
"Eh Ra Lo tadi di rumah sakit ketemu cowok ganteng enggak?" tanya Tania saat melihat Tania keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan handuk yang dililit di dadanya.
"Emmm ada enggak ya?" Nara mencoba mengingat-ingat." ada.." jawab Nara sambil mengangguk-angguk.
"Serius?" tanya Tania lagi, dan Nara lagi-lagi hanya mengangguk." dia cowok baru dikelas gue Ra, dia cowok pindahan dan sekarang jadi idola di fakultas gue." ucap Tania semangat.
"Masak sih tan dia di fakultas sastra?"
"Bener Ra...cakep banget kan ya?"
"Hemmm..pake banget." jawab Innara sambil memakai lotion di kaki dan tangannya.
"Tapi Tan kok dia pake baju dokter ya?" sambung Innara nge bug...
"Sial Lo," Tania melempar bantal ke arah Innara.
"Aduh, salah gue apa Tan?" Nara masih bertanya salahnya apa, sedangkan Angga yang dari tadi asik ngemil terkekeh melihat tingkah Tania yang jadi Bete. "Kenapa sih ngga ni anak?"
"Lo sih Ra, ada orang serius malah Lo ngebug."
"Iya kan, bener kata gue, mana ada anak sastra pake baju dokter."
"Yang di maksud bukan itu Nara bege."
"Terus apa dong?" jadi maksud Tania bukan dokter Juan masuk sastra gitu?"
"Maksud Lo apaan sih Ra?bikin kesel tau..." ujar Tania kesal pada Innara.
"tadi kan Lo tanya ketemu orang ganteng enggak tadi di rumah sakit? gitu kan pertanyaan Lo?" Tania mengangguk" dan gue bilang iya, iya yang gue maksud itu dokter Juan, kenapa Lo sewot sih Tan?" mendengar penjelasan Nara bukan malah senang Tania malah semakin kesel.
"Apa sih?" tanya Nara pada Angga lirih.
"Ada cowok baru di kelasnya, dikerumuni cewek-cewek udah kayak laler aja."
"Oohh. gitu." kini Nara mulai jelas arah pembicaraan Tania. "Cogan yang Lo bilang tadi ke rumah sakit?" jelas Nara dan Tania mengangguk.
"Rumah sakit banyak bege." Nara berdiri dan menoyor kepala Tania dan pergi mengambil baju dan ganti di dalam. "Lo suka ma tu cowok?" tanya Nara dari dalam.
"ya enggaklah, gila aja Lo,"
"Tapi Lo antusias banget kalo cerita."
"Ya...karena..."
"Karena Lo suka bege.." sambung Angga yang menyumpal mulut Tania dengan roti yang iya makan.
"Angga." keluhnya, tapi ya di kunyah juga.
"Dah lama dia di kelas Lo?" tanya Nara yang baru keluar dari dalam.
"Semingguan lah."
"Gebet aja kalau Lo suka." Nara memberi semangat.
"Laler di fakultas sastra ngeri Ra, apalagi hari ini doi ultah..behhh.." ucap Angga.
"Laler? siapa? emang Lo dari kelas Tania tadi ngga?" dan Angga mengangguk. "siapa lalernya?" sambung Nara.
"Biasa Nilam.."
"Nilam siapa?"
"Primadona fakultas sastra Ra..."
"OOWW .."
"OOO doang?"
__ADS_1
"Enggak tan, gue pake w.... OOWW begitu."
"Sial Lo Ra..."
"Hahahaha" angga ngakak mendengar guyonan enggak mutunya Nara.
"Lo juga ngga, resek semua Lo pada." kesal Tania dan keluar dari kamar Nara.
"Lo enggak ketemu Tara dulu ngga?" tanya Nara saat mereka tinggal berdua.
"Oh iya cake gue." Angga langsung keluar buru-buru karena cake kesukaan Tara masih ada dalam mobilnya , dan Nara mengikuti nya.
"Lo bawa mobil?"
"Iya, tadi gue pulang dulu, untung aja nyokap enggak ada, dan gue tuker dech." jawab Angga dan keluar dari mobil lalu mengangkat tinggi-tinggi cake di tangan nya dengan gembira, yang akan di berikan pada Tara. "Dimana tu jagoan?"
"Ada di kamarnya."
"Ya udah gue kesana dulu."
"Oke," jawab Nara dan pergi meninggalkan Angga yang menuju kamar Tara sedangkan Nara bingung mencari Tania.
"Liat Tania Bu?" tanya Nara pada Bu Rini."
"Tu..." tunjuknya. disana Tania lagi asik makan masakan Bu Rini di dekat kolam renang.
"Enak ya, yang punya rumah aja belom makan Lo main sikat aja."
"Gue laler Ra."
" tumben? Lo enggak diet?"
"Capek gue diet enggak kurus-kurus."
"Lo diet kalau mau kurus tu enggak bener tau, diet tu mau sehat, jaga pola makan dan lainnya."
"karena enak ngomongnya gue ngomong Tan, kalo berat gue suruh Angga yang angkat." lagi-lagi jawaban konyol Nara bikin Tania kesel.
"Bisa enggak sih Lo serius dikit Ra, gue tiap ngomong ma Lo pasti ada kesel nya."
"Hehehhe...biar Lo enggak bete Tan."
"Tapi gue tambah bete bege."
"Iya, iya.. sorry." ujar Innara.
"kenapa gue bisa kenal ma Lo berdua sih?" keluh Tania.
"Karena cuma gue di dunia ini temen Lo Tan..."
"Innara.."
"Iya, iya maaf .." Tania sudah mulai merajuk innara pun tidak berani berkutik." Lo enggak nyebur?"
"Mau dong, kan gue belum mandi."
"Dasar Lo, ya udah sama, gue mau nyiapin makan buat Tara."
.
.
Setelah makan malam selesai dan Nara membereskan meja makan di bantu oleh Tania, sedangkan Angga adik main dengan Tara.
"Lo ma Doni gimana Ra?"
"Maksudnya?"
__ADS_1
"Ya hubungan Lo?"
"Biasa aja."
"kalian dah jalan hampir satu tahun Lo, dah ngapain aja?" tanya Tania ceplas ceplos.
"Dasar otak mesum, emng kalo pacaran harus main kuda-kudaan ya?" tanya Nara dan Tania hanya terbahak.
"Apaan sih Lo Ra, kuda-kudaan..hahahaha."
"gue enggak pernah ngapa-ngapain ma Doni, paling banter juga pegang tangan ."
"Serius?"
"hemmm."
"Lo suka enggak sih Ra ma Doni?"
"Enggak tau gue."
"dih kok bisa."
"Ya karena gue ngerasa biasa aja, sama kayak gue jalan ma Angga."
"Jangan-jangan Lo enggak ada rasa ma Doni, terus ngapain pacaran." Innara hanya megendikan bahunya
"Angga tau?"
"Ya tau lah, apa yang Angga enggak tau dari gue?" jawab Nara dan Tania pun hanya manggut-manggut .
"Lo suka?"
"Maksudnya?"
"Tuh?" sama halnya Innara Tania hanya mengedikan bahunya.
"bilang aja kalau Lo suka, gue bantu, tapi Lo jangan cemburu ma gue." ucap Innara lagi
"Apaan sih Lo."
"Ya Udah yuk, kita gabung ma mereka." Innara berjalan mendahului Tania.
"Gimana gue enggak cemburu kalo jadi pacar Angga, Lo aja Deket banget sampai enggak kelihatan batasnya, apalah gue yang hanya jadi pagar rusak kalian." Batin Tania , tapi di tepisnya pikiran aneh itu.
"Ayo Tan...." Angga dan Tara asik becanda Tania hanya memperhatikan kedekatan mereka berdua selayaknya anak dan bapak.
"Kenapa Lo enggak kawin aja sih Ra sama Angga."
"Gila Lo, kita tu dah janji enggak bakal ada kek gitu-gituan di Antara Kita." jawab Nara.
"Kalo ternyata salah satu dari kalian ada yang suka?"
"Gue enggak pernah mikir kesitu sih," jawab Nara tanpa memperhatikan raut wajah Tania.
"Tenang gue ma Angga enggak akan melanggar komitmen itu, eh tunggu bukannya Lo suka sama teman baru Lo di di fakultas sastra ya?" tanya Innara.
"Ah itu.. enggak, gue enggak bilang suka kan, gue cuma bilang ganteng."
"Ganteng mana ma Angga?" goda Nara...
.
.
BERSAMBUNG
Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰
__ADS_1