
Setelah mengambil semua yang di perlukan, memindahkan beberapa file ke flashdisk, menumpuk berkas juga laptopnya lalu di gendong semuanya. "Sin gue naik dulu ya, kalo ada yang cari gue suruh telpon aja." Pamit Innara pada Sintia.
"Mau ngapain Lo pagi-pagi naik?"
"Jagain anak bos."
"Wah jadi baby sitter juga Lo, jangan lupa minta tambahan gaji." Ujar Sintia sinis.
"Ya udah gue pergi dulu ya, bye..." Innara tidak bergeming, dia meninggal Sintia yang sedang kesal.
"Sial kok bisa dia baru dua bulan udah bisa Deket sama bos, sedangkan gue yang lebih dulu masuk, di sapa aja enggak pernah. " Gumam Sintia sambil menendang meja. "Aduh..." keluhnya dan melihat kakinya yang memerah. "Sial banget gue."
"Susah ayah, Tara tidak bisa." keluh Tara saat memainkan game yang ada di laptop Bara.
"Ngapain kamu kesini?" Tanya Prita sinis melihat banyak berkas yang bawa oleh Innara.
"Ini Bu, disuruh bantu pak Bara." Ucap Nara.
"Alasan aja Lo, pak bara sibuk mending Lo turun.aja, kerjain di ruangan Lo sendiri." usir Prita yang tidak suka dengan kehadiran Innara. Bukannya pergi tapi Nara mengambil ponselnya dan mengirim pesan, tak lama Bara keluar.
"Lama banget, Masuk." ucap Bara sambil menarik tangan Innara. Dengan senyuman mengejek yang tunjukkan pada Prita. Setelah hampir masuk ruangan dia menjulurkan lidahnya. Hal itu semakin membuat Prita kepanasan.
"Fu**." Umpatnya.
"Kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Bara saat sudah berada di ruangan.
"Bener ya kata Tante Amel, banyak valak di lantai ini." ucapnya sambil duduk di sofa dekat Tara. "Tara ngapain ?"
"Ini bunda, game nya susah."
"Wah Tara suka main ini?"
"He'eh." Jawabnya sambil mengangguk.
"Sini biar bunda ajari, kalo ayah pasti enggak jago." Ucap Nara sambil mengejek Bara, merasa di ejek bara mendekat dan memeluk kedua nya, yaitu Tara dan Innara.
"Kalian ya..bikin ayah jadi semangat kerjanya." Bara tidak menyia-nyiakannya kesempatan, kecupan singkat pun mendarat di kening Innara juga Tara. Sedangkan Innara tidak mempermasalahkan nya, dia mulai nyaman dengan perlakuan Bara, dulu yang hatinya sempat berhenti berdetak saat bersamanya kini mulai ada lagi. Sedangkan Tara sendiri sudah tidak lagi bertanya tentang Angga karena tekat Bara benar-benar nyata pada anaknya itu.
"Ayah ganggu aja." keluh Tara, lalu sedikit mendorong tangan Bara dan kembali bermain. "Bunda bantuin..." Nara sekilas memandang Bara dan tersenyum.
"Ayah lanjut kerja ya, Tara sama bunda dulu." Lalu bara kembali ke mejanya, sedangkan Innara bermain sambil membuka laptop nya.
"Yeeeyy...." Teriak Tara setelah memenangkan sesuatu.
"Wah Tara hebat banget, langsung bisa." Puji Nara
"Berkat bunda, makasih bunda." mereka tergelak karena tingkah lucu Tara. sedangkan Prita yang mendengar di luar terasa kepanasan padahal berada di bawah AC yang dingin.
"Kamu kenapa Prita?" tanya Zaki saat melihat Prita memukul meja dengan marah.
"Ah ini pak... enggak papa..."
__ADS_1
"Jangan ganggu orang yang sedang bahagia, bukan level kamu untuk masuk kesana." Kecam Zaki pada Prita lalu masuk ke ruangan Bara.
"Wah .. Lagi asik aja nih."
"Opa..." Sapa Tara lalu asik dengan permainannya lagi. Zaki menuju meja Bara.
"Nih Bar, berkas yang kamu minta." Ucap Zaki saat sudah berada di dekatnya.
"Oh ya om, makasih."
"Kamu sibuk banget?"
"Iya, papa minta Bara kerjakan proyek ini, dateline dua Minggu lagi."
"Wah proyek besar."
"Ya gitu lah om, Bara masih belajar." Zaki tidak berkata apapun dia hanya menepuk pundak keponakannya itu tanda memberi semangat.
"Ra, sibuk bener?"
"Iya nih om, bikin nyicil bikin laporan untuk kampus, kalo di kejar dateline Nara enggak bisa mikir."
"Ya udah rukun-rukun di sini."
"Siap om." lalu Zaki keluar dari ruangan
...****************...
"Kenapa? Masih penasaran aja?"
"Perut Lo lebih gede dari usia kehamilan pada umumnya."
"Gue doyan makan."
"Cih..."lalu Angga pergi dari hadapan Jenny. Dia masih belum yakin akan semua ucapan wanita yang sudah menjadi istri nya itu. Hatinya masih terisi penuh oleh Innara. Dia sering mengunjungi rumah Innara, walau rumah itu sudah di ganti kuncinya. Dia hanya duduk beberapa menit di sana lalu pergi lagi.
Sejak kejadian yang menimpa Innara waktu itu, kafe pun belum buka lagi, Nara belum menemukan orang yang tepat untuk mengolahnya sedangkan Angga, dia tidak terlalu pintar dalam menjalankan bisnis. Sekarang dia masih fokus pada rumah makan yang di buka di pinggir kota saja. Di sanalah Angga bisa melepas penat sementara menjauh dari Jenny.
"Tan Lo dimana?" Angga menghubungi Tania.
"Di kantor, kenapa Ga? Lo enggak kenapa-napa kan?" Kepekaan Tania memang tiada bandingannya setelah Innara tentunya.
"Gue di resto."
"Ya udah gue kesana." tanpa menunggu lama Tania keluar dari kantor setelah ijin pada seniornya. Untungnya saja jarak kantor dengan resto tidak terlalu jauh, cukup satu jam empat puluh menit sudah sampai.
Setelah sampai Tania langsung masuk ke kantor Angga, karena pegawai disana sudah tau siapa Tania.
"Lo kenapa?" Ujar Tania saat masuk ruangan tanpa permisi.
"Bikin kaget aja Lo Tan." Angga menoleh ke arah Tania.
__ADS_1
"Nih gue bawain salad buah, Lo suka kan?"
"Ehmmmm. Thanks ya."
"Lo kenapa lagi sih?" tanya Tania. " Jenny lagi?" sambung nya.
"Hemm..."
"Ham Hem ham Hem, Jawab yang bener Napa." keluh Tania.
"Udah Lo duduk sini aja temenin gue." Tutur Angga dan menyuruh Tania duduk di samping nya.
"Lo kurusan Ga." Saat Tania duduk di belakang Angga dan memegang bahunya.
"Enak Tan, pijet gue gih."
"Dasar Lo." Tapi tetap saja di lakukan oleh Tania. Coba Innara mungkin saja malah terjadi sebaliknya.
"Lo kenapa lagi sama si Jenny?"
" Gue masih belum yakin itu anak gue "
"Terus mau Lo apa?"
"Gue enggak yg tau."
"Coba Lo ikut dia kalo dia periksa, bukan hanya hasil nya doang yang Lo tau."
"harus gitu ya?"
"Hem..."
"Kalo dokter itu kerjasama dengan Jenny gimana?"
"Ya tinggal Lo pilih dokter sendiri, bawa dia ke dokter daerah sini." usul Tania.
"Bener juga." Angga manggut-manggut. " thanks Tan, sarannya. Lo emang bisa di andalkan."
"Cih....Lo Ga, kayak sama siapa aja."
"Eh Lo dah makan belum?"
"Ya belum lah, kan gue langsung kesini Lo telpon."
"Ya udah mau makan di sisi atau di depan?"
"Depan aja, sepi disini kek kuburan."
"Sialan Lo, ya udah ayo."
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1
...^^^Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰^^^...