Ayah Untuk Tara

Ayah Untuk Tara
Otak kotor itu berbahaya


__ADS_3

"Ya udah, yuk masuk." ucap Tania mengikuti Nara dan Angga masuk. yang lain pun mengekor pada Tania, karena mereka kemari mengikuti Tania, itu alasan saja, bagi bara Nara lah alasan paling sebenarnya.. Bagaimana dia bisa mengatakan pada Nara bahwa dia adalah Barata Abimanyu.


"Bengong aja, ayo masuk." tegur Raffi saat melihat Bara bengong. "Ngeliatin apa sih Lo?" sambung Raffi.


"Ah enggak." Bara masuk Raffi menyusul.


"Kamar utama buat cowok ya, karena kalian bertiga, Tania sama Fia dan gue sama Tara." setelah menjelaskan Nara langsung masuk ke kamarnya di ikuti Tara dan Angga.


"Gue enggak boleh ikut."


"Kenapa sih Lo Ga?"


"Biasanya yang bareng Tara kan gue."


"Ya Udah gue sama Tania Lo disini." jawab Nara sambil membereskan pakaian nya Tara.


"Enggak gitu maksud gue." wajah Angga memelas saat Nara mengatakan akan tidur dengan Tania. "Gue...." Angga menggantungkan kalimatnya.


"Ya udah sih Ga, kalo Lo mau disini ya di sini aja, ayo buruan mandi terus kita cari makan, dah laper gue."perintah Nara pada Angga dan itu membuat Angga tersenyum, itu artinya dia tidak akan tidur dengan Bara dan Raffi.


"Angga kemana sih, katanya tadi oke dengan pakaian ganti " gerutu Raffi saat menunggu Angga yang tak kunjung tiba. "Bar Lo kok diem aja sih?" sambungnya lagi.


"Cari dia di kamar Nara sana pasti dia disana." ucap Bara BT. Bagaimana tidak, jika Angga dan Nara akan menghabisi malam bersama, sedangkan dirinya ingin mengakui sesuatu pada Nara.


"Oh iya, kok gue enggak kepikiran ya(Dengan gaya kang Tisna di TOP)." Lalu keluar menuju kamar Nara. Saat akan mengetuk pintu Raffi mendengar suara yang aneh.


"Aduh Angga...sakit, pelan sedikit dong." -Nara


"Sudah pelan ini sayang, kamu jangan banyak gerak, enggak bisa di cabut."-Angga


"Waduh, mereka lagi ngapain tu? masak iya gue dobrak " gumam Raffi sambil menguping," Gue panggil Bara deh " lalu Raffi masuk ke kamar dan langsung menarik paksa Bara keluar tanpa memberi penjelasan .


"Apaan sih Lo?" tanya Bara saat sudah berada di depan kamar Innara.


"Sttttt." ucap Raffi memberi kode dengan jari telunjuk yang di tempel kan di mulut


"Pelan-pelan Angga." -Nara


"Tunggu, tunggu bentar lagi kelar nih." -Angga


"Ah....sakit." -Nara


BRAAAKKK


"Kalian ngapain?" Ucap bara Aat sudah berada di dalam kamar Innara, dan dia melihat Nara duduk di ranjang, Angga berdiri.


"Bara...?" Sahut Angga dan Nara bersamaan, kemudian masuk Raffi dan disusul oleh Tania dan Fia.


"Kalian ngapain dikamar gue?" tanya Nara heran.


"Itu anu .. Raffi nih, ya Raffi biang keroknya." tunjuk Bara pada Raffi, sedangkan yang di tunjuk clingak-clinguk enggak jelas.

__ADS_1


"Ngapain Lo tadi tarik-tarik tangan gue?" tanya Bra menutupi malu.


"Anu itu...anu..emmmm."


"Apaan si Lo Raff?" Kini giliran Tania bersuara.


"Itu tadi suara elu aneh dari luar." jelas Raffi.


"Gue?" Nara menunjukkan dirinya sendiri.


"Kalian!" sambung Raffi.


"Suara apa?"tanya Nara bingung, sekaligus takut.


"Itu tadi..ah, sakit." Nara dan Angga langsung terbahak mendengar penuturan Raffi.


"Lo mikir mesum ya Raf?" Ucap Nara sambil terbahak. Mau tidak mau dia harus mengakuinya, jika dia memang memiliki pikiran kotor akan hal tersebut. "Tadi rambut gue nyangkut di kemejanya Angga, dan susah lepasnya, jadi sakit." jelas Nara." dan sekarang gue botak gara-gara temen gila Lo dobrak kamar gue, Nih.." Nara menunjukan helaian rambut yang tercabut dari kulit kepala.


"Kalian bisa ketok baik-baik kan? kenapa jadi preman gini sih." kesal Angga pada Bara dan Raffi, "Dah bubar-bubar." usir Angga.


"Tunggu Ga." Raffi menahan pintu saat kamar akan di tutup oleh Angga."


"Apa lagiiii?"


"Baju ganti mana?"


"pake aja yang ada di tas gue, serah Lo mau pake yang mana!"


Pintu di tutup paksa oleh Angga.


"Gila ya anak sastra, tinggi banget ngayal nya." gerutu Angga saat sudah berdua dengan Innara.


"Ngayal apa sih?"


"Dah anak bawang enggak usah ikut-ikutan." ucap Angga sambil lalu mengambil handuk dan bajunya.


"Gue keluar ya?" tanya Nara saat Angga sudah di dalam.


"Lo kan belum mandi juga Ra?" sambung Angga.


"Tara juga belum bunda...." rengek Tara saat dia merasa tidak dianggap ada oleh keduanya.


"Iya sayang, sini om Angga mandiin." ujar Angga dengan mengeluarkan sedikit kepalanya.


"Horeee... mandi sama om Angga." ucap Tara girang lalu masuk ke kamar mandi tanpa menunggu aba-aba.


"Tara pelan-pelan sayang." Ucap Nara lalu berdiri menyiapkan pakaian ganti Tara. "Selalu saja begitu, kalo mandi berdua pasti lama." gumam Nara dan meletakkan baju ganti Tara di atas kasur setelah itu diapun keluar kamar.


"Lo enggak papa Ra?" tanya Bara tiba-tiba mendekat nyaris berbisik.


"Apaan sih Lo? gue oke-oke aja." jawab Nara dengan mengerutkan dahinya. "Lo mikir jorok kayak Raffi ya Bar?" sambung Nara, Bara pun hanya nyengir kuda.

__ADS_1


"Lo tadi kenapa sama Angga?" Tanya Tania yang tiba-tiba muncul di belakang Nara.


"Rambut gue nyangkut."


"Kirain apaan," Sambung Tania." Lo tu Raf otaknya di sapu dikit lah! Kotor kali ku tengok." Ujar Tania dengan logat Sumatra.


"Iya, iya sorry." Raffi cemberut saat di bilang otak kotor.


"Udah ah, enggak usah di bahas Mulu otaknya, sekarang gue laper, mau delivery atau kita keluar aja?" tanya Nara.


"Delivery aja Ra, gue males keluar," Jawab Tania.


"Oke." Innara langsung memainkan ponsel Android nya dan menekan beberapa menu untuk mereka semua." Udah tinggal tunggu aja, gue mau mandi dulu." Ujar Nara saat melihat Tara dan Angga sudah keluar kamar .


"Mandi lu." komen Angga saat berselisih jalan dengan Innara.


"Iya tau, ini mau mandi, Lo tunggu orderan makanan ya." titah Nara.


"Oke..." jawab Angga singkat.


"Om ayo...." Tara menarik tangan Angga keluar dari penginapan itu.


"Mau kemana sayang."


"Lihat bintang om." ujar Tara sambil menunjuk bintang yang bertebaran dengan wajah bahagia. "Kalau dirumah enggak kelihatan om, kalah dengan lampu yang kelap kelip." sambung Tara lalu mengajak Angga berbaring di dipan yang terbuat dari bambu "Bagus kan om?"


"Emm..." jawab Angga singkat.


"Om suka?"


"Suka, seperti Tara suka sama bintang-bintang itu." Jawabnya hal itu membuat Tara terharu dan memeluk Angga.


"Tara sayang sama om Angga." ucap Tara.


"Om juga."


"Tara enggak sayang sama ayah?" tiba-tiba Bara muncul dan ikut bergabung dengan mereka.


"Ayah suka bintang?" tanya Tara dengan lucunya.


"Suka."


"Horeeee, kita semua suka bintang." sorak Tara, kalau memegang tangan Angga dan bara di angkat ke atas. lalu tertawa riang.


ADA HAL KECIL YANG TIDAK ORANG TAU, Sangat MUDAH UNTUK MEMBAHAGIAKAN ANAK-ANAK.


.


BERSAMBUNG


Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2