Ayah Untuk Tara

Ayah Untuk Tara
Gue enggak mau barang bekas


__ADS_3

Sementara di Bali, di rumah Angga, Jenny bersi keras menyatakan bahwa dia hamil anak Anggara Pratama. Sedangkan Angga menyangkal hal itu. Mereka tidak memiliki titik temu antara Angga dan Jenny, hal itu membuat kedua orang tua Angga bingung.


"Seperti pernikahan kalian harus di percepat." Ucapnya dengan terpaksa, walau sebenarnya papi Radit kurang setuju dengan perjodohan itu, hanya karena kerjasama perusahaan dia terpaksa menjodohkan Angga dan Jenny, sedangkan mami Nita tetap menyukai Nara, walau dia harus pura-pura membencinya dengan segala cara. "Bagaimana menurut mami?"


",Mami terserah papi aja, mami sudah bingung dengan ulah mereka." Jawab mami dengan kesal, bagaimana tidak bingung tingkah Angga yang masih mengejar-ngejar Innara, dan Innara Pasih welcome pada Angga, sedangkan dia juga harus menjaga nama baik suaminya, terpaksa dia lakukan . Lalu dia beranjak dari duduknya menuju kekamar." Lakukan yang terbaik untuk kita semua nak." Ucap mami Nita sambil menepuk pundak Angga.


"Mi.....tolong Angga mi."


"Keputusan papi sudah tidak bisa di ganggu gugat Ga." sambungnya sambil lalu.


"Pi....." Angga saat ini sangat frustasi, dia merasa tidak melakukan hal itu pada Jenny, tapi kenapa bisa hamil, waktu di bandung memang dia bangun bersama Jenny tanpa pakaian saat itu, tapi dia tidak merasakan apapun, hal itu yang membuat Angga menyangkal tentang kehamilan Jenny.


"Ra tolong gue, cuma Lo yang bisa bantu gue." batin Angga.


...****************...


"Ra ......."


Ting tong ting tong


"Innara." Angga memanggil-manggil Innara, tapi tidak ada jawaban.


Tuttt tuuuut


Angga menghubungi lewat ponselnya juga tapi tidak diangkat. "Kemana sih Lo Ra." gumamnya kesal. Sejah hari terakhir bertemu, Innara tidak lagi menghubungi nya, bahkan pesannya pun tidak di balas. "Lo ngilang lagi Ra?" Sambungnya lagi. "Gue kangen sama hari-hari kita dulu, tanpa beban dan pikiran, kita hanya memikirkan diri kita sendiri dan Tara, sekarang kenapa jadi rumit begini Ra hidup gue." keluhnya dengan menjambak rambutnya sendiri. "Hah...." teriaknya


"Ngapain Lo?" tiba-tiba Innara muncul di hadapan Angga.


"Ra .. akhirnya Lo muncul juga." Ucap Angga sambil memeluk Innara.


"Lepas Ga," Innara mendorong tubuh Angga. "Mau ngapain Lo kesini?"


"Gue butuh bantuan Lo Ra."


Klik


Innara membuka pintu gerbang kemudian membuka lagi pintu rumah.


"Masuk." ucap Innara, Angga mengikutinya dari belakang.


"Koper itu?" Angga menunjuk koper yang ada di depan meja."


"Iya koper."


"Mau kemana Lo?"


"Pulang."


"Ra .....?"


"Tara butuh gue disana."


"Kenapa enggak seperti biasanya aja sih, Tara disini dan gue bantuin Lo jagain Tara."


"CK....udh beda Ga, gue bukan lagi prioritas Lo."


"Sampai kapanpun Ra, Lo tetap jadi prioritas gue."

__ADS_1


"Buktinya apa? Gue di culik Jonathan juga Lo enggak tau, kafe gue tutup Lo enggak tau, dan sekarang Lo bilang gue prioritas Lo? Yang bener aja Ga?"


"Soal itu gue minta maaf."


"Udah berlalu, enggak perlu Lo minta maaf," Nara mengibaskan tangannya tanda tidak peduli. "dan sekarang mau Lo apa?"


"Bantu gue agar gue enggak jadi nikah sama Jenny!"


"Lo gila? Dia bunting anak Lo setan."


"Lo tau gue Ra, enggak mungkin gue ngelakuin itu!"


"Gue udah enggak kenal Lo seperti dulu Ga, udah hampir setengah tahun kita udah jarang komunikasi apalagi ketemu, jadi gue hampir enggak kenal.lo lagi."


"Gue masih sama Ra, masih Angga yang ada di samping Lo."


"Mendingan Lo cepet nikahi Jenny sebelum orang tua Lo malu,"


"Ra..... Lo ." Angga tidak menyangka jika Innara malah membuatnya kesal.


"Sekarang kita udah dewasa Ga, jangan berfikir seperti anak-anak lagi."


"Ra....." Angga semakin marah


"Lo segera nikahi Jenny, setelah anak itu lahir kalo Lo masih belum yakin itu anak Lo, Lo bErhak Minta tes DNA." Saran Innara. "Kalo Lo sekarang cuma minta agar Lo enggak jadi nikah, gue enggak bisa Ga, bukannya berhasil malah gue entar yang di tuduh pelakor." jelas Innara panjang lebar. "Udah jelas kan Lo maksud gue apa?" Kini Innara tanya balik pada Angga.


"Gue ... Gue bingung Ra."


"Saran gue sebagai temen Lo Ga, jalani saja dulu pernikahan Lo sama Jenny, jika nanti Lo enggak bahagia, terserah Lo mau apa."


"Tanpa di jalani pun gue udah enggak bahagia Ra, gue bahagia nya cuma sama Lo."


"Ra.... Tolong pahami gue Ra, gue mohon sama Lo,"


"Gue paham gimana Lo Ga selama ini, tapi ini beda cerita, Lo harus tanggung jawab atas perbuatan Lo, walau itu belum pasti, tapi bukti dan saksi sudah menunjukkan bahwa Lo adalah tersangka, jadi Lo enggak bisa mengelak lagi Ga."


"Bukan gue, Ra...."


"Terserah Lo mau bilang apa, cuma itu saran gue, Lo nikah sama dia juga karena bisnis bokap Lo kan?"


"Ra Lo tau?"


"Gue tau makanya gue diem aja, biar Lo Enggak merasa bersalah sama gue."


"Jadi Lo mau nunggu gue sampai gue cerai sama jenny?" Tanya Angga antusias.


"Sorry ga...dari awal enggak sampai akhir pun enggak." tegas Innara dan itu membuat Angga terduduk lemas di kursi."Sebaiknya Lo pulang, sebelum ada lagi gosip tentang Lo sama gue berduaan di rumah kosong." Ujar Innara agar Angga mau mengerti.


"Lebih baik seperti itu dan kita di nikahkan."


"CK ..pendek banget pikiran Lo." Innara tertawa hambar dengan mengangkat kepalanya. ""Geli gue dengernya, cepet Lo pergi dari rumah gue Ga."


"Lo kenapa sih Ra?"


"Kenapa apanya?"


"Dari tadi Lo usir gue Ra."

__ADS_1


"Gueau pergi."


"Gue tau, tapi hibur gue kek."


"Gue udah kasih Lo saran panjang lebar kagak ngerti juga ya Lo?"


"Ra ...., biarin gue di rumah Lo Ra, gue kangen tidur disini sama Tara."


"Udah jangan bawa-bawa Tara, dia masih kecil."


"Nara ..."


"Hahahha ..becandya....becandya ..." Ucap Nara." Dah pergi sama Lo, gue mau cabut, pesawat gue satu jam lagi."


"Kan masih lama Ra."


"Gue butuh waktu perjalanan Anggara Pratama."


"Tapi gue masih butuh Lo Innara Basuki."


"Jadi mau Lo apa sama gue, biar gue bisa pergi dari sini."


"Kasih gue pelukan."


"NO..."


"Ra...."


"Gue berusaha jaga jarak sama Lo setelah Lo tunangan diam-diam sama Jenny, jadi antara kita tidak lagi seperti dulu , OKE, JELAS ANGGARA PRATAMA?"


"Lo jahat Ra."


"Lo lebih jahat sama gue Ga, "


"Ra...."


"Udah enggak usah merajuk, gue pergi, serah Lo mau disini atau pergi."


"Ya udah gue anterin."


"enggak perlu, gue udah pesen taksi online."


"Ada mobil Lo kenapa enggak di bawa?"


"Gue akan lama disana, Mungkin waktu pernikahan Lo, gue enggak datang.,"


"Lo serius Ra , dengan sikap Lo sedingin ini sama gue?"


"Cuma itu yang bisa gue lakuin buat Lo Ga, gue sakit, sakit banget, Lo ngerti enggak sih?" Batin Nara meratap. "Gue pergi." Innara membalikkan tubuhnya berjalan menjauhi Angga


Grepppp


Angga memeluk Innara dari belakang, "Gue turuti mau Lo Ra, tapi jika gue enggak bahagia, gue pasti akan kejar Lo sampai dapat, tidak ada alasan Lo nolak gue."


"Gue enggak mau barang bekas." Innara melepas tangan Angga dan mendorong nya.


"Ra... Lo...?" Angga tertegun mendengar ucapan Innara barusan.

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...


...Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰...


__ADS_2