Ayah Untuk Tara

Ayah Untuk Tara
Jebakan


__ADS_3

Jalanan agak macet nih." Keluh Andreas saat kendaraan mereka jalan melambat.


"Kan biasanya juga kek gini an." Jawab sintia.


"Iya sih," Ucapnya sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal. "Gue lewat jalan tikus aja ya?"


"Emang ada?" tanya Sintia.


"Ada gue tau kok." Jawabnya.


"Serah Lo deh." Innara ikut menimpali. Tapi tetap memantau ponselnya.


"Lo kenapa liatin handphone mulu?" Sintia mengirim pesan pada Innara. Innara hanya melirik tidak membalas. "Gue mulai parno." melihat pesan itu kasihan juga Sintia.


"Ada gue, Bara juga ada di belakang." balas Innara agar Sintia tenang. membaca itu Sintia menjadi lega.


"Lo enggak salah jalan kan an?" tanya Andi yang juga bingung dengan jalan yang dipilih oleh Andreas.


",Bener kok ini." Jawabnya tenang.


"Tambah jauh aja kayaknya." Sambung Andi.


"Tenang aja bro, gue biasa lewat sini, jalannya enggak macet, cenderung sepi malah." Ucap Andreas sambil tersenyum miring.


"Gila, liat senyumnya Andreas hampir copot jantung gue." Sintia mulai lagi.


"Karena takut apa jatuh cinta?"


"Dia sih psikopat yang nyata Ra." Balas Sintia." Setengah jatuh cinta juga takut gue, campur aduk kek gado-gado." Innara hanya menggeleng kepala. Dan itu di perhatikan oleh Andreas.


"Kenapa Ra? Ada yang salah?" tanya Andreas serius.


"Senyum Lo bikin gue dah Dig dug." Ucap Innara walau sebenarnya itu menggambarkan perasaan Sintia.


"Akhirnya Lo ngakuin ke gantengan gue." balas Andreas dengan bangganya.


"Kalo lo mau sama gue, gue rela putusin cewek gue." sambung Andreas dengan senyum menyeringai.


"Lo dah punya pacar?" tanya Innara pura-pura tidak tau.


"Bukan pacar sih, cuma temen tidur aja."


"Istri dong?" sela Sintia yang merasa kesal, pancingan Innara ternyata membuka sisi busuk Andreas, yang di luar seakan sok cool, ternyata sebrengsek itu.


"CK... istri? Gue masih dua puluh lima tahun, buat apa buru-buru nikah." Andreas menggeleng mendengar ucapan Sintia yang polos. Mendengar jawaban itu kekesalan Sintia semakin memuncak.


"Dasar brengsek, sok kecakepan walau cakep banget sih." batinnya. "Ekspektasi gue kejauhan tentang Lo anj***." Sintia mulai mengumpat dalam hati.


"Kenapa Lo? Lagi monolog dalam hati?" Tegur Innara yang melihat kekesalan itu. Sintia cuma meringis.


Saat jalan mulai gelap segerombolan orang datang menghadang. Andreas pun menginjak rem mendadak.


""Aduh..."Seru mereka bertiga kecuali Andreas. "Siapa itu Ra?"

__ADS_1


"Mana gue tau?"


",Ini kan belum malam banget ya, kenapa gelap banget ni jalan?" keluh Sintia.


"Anj***, Bisa diem enggak sih?" umpat pada Andreas pada Sintia, hingga Sintia pun langsung kicep mendengar nya. "Sorry Sin, bukan Maksud gue " Andreas menarik napas dalam.


Dok dok dok


Beberapa pria menggedor kaca mobil.


"Buka anj***." Pinta orang diluar mobil. Sintia memeluk Innara.


"Ra ..gue Ta...."


"Hussttt." Ucap Innara sambil menundukkan kepala Sintia.


Dok dok dok


Lagi-lagi mereka mengetuk pintunya, perlahan Andreas keluar dan menutup pintu mobil.


"Kunci ndi!" titah Innara. Lalu segera Andi mengunci semua pintu mobil.


Lalu beberapa orang di belakang pria itu membawa Andreas kearah belakang, dan tidak kembali.


"Kim Seok jin gue mau di apain?" Gumam Sintia yang mengintip di balik kursi kemudi, walau kesal tetap saja Andreas sudah menjadi idolanya.


"Hustt..." Lagi-lagi Innara menghentikan ocehan Sintia.


"Dasar goblok, gue minta Lo bawa Innara, kenapa bisa sampai banyak orang Lo bawa kesini? Mau party Lo?"


"Lo emang bener-bener enggak bisa di Andalin, Lo tau gimana rasanya gue di penjara, kalo bukan karena Beby anak orang kaya, enggak mungkin gue bisa bebas secepat ini." Ucap seseorang disana.


"kakak tinggal lepasin Sintia dan Andi saja, dan menahan Innara."


"Dan mereka akan lapor polisi?"


"Mereka berdua enggak salah kak?"


"Mereka salah karena dah kenal sama Innara dan Lo. TAU!"


"Gue mohon bang, mereka enggak akan melakukan itu."


"Siapapun yang Lo bawa mereka juga akan merasakan juga apa yang Innara rasakan."


"Ayo lah kak."


"Ini karena kesalahan Lo, atau Lo yang mau gantiin gue?"


"Gue ..." Andreas terdengar takut pada seseorang yang di panggil kakak.


"Enggak kan? Makanya jangan sok Lo anj***."


"Kita di jebak." Ucap Innara. "Ndi lo bisa bawa mobil?"

__ADS_1


"Bisa Ra?"


"Bawa mobil ini kencang-kencang, tabrak apa aja yang ad di depannya selama Lo masih selamat." Ucap Innara. "Lo siap?"


"Oke." jawab Andi, lalu Innara membuka pintu Mobel sepelaN mungkin.


"Lo mau kemana Ra?" Sintia menahan tangan Innara saat mau keluar.


"Udah gue bakal baik-baik aja, Lo sama Andi." Innara menenangkan Sintia." Kalo ketemu Bara bilang apa yang terjadi."


"Katanya Bara ngikutin kita."


"Enggak." jawabnya singkat." Dah kalian cepat sudah enggak ada waktu." lalu Innara turun dan berguling pelan di bersembunyi di balik taman. Itulah untungnya tubuh mungil, bisa sembunyi di mana saja. Setelah Innara turun Andi langsung menginjak gas dengan kencang, mobil melaju membabi buta, sehingga beberapa pria yang ada di depannya tadi menyingkir.


"Kejar kejar kejar," Suara beberapa orang di sana.


Mendengar kegaduhan mereka keluar dari ruangan itu.


"Kenapa?" melihat mobilnya tidak ada Andreas memegang kepala dengan kedua tangannya.


"Lo bener-bener bego ya an!" Umpat pria itu. "Anj***." lalu dia membuang puntung rokok nya lalu masuk kedalam. lalu berbalik lagi, "Tangkap mereka jangan ada yang lolos." Titahnya "Goblok." Sekali lagi Andreas di maki. Beberapa pria mengejar mobil yang di kendarai Andi dan Sintia,.


"Jadi ini kerjaan Lo lagi Jo?" Innara muncul di balik semak-semak.


"CK...berani juga Lo kesini?"


"Lo lupa siapa gue?"


"Anj*** Lo emang, Jonathan menyerang terlebih dahulu.


Buuuggg


Innara menendang keras dada Jonathan hingga tersungkur.


"Sial....Ah." Jonathan kesakitan. Ditambah lagi Innara menginjak kakinya yang sengaja di tembak oleh juan. Waktu itu.


""Lo bener-bener enggak mau tobat ya Jo, padahal gue cuma sedikit tuduhan yang gue kasih ke polisi tapi Lo malah bikin ulah." jelas Innara.


"Maksud Lo apa?" Andreas muncul dari balik pintu


"Eh ada adek manis."


"Jelasin apa yang terjadi Ra." Pinta Andreas, mendengar permintaan itu Innara mengerutkan keningnya.


"Gimana apa perlu gue jelasin ke adek Lo?"


"F***."


"hahahhahaha....makanya jangan berani Lo usik hidup gue Jo." Innara tertawa renyah. Lalu Innara mengambil ponselnya. "Masuk!" Ucapnya memerintah seseorang. Tidak lama kemudian dua orang berbadan tegap masuk kedalam. "Bawa dia!" perintah Innara.


"Lepasin gue, lepasin gue bangs**!" Teriak Jonathan melawan.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


...Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰...


"


__ADS_2