau dong...." goda Innara pada anaknya.


"Bunda, itu kan ada, nenek tadi sudah buat banyak." tunjuk Tara pada Innara.


"Mau di suap anak gantengnya bunda." Nara mencoba bermanja pada Tara.


"Bunda udah gede, masak mau di suap anak kecil." ujarnya sambil asik memasukan rotinya kedalam mulut, di sambung dengan minum seteguk susu dingin.


"Enak banget sih kelihatannya punya Tara .." Innara tidak menyerah menggoda anaknya agar di suapin.


"Bundaaaa..." akhirnya Tara menyerah juga, dia menyuil roti dari tangan kirinya dan menyuapkan pada bundanya Innara.


"Aaaaaakkkk" Nara membuka lebar-lebar mulutnya agak di suap oleh anaknya. "hemmmm enak banget rotinya Tara." bukanya kesal tapi Tara malah tertawa riang melihat ekspresi bundanya yang menurutnya lucu. "Makasih anak ganteng." lalu Nara mengambil kopi yang baru dibuatkan Bu Rini juga mengambil roti yang ada di depannya.


"Tania ngapain kekampus Ra? katanya hari ini enggak ada kelas." tanya Angga mengingat bahwa Tania pergi duluan.


"Ada kelas dadakan katanya, dosen killer."


"Siapa sih dosen killer di sastra?"


"Mana gue tau." jawab Nara sambil meletakan kembali kopi yang baru di seruput nya.


"Dah ah, gue mau mandi dulu, kita jadi Lo kekampus."


"Iya jadi,"


"Lo dah mandi?"


"Udah..."


"Ya elah...lama nih pasti."


.


.


"Hay..boleh gue duduk disini?" Bara duduk di belakang dekat Tania karena hanya Tania yang tidak menyediakan kursi untuknya. "Gue pindah ya tas elo?"


"Emmm." jawab Tania singkat, karena takut di kira kecentilan jika dia merespon baik idola mereka.


"Gue Bara." cowok kece itu mengajak kenalan Tania dengan mengulurkan tangannya. Tania hanya melirik tanpa menyambut.


"Tau ... " jawabnya ketus." gue Tania." Sambungnya.


"Hay Tan..."


"Emmm."


"SIANG SEMUANYA......"dosen yang bikin acara dadakan datang... perkuliahannya Seperi biasa, akhirnya.


"Tugas lagi, tugas lagi." keluh Tania sambil bersandar di kursi dan merosotkan badannya menunjukkan jika dia lelah.


"Kita satu kelompok Lho." ujar Bara memberi tau Tania.


"Emmm."


"Lo sakit gigi?" Tania menggeleng, "sariawan?" Lanjut Bara.


"Apaan sih Lo bar, resek banget..." keluhnya pada Bara dan keluar dari kelas, karena dia ingat bahwa dia sudah janjian sama Innara dan juga Angga.


"Tania... tunggu." Bara lari menyusul Tania yang berjalan cepat karena takut kena damprat Nilam Cs. "Tan, Tania." saat Bara sudah menyamai langkah Tania tiba-tiba Nilam sudah berada di depan mereka.

__ADS_1


"Bar, Lo satu kelompok ma gue aja, ngapain sih sama si cupu ini?" ucap Nilam dengan melirik Tania remeh.


"Gue sama Tania, sudah di bagi kan sama dosen, enggak perlu di ubah lagi." jawab Bara tegas, tanpa menunggu lama Tania langsung melanjutkan langkahnya ke perpustakaan. "Tan Lo mau kemana?"


"Elo ngapain ngikutin gue?"


"Ya karena gue satu kelompok sama Lo."


"Tapi gue enggak mau kerja sekarang, besok-besok aja." jawab Tania.


"Terus Lo mau kemana?"


"Perpus."


"Gue ikut?"


"Mau ngapain?"


"Ya makan mie telor lah..."


"Hah?"


"Ya baca lah, masak iya makan mie."


"Garing lawakan Lo."


"Tapi gue boleh ikut dong."


"Tapi gue enggak mau ribet sama fans Lo."


"Elo enggak ikutan mereka." goda Bara.


"Najis gue." Bukanya marah, tapi Bara malah ngakak mendengar penolakan terang-terangan dari Tania. "Ya udah gue mau masuk."


"Ya udah ayok...."


"Tapi gue enggak sendiri ya, ada temen gue yang gabung."


"Boleh, asal bukan pacar Lo."


"Dih, ngatur..." merekapun masuk bersama di perpustakaan.


.


.


"Kok parkir disini sih Ga?" keluh Nara saat Angga parkir dekat parkiran anak kedokteran.


"Kenapa sih?"


"Males gue kalau ketemu Doni."


"Katanya pacar, kok males."


"Ah Lo Ga, kayak enggak tau aja kelakuannya kayak gimana."


"Gue enggak tau, Lo yang rasain."


"Sial Lo, teman apaan nih?"


"Dah yuk di tunggu Tania." ajak Angga pada Innara sambil menarik tangan nya.


"Duh segitu kangennya."


"Apaan sih Lo Ra." akhirnya Angga melepas tangan Innara dengan kasar karena kesal.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰.


__ADS_2