
"Ay Lo mau gue masakin apa?" tanya Bara saat membuka matanya.
"Baru bangun Lo dah mikir makan aja sih Ta?"
"Gue lapar Ay, dari kemaren sore gue belum makan."
"Lah kenapa?"
"Mana bisa makan, gue mikirin Lo ."
"Alah, gombalan Lo di pagi hari." Ucap Nara.
"Gue serius Ayannnggg." Ucap Bara langsung menelungkup di atas tubuh Innara.
"Iya, iya percaya." Innara berusaha mendorong tubuh Bara yang tegap dengan wajah memerah. "Berat Ta, lepasin gue!" keluh Innara." Lo lupa gue masih sakit? Lagian kenapa Lo enggak pake baju sih?"
"Gerah ay..."
"Kan pake AC."
"Kalo ada Lo, biar pake AC sepuluh gue tetep gerah ay."
"Cih, alasan, minggir Lo."
"Kasih gue penyemangat pagi dong ay, sejak kita nikah Lo belum pernah kasih gue." Ucap Bara merajuk. Sambil menatap lekat-lekat wajah Nara.
"Iihh... Terus terang banget si Lo Ta, bikin gue malu aja." Nara tersipu.
"Biar Lo Tau yang gue mau ay..."
"Barata." lalu Nara menutup wajahnya dengan selimut karena sudah tidak tahan menahan malunya.
"Kok di tutup sih ay?"
"Gue belum siap Ta."
"Gue udah..."
"Bodo' amat."
"Ay..Lo kejam, banget sama gue, Lo enggak liat dedek gue dah berdiri."
__ADS_1
"Barata.. Lo..?" Ucap Nara semakin malu di buatnya.
"Penyemangat aja deh .." Rajuknya, " badan gue sakit semua ae, gara-gara pegawai Lo." keluhnya biar dia di beri kissing penyemangat.
"Cup..." Nara mengecup bibir Barata singkat, lalu menutup wajahnya kembali. Sedangkan Bara terdiam karena tidak percaya apa yang terjadi. "Minggir." Ucap Nara mendorong tubuh Bara, tanpa di sadari Bara pun minggir sesuai instruksi Nara. Saat Nara bangun dan duduk di tepi ranjang Bara tersadar dan langsung meraih pinggang Innara dan memeluknya dari belakang.
"Lo punya gue ay, jangan sampe Lo lupa." Bisiknya.
"Em...." Ucap Nara yang menahan malu. Tanpa di sadari Bara sudah membalikan tubuh Innara lalu mencum** dalam-dalam bibir Innara, sampai Innara tidak bisa bernapas, melihat hal itu Bara melepaskan sejenak ciuman mereka, lalu melanjutkannya lagi sampai Bara merasa puas.
"Manis banget bibir Lo ay..." Ucap Bara sambil membersihkan bibir Nara dengan ibu jarinya.
"Bara Lo gila juga ya." Nara mendorong tubuh Bara dan masuk kekamar mandi. Disana di bercermin melihat pipinya yang memerah, menyentuh bibirnya berlahan, "Ini ciuman pertama gue, gue pikir bakal gue kasih sama orang yang gue cinta, ternyata tetap sama Lo Ta, sejak tujuh tahun yang lalu sampe sekarang, cuma Lo yang bisa." Dia mengulang mengusap bibirnya yang memerah. "Kapan gue bisa sepenuhnya suka sama Lo Ta? Gue berharap enggak akan lama." Gumamnya lagi, karena dia takut jika terlalu lama Barata akan bosan, dan juga dia akan lupa cara mencintai seseorang. Setelah lama menatap dirinya sendiri di cermin Nara menyalakan shower, menyiram seluruh tubuhnya dengan air hangat.
Sedangkan Bara keluar kamar menggunakan kaos oblong, menuju dapur, melihat isi kulkas dan kitchen set, ada apa saja yang bisa ia masak.
"Lumayan juga isi kulkas Lo ay, ala barat semuanya." Gumamnya lalu mengambil makaroni dan kawan-kawannya. "Bikin pasta aja lah." Bara pun beraksi membuat sarapan untuk mereka berdua.
...****************...
"Gue lihat-lihat Lo sering disini deh Bar?" Ucap Tania saat mereka duduk di meja makan sedangkan Barata asih bermain ponsel di sofa.
"Lo juga jarang di kosan Bro." Raffi menimpali.
"Kenapa pada kepo sih kalian berdua?"
"Bukannya kepo, gue heran aja," Timpal Tania, " Dulu kalian berdua kek tom and Jerry, sekarang adem ayem banget." Jelas Tania.
"Tom and Jerry? Emang gue kucing?" sahut Bara.
"Jadi maksud Lo gue tikusnya?" Tiba-tiba Innara nyeletuk sambil cemberut. Seketika Bara meletakan ponselnya dan menghadap Innara puppy eyes.
"Enggak gitu Ra, bukan." Jawab Bara gelagapan. Mau emosi ada Raffi dan Tania, tidak mungkin dia tiba-tiba perang-perangan kayak bocah di depan mereka, mau tidak mau di hanya menghala napas. "Dah minum nih ngomong aja terus." Sela Nara agar mereka tidak terlalu dalam bicara.
Brakkkk
Angga masuk dengan tergopoh-gopoh. "Ra..kenapa Lo tutup kafe?" tanya Angga tiba-tiba lalu melihat sekeliling, ada Tania Raffi dan juga Bara yang menggunakan celana kolor dan kaos oblong. "Pemandangan apa nih?" belum sempat Nara menjawab Angga sudah mengeluarkan pertanyaan baru.
"Lo kenapa sih, Buru-buru amat?" tanya Nara masih cuek. Lalu membelikan air putih di letakan di meja, Anggae dekat dan meminum air itu sekali tegak. "Kenapa Lo tutup kafe tanpa kasih tau gue?"
"Dia sakit Lo Enggak liat, ada perban di wajah juga di tangan Nara?" Jawab Tania kesal melihat Angga yang tidak peka seperti dulu. Angga pun memperhatikan kondisi Nara.
__ADS_1
"Kenapa wajah Lo?" tanya Angga mendekat dan memeriksa wajah juga lengan Nara. "Lo sakit juga masih bisa siapkan beginian." Ucap Angga. "dan kenapa enggak hubungi gue? Gue kan bisa jaga Lo." cecar nya dengan berbagai pertanyaan.
"Banyak banget sih pertanyaan Lo, mana dulu nih yang harus gue jawab."desis Nara kesal. Angga meraih tangan Nara dengan wajah khawatir.
"Masih sakit?" Angga mengelus wajah Nara dan itu diperhatikan oleh Bara. Nara sedikit menghindar dan menyibukkan diri mengambil cemilan dan cemilan.
"Duduk Lo! Perintah Nara dan memberikan teh hangat pada Angga, lalu dia mengambil nampan berjalan ke arah Bara. "Teh nya Ta."
"Makasih Ra." ucapnya dengan menatap tajam pada Nara . Nara memberi kode bertanya. "Kenapa?" lalu Bara melirik Angga. Dan itu membuat Nara tersadar. Bahwa suaminya cemburu. "Cih..." Nara berlalu. "Kalian minum dulu deh, gue mau mandi." ucap Nara lalu berjalan masuk kekamarnya di ikuti oleh Bara. Tapi belum saja sampai pintu tangan Bara ada yang menahannya.
"Mau ngapain Lo?"
"Ya masuk." Jawab Bara dengan polosnya.
"Bangsat Lo." Maki Angga dengan mendorong tubuh Bara, hingga mundur beberapa langkah sedangkan bara pun belum mengerti dengan kemarahan Angga, karena beberapa hari Nara sakit dia yang merawatnya.
"Anj*** Lo, ngapain Lo dorong-dorong gue, masalah Lo apa sih?" Bara tak mau kalah, karena perbuatan kasar angga.
"Kalian kenapa sih? Berantem Mulu." Nara menengahi.
"Ngapain sih laki mesum ini ada di rumah Lo?" desis Angga tidak suka pada Bara.
"Wah rame-rame apa nih?" Tiba-tiba jenny muncul di saat yang tidak tepat.
"Jenny?" Ucap Nara dan Angga bersamaan.
"Ya ini gue, bener banget feeling gue, Lo pasti ada disini, tapi situasi nya enggak sesuai ekspektasi gue."
"Maksud Lo apaan?" tanya Angga dan kembali menarik Bara menjauh dari Innara.
"Lo sekarang suka sesama jenis Ga?"
"What?"
.
.
...BERSAMBUNG ...
...Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰...
__ADS_1