Ayah Untuk Tara

Ayah Untuk Tara
Pengakuan


__ADS_3

"Ngapain sih Ra kita ngintilin Andreas?"


"Biar gue kasih paham Lo siapa Kim Seok jin yang Lo Puja-puja."


"Enggak ah, Lo bikin gue takut tau Ra."


"Mending dari awal Lo tau, sebelum Lo bener-bener jatuh cinta sama dia." Ucap Innara. Walau sebenarnya bukan itu niat awalnya. Dia hanya bosan jika setiap misi yang ia lakukan hanya seorang diri.


"Tunggu Ra, kayak kenal tu cewek?"


"Mana?"


"Ceweknya Bos Bara bukan sih?"


"Ngaco Lo." Desis Innara yang aslinya kesal, "gue bininya Bara buka dia." Batinnya.


"Iya, yang suka ke kantor Bara itu."


"Si Beby?"


"Nah tul."


"Jadi mereka pacaran?"


"Enggak tau, kita liat dulu."


"Ih ada cewek lagi." Ucap Sintia antusias.


"Rileks sin, santai."ucap Innara.


"Iya Ra, ada lagi cewek nya."


"Prita." Batin innara sebelumnya sudah merekam semua kejadian itu. Kamera yang ia letakan di motor butut kang Diman.


"Sekretaris bos bukan sih? Dih ciuman?"Sinis Sintia.


"Kenapa Lo sewot gitu, cemburu Lo?"


"Enggak, kenapa harus?"


"Kan Kim Seok jin Lo, inget enggak sih Lo waktu Lo setengah sadar terus Lo liat wajah Andreas, Lo bilang apa gue udah di surga Ra...ada Kim Seok jin disini."


"Serius Ra gue bilang gitu?"


"Em...tanya aja Kim Seok jin ala Lo."


"Sial Lo."


"Udah Yo balik telat entar,"


"Jadi Lo kesini cuma ngasih tau gue Andreas ciuman sama cewek."


"Em...apalagi?"


"Jahat Lo Ra."


"Gue enggak mau temen gue kurus gara-gara di PHP sama cowok."


"Emang gue gendut?"


"Enggak sih, cuma sedikit berisi, Hahahah."Innara tertawa tapi menahannya dengan telapak tangan. ",harusnya Lo disini Jo, kenapa Lo belum keluar." Batin innara.


"Mikir apa sih Lo Ra?"


"Enggak, ya udah yok." Innara berdiri hendak pergi dari tempat itu.


"Well.... Coba lihat siapa yang ada disini."

__ADS_1


"Jo?"


"Kenapa kaget ngeliat gue?" Jonathan berlagak songong "Ya jelas lah Lo kaget Lo yang jeblosin gue ke penjara, dan sekarang liatin apa sih? Orang pacaran? Alih profesi Lo." Jonatan maju mendekat pada Innara, Innara mundur hingga punggung nya menempel pada tanaman besar. "Lo mau bikin gue di bui lagi? Jangan mimpi, gue akan bikin hidup Lo kayak di neraka mulai sekarang."


"Anj***, minggir Lo." Innara mendorong tubuh Jonathan dengan kuat hingga dia mundur' beberapa langkah.


"Cih hanya segitu kekuatan Lo?" Jonathan langsung melangkah dengan cepat dan dia mendapatkan leher Innara. Dia mencekik leher Innara kuat-kuat hingga terbatuk. "Enggak ada yang akan bantu Lo sekarang Ra, gue tau Lo turun tangan sendiri kesini kan."


"Brengsek...lepasin gue, uhuk uhuk uhuk." Jonathan semakin kuat mencekik Innara.


BRAAAKKK


Sintia memukul punggung Jonathan dengan kayu balok hingga dia menjatuhkan Innara.


"Bangsat." Jonathan menghadap Sintia tapi Sintia mengacungkan baloknya. "Lo mau lawan gue?" saat Sintia akan melawan Bara datang dengan menendang kepala Jonathan. "Ternyata bala bantuan Lo banyak juga ya Ra."


"Seharusnya Lo santai-santai dulu di penjara baji**." Ucap Innara dengan sekuat tenaga menendang kerut Jonathan.


"F***." Jonathan merasa kuwalahan dan Berlari meninggalkan Innara, Sintia dan Bara.


"Ta ngapain Lo kesini? Lo ngikutin gue?"


"Mana tega gue liat Lo bawa motor butut gitu Ay "


",Kalian ini sebenarnya punya hubungan apa sih? Segala kejadian ada aja kalian." Tanya Sintia di tengah-tengah antara bara dan Innara.


"Dia bos kita." Jawab Nara cepat-cepat.


"Ta? Ay? Itu bukan panggilan yang wajar antara atasan dan Bawahan. "Tuturnya. Innara bingung menanggulangi ini, walau agak telmi, Sintia merupakan orang yang sensitif.


"Innara istri gue." Jawab Bara, dan mendapat pelototan dari Innara.


"Apa?" Serius Lo?" Sintia menatap Innara, tapi di abaikan olehnya. Beda dengan Bara, dia mengangkat tangan kiri dan menarik tangan kiri Innara menunjukan couple ring pernikahan mereka.


"Wah Lo bener-bener Ra, bisa nutupin hal penting kek gini sama gue." Sambungnya.


"Menurut gue ini enggak penting Sin, jadi buat apa tau, dan kalo tau Lo mau apa? Sama aja kan enggak ngapa-ngapain."


"Lebay Lo sin, kan enak kalo Lo ga tau, bisa jadi gadis lagi gue."


"Apa Lo bilang?" Bara melingkarkan tangannya di leher Innara.


"Sakit Ta, sakit..lepasin gue."


"Enggak sebelum Lo ralat kata-kata Lo tadi."


"Mana bisa di ralat Ta." Bara menarik lengannya lebih kencang.


"Oke-oke, enggak gitu," ucapnya sambil memukul-mukul lengan panjang Bara.


"Duh kalian, sweet banget deh." Sintia menggenggam tangannya.


"Apaan sih Lo sin, bantuin gue." Pinta Innara.


"Kayaknya gue ngojek aja Ra ke kantor." Ucap Sintia melihat tatapan Bara.


"Sin..sin..sin...tega Lo, Sin...." Sintia tetap saja tidak pedulikan panggilan Innara, dia berjalan menjauh. "Sintia....awas Lo."


"Udah lah ay.." Bara menghubungi seseorang, kemudian Manarik tangan Innara. dan mencari jalan yang mudah mencari taksi.


"Motor mang Diman Ta,..."


"Udah nanti ada yang ngambil." Ucap Bara.


"Kita mau kemana?"


"Ambil jatah gue."

__ADS_1


"Jatah apa?"


"Mau disini atau nunggu sampai di hotel?"


"Hotel?"


"Kita kerja Ta?"


"Kantor bisa menunggu, gue enggak bisa." melihat taksi kosong bara langsung menghentikan nya dan langsung masuk. "Hotel X pak."


"Siap bos."


"Cepat sedikit pak." pinta Bara, sopir taksi hanya mengangguk, sedangkan Innara sudah pasrah.


Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di hotel yang di maksud.


"Ta ...pelan-pelan Aja."


"Sudah enggak tahan ay.."


"Astaga...." mereka pun masuk kamar yang di pesan. Innara duduk di sofa, Bara melepas jas nya.


"Jujur sama gue ay!"


"Masalah apa nih?"


"Sejujurnya banyak pertanyaan yang gue simpen, tapi gue takut Lo tersinggung."


"Tanya aja, kenapa harus takut gue tersinggung."


"Yang lebih lagi gue takut Lo marah."


"Ngomong aja, jangan muter-muter, pusing gue."


"Kenapa Lo ada disana tadi?"


"Ngasih tau Sintia kalo Kim seok jin yang dia Puja-puja udah punya cewek."


"Hanya itu?"


"Ya begitulah."


"Kenapa ada Jonathan disana?"


"Dia udah bebas, dan kemungkinan besar gimbab beracun itu ide dia."


"Lo tau siapa aja yang terlibat?"


"Kemungkinan sepupu Lo juga."


"Pacar Jonathan."


"Lo tau?"


"Dan Andreas adiknya,"


"Prita pacar Andreas, tapi kenapa dia kesel ya kalo gue ketemu sama Lo, apa dia juga suka sama Lo?"


",Gue enggak peduli."


"Gue peduli ta, karena bakal bikin keluarga kita runyam kalo di biarkan."


"Biar Edo yang urus soal dia."


"Edo?"


"IT Lo Edo?" Bara hanya mengangkat bahunya.

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...


...Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰...


__ADS_2