
"Lo seneng banget kayaknya." Angga mengomentari tingkah Tania.
"Iya, gue seneng banget,"
"Kenapa?"
"Karena ada Lo."
"Cih..."
"Serius gue."
"Mulai ya Lo ikutin gaya Innara." Seketika itu Tania terdiam. Dia lupa Innara sering memuji apa saja yang di lakukan Angga, walau mereka juga sering beradu mulut tapi dibalik itu ada perhatian tersembunyi dan hanya mereka berdua yang tau . Sedangkan Bagi Angga banyak ucapan yang membuat orang terbang dan nyangkut enggak bisa balik lagi adalah Innara, sejak dia pertama bertemu selalu saja ada yang berkesan baginya.
"Sorry gue enggak maksud begitu." Ucap Tania lesu. "Dasar mulut lemes gue, ngerusak suasana kan jadinya." gerutu Tania mengutuk dirinya sendiri.
"Gue enggak papa, biasa aja kali Tan, kayak sama siapa aja sih Lo."Ucapnya sambil tertawa geli melihat tingkah konyol Tania walau itu tidak bisa selepas tertawa dengan Innara.
"hehehhe...iya, gue lupa kalo Lo temen gue."
"Gila Lo."
"Ayo Ga....." Tania berlari cepat kearah pantai sambil teriak..."AAAAAAAAAAA." teriak Tania membuat ada sedikit lega di hatinya, Saat deburan ombak datang Tania pun kembali teriak.."Anggaaaa gue suka sama Lo..." saat deburan ombak berhenti Tania pun berhenti. "kenapa gue enggak bisa ngomong langsung sama elo Ga." Batin Tania pilu, diapun meneteskan air mata. "Cengeng banget sih gue." gumamnya.
"Lo kenapa jongkok disitu? Basah Tan." Angga mengagetkan Tania.
"Angga sejak kapan Lo disitu?" Tania bangkit lalu menghadap Angga.
"Sejak Lo teriak-teriak." -Angga
"Serius Lo?" -Tania
"Em..."-Angga
"Jadi.."-Tania
"Jadi apa?"-Angga
"Lo...." -Tania
"Gue kenapa?"-Angga
"Enggak, lupain." Tania mengibaskan tangannya dan berjalan meninggalkan Angga yang sedang bingung.
"Sorry Tan, gue enggak bisa balas cinta Lo." ucapnya lirih.
"Om Anggaaaa." tiba-tiba Tara datang dan memeluk Angga di ikuti oleh Raffi dan Fia. "Om Angga tega ninggalin Tara." Tara merajuk dalam pelukan Angga.
"Maaf sayang, tadi om antar tante Tania jalan-jalan, Katanya panas di dalam." bohong Angga.
"Om enggak ngajak bunda sama Tara, om jahat."
"Ya sudah, sebagai permintaan maaf, gimana kalo om belikan es krim."
"Beneran om...?" Angga mengangguk."Horeeee."Tara bersorak.
Dari jauh Tania memandang dengan nanar. "Ternyata hanya sejauh ini langkah gue Ga." gumamnya.
"Lo kenapa Tan? Lo mewek ya?" tanya Fia dengan wajah innocent nya.
"Nangis pala Lo." Tania menoyor kepala Fia dan pergi.
__ADS_1
"Tan, salah gue apa?" Fia menyusul Tania dengan berlari kecil.
"Jauh-jauh Lo dari gue."
"Tan...tunggu! jangan tinggalin gue." Tapi Tania tidak menggubris ocehan Fia.
"Lo kenapa Tan?" Sekarang giliran Raffi yang ikutan resek.
"Kagak."
"Habis mewek ya Lo."
"Lo gila ya?" maki Tania. hal itu membuat Raffi langsung kicep tak bersuara, saat Fia mulai dekat Raffi menahannya.
"Lepasin gue." Fia mencoba memberontak."Raf Lo kenapa sih?"
"Stttt diem disini dulu, biarin Tania sendiri." Ucap Raffi menatap punggung Tania yang naik turun.
"Raf....."
"Udah dengerin gue aja." lalu Raffi melepaskan tangannya dari lengan Fia."Kita jalan kesana yuk." ajak Raffi menjauhkan Fia dari Tania.
"Terus Tania?"
"Kan sudah gue bilang, biarin dia sendiri."
"Tara?"
"Kan sama Angga, kenapa sih Lo sibuk banget ngurusin hidup orang." ujar Raffi akhirnya.
"Gue enggak ngurusin hidup orang Raf, gue care sama temen."
"Kalo Lo care harusnya Lo tau harus berbuat apa, bukan malah bikin kesel."
...****************...
Nara dikamar bermain ponsel sambil menunggu kedatangan anaknya dan Angga. "Lama banget mereka mainnya," gumamnya karena sudah bosan menunggu.
tok tok tok
"Siapa?" -Nara
"Gue, Bara." -Bara
"Kenapa Bar?"-Nara
"Boleh masuk?" -Bara
"Gue keluar." Jawab Nara, lalu dia beranjak dari tempat tidur nya dan membuka pintu."Kenapa?" tanya Innara sambil mengeluarkan kepalanya dari pintu.
"Ada waktu?gue mau ngomong sama Lo." -Bara
"Ya udah ngomong aja."-Nara
"Di luar, berdua."-Bara
"Penting?"-Nara
"Banget."-Bara
"Apaan sih?" Nara malas sebenarnya untuk bicara dengan Bara, karena dia tidak merasa ada kepentingan dengannya apalagi masalah pribadi yang harus di bicarakan berdua.
__ADS_1
"Enggak bisa ya?"
"Sudah malam Bar, besok aja ya."
"Bunda..." Tara datang dengan Angga juga sekantor plastik jajan nan di tenteng nya.
"Hai sayang, sudah pulang?" sambut Nara yang tadinya hanya kepalanya yang keluar kini sudah seluruh badannya. "Bawa apa aja ini, banyak sekali." tanya Nara pada Tara.
"Om Angga belanje..." ujarnya mengikuti gaya Upin dan Ipin.
"Wah pasti langsung kosong ini dompet om Angga." Tara mengangguk. dan hanya tawa renyah yang ditampilkan oleh Nara.
"Ayah enggak di kasih." tiba-tiba Bara bersuara.
"Eh ada ayah, Tara lupa menyapa." ucapnya sambil nyengir. "Halo Aya, Tara habis di traktir eskrim banyak sama om Angga." ucap Tara dengan ekspresi yang luar biasa. "Ayah mau?" sambung Tara.
"Memangnya boleh?"
"Enggak boleh, ini semua aku punya." lagi-lagi mengikuti gaya Upin dan Ipin. dan disambut tawa oleh tiga orang dewasa di sana, tapi tidak dengan Angga, dia hanya tersenyum tipis karena malasnya, apalagi dia datang disuguhi dengan pemandangan tak sedap.
"Ayo bunda kita masuk kedalam." Ajak Tara pada Innara, Nara pun mengangguk tanda setuju. "Om Angga juga." pintanya sambil menjulurkan tangannya dan Angga pun mengikuti kemauannya. Saat Angga sudah dekat Nara pun membuka pintu membawa Tara masuk kedalam,"Da ayah...Tara masuk dulu ke kamar." pamit Tara sambil melambaikan tangan. dan mau tidak mau Bara pun melambaikan tangan. setelah masuk semua pintu ditutup sedangkan Bara masih memandangi pintu itu.
"Siapa ayah, siapa yang di ajak masuk." gumamnya sendiri. "Hedeehh dasar bocah."
"Fuuuh..." Raffi tiba-tiba muncul mengagetkan Bara."Ngapain Lo di depan kamar orang, mau nguping lagi?" ucap Raffi asal.
"Lo tu yang tukang nguping." balas Bara dan pergi meninggalkan tempat itu. "Lo sama siapa balik?" tanya Bara.
"Sama Fia."
"Terus Tania dimana?"
"Gue kira udah duluan, tadi pas gue balik Tania udah enggak ada di pantai."
"Gila Lo ninggalin anak orang sendirian di pantai," Omel Bara pada Raffi.
"Dia yang ninggalin kita, iya kan Fi?" Raffi mencari dukungan.
"Tadi gue mau nyamperin dia Lo larang."
"Lah elo enggak lihat kondisi nya?" tanya Raffi
"Emang kenapa dia."
"Dia mewek."
"Apa?" Bara terdengar panik dan dia langsung menyusul Tania sesuai petunjuk Raffi dan di ikuti oleh Raffi juga Fia.
"Lo tenang sedikit dong Bar..."
"Tenang pala Lo."
"Tapi kita mau cari kemana... pantai nya luas.."
"kita pencar aja, Lo cari di bagian luar pantai sama Fia, gue masuk, hubungi gue kalo sudah ketemu." Bara memberi aba-aba, Raffi dan Fia mengangguk.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰