
"Bagus lah Lo galau, biar Lo tau rasa gimana sakitnya kalau orang yang Lo sayang enggak peduli lagi sama Lo." Batin Tania bersorak gembira pas tau jika Angga dan Nara sedang tidak baik-baik saja. Dan sekarang dia ingin melihat bagaimana wajah Nara saat Angga tidak lagi bersamanya."Lo enggak kekampus hari ini?" tanya Tania.
"Mau ke kafe gue, Lo mau ikut?"
"Boleh, dari pada Lo sendiri gue temenin deh ." jawab Tania, karena dia tau jika setiap kemanapun Nara pergi delapan puluh persen pasti bersama Angga.
"Emmm, gue ganti baju dulu aja." Nara masuk kekamarnya dan berganti pakaian.
Drrrttt drrttt
"Angga?" Nara mengabaikan panggilan setelah tau siapa yang menghubunginya.
Drrrttt drrttt
"Lagi?" karena kesal Nara terpaksa mengangkat nya.
"Hmmm?"
"Gue mau bicara?"
"Sejak kapan Lo telpon gue dulu kalo mau ketemu?"
"Ya...."
"Di kafe." ucap Nara saat Angga tidak bisa melanjutkannya kalimat nya.
"Oke, gue kesana sekarang." Nara meletakan kembali gawainya di di atas meja setelah panggil terputus.
"Mau ngapain sih?" Kenapa perasaan Nara terasa asing dengan sosok Angga, padahal dia sangat merindukan nya. Setelah selesai berganti pakaian Nara keluar lagi. "Tara ayo bunda antar di sana mbak Tia!" Dan mereka pergi bersama sebelum ke kafe Nara mengantar Tara dan Tia dulu ke tempat lesnya.
"Langsung ke kafe ya Tan?"
"Oke."
"Lo enggak mau mampir dulu?"
"Kemana?"
"Hemmm." Nara mengedikan bahunya. "Ya udah kalo enggak ada, langsung ya?"
"Oke." jawab Tania. "Beneran Ra, Lo enggak papa?"
"Emang wajah gue galau banget ya kelihatannya?"
"Enggak juga sih, Lo biasa aja."
"Nah yu Lo tau."
"Tapi gue temen Lo Ra, ngerasa ada yang beda "
"Perasaan Lo aja kalo Tan." Jawab Nara sambil fokus ke depan.
"Gimana Lo sama Bara?"
"Maksud Lo?"
"Gue pernah liat Lo bareng Bara beberapa Minggu yang lalu."
"Gue lupa."
"Dia suka sam Lo Ra."
"Cih...bukannya Lo juga suka sama dia?"
",Gue?"
"Lo yang bilang sendiri kan?"
"Kapan?"
"Ya elah, lo lupa waktu gue mau jodohin Lo sama Angga?" jelas Nara, karena dia ingat betul apa yang dia ucapkan.
"Oohh itu? Gue cuma bercanda."
"Jadi siapa dong cowok yang Lo suka?" tanya Nara to the poin." Angga?"
__ADS_1
"Lo gila?"
"Ya siapa tau kan?"
"Enggak lah, Angga suka sama cewek lain."
"Oh itu? Gue tau."
"Maksud Lo?"
"Ya Angga, dia udah tunangan sama cewek itu."
"Buka itu Innara, dia sukanya sama Lo bege ." umpat Tania dalam hati, Tapi tidak mengapa karena dia suka jika melihat Nara menderita. "Peran utama bukan Lo aja Ra, gue juga mau." sambungnya.
"Angga tunangan? Kapan?" tanya Tania sok tidak tau."Lo belum cerita sama gue?" padahal Tania sudah tau dari Dewi karena Dewi dan Tania merupakan tetangga kosan putri.
"Ya gue juga baru tau Minggu lalu."
"Angga pasti seneng." ucap Tania mencoba memprovokasi Innara.
"Pasti lah."
"dan Lo?"
"Gue? Kenapa gue?"
"Lo baik-baik aja dia tunangan?"
"Its oke, IM fine."
"Bagus lah kalo Lo baik-baik aja ,tapi inget Lo punya gue, kalo Lo perlu tempat cerita gue selalu ada buat Lo."
"Thanks Tan." ucap Nara tersenyum dan akhirnya mereka sampai di kafe.
"siang semua," saat Nara masuk dan menyapa karyawan nya.
"Siang kak Nara." jawab kompak dari semua karyawan, dan ada juga yang menyapa Tania dengan mengangguk.
"Ada tamu kak." ucap Vita.
"Biasa..."
"Ada-ada aja Lo bilang tamu."
"Habisnya datang ke tamu, enggak kayak biasanya."
"Dia juga boss Lo."
"hemmm." Vita tersenyum lalu pergi meninggalkan Nara.
"Kenapa Ra?"
"Enggak, yuk ah naik."
"Oke." mereka masuk ke kantor Nara.
Klek
Nara membuka pintu, ada Angga yang sudah menunggu beberapa menit yang lalu. Langsung berdiri menghampiri Nara.
"Gue kangen Lo Ra." Angga memeluk Innara dengan erat sampai Nara tidak mampu bernapas.
"Lepas Ga, enggap." keluh Nara .
"Selalu gue jadi obat nyamuk di posisi ini." batinnya kesal." kenapa cepet banget sih Ra ilangnya galau Lo
" umpat Tania tidak suka jika Nara bahagia.
"Eh ada Tania." Ucap Angga saat melihat Tania di belakang Innara. Lalu melepas pelukannya.
"Em..." Jawabnya kesal.
"Kenapa Lo, kesel amat keknya?" tanya Angga setelah Nara masuk dan di ikuti oleh Tania dan Angga.
"Jelas gue kesel lah, gimana bisa Lo tunangan tanpa ada kita." ucap Tania menutupi kesalnya pada Nara yang selalu mendapat pelukan dari Angga.
__ADS_1
"Oh itu, sorry." Ucapnya tanpa membela diri.
"Tega Lo. Iya kan Ra!"
"Em..." jawab Nara cuek sambil menyalakan laptop yang ada di depannya.
"Ra, Lo denger gue?" tanya Tania yang di tambah kesal.
"Denger, Lo suka kan sama Angga?"
"Nara..." keluh Tania dan keluar dari kantor Nara turun kebawah di meja yang biasa nya Nara duduk.
"Ra..."
"Hmmm."
"Lo marah?"
"Marah kenapa?" jawab Nara acuh, dia masih sibuk dengan laptopnya.
"Sorry Ra." tutur Angga hingga Nara mengalihkan pandangannya.
"Kenapa?"
"Soal Jenny." Nara mengerutkan dahinya. "Gue ruangan malam waktu Lo baru pulang dari rumah sakit." sambung Angga," Gue enggak tau sol tunangan itu Ra, serius gue enggak tau." jujur Angga. "Karena itu gue takut mau ketemu sama Lo, bahkan di kafe gue enggak Dateng."
"Gue enggak papa Ga, selamat buat Lo, tapi paling enggak Lo harus profesional dalam kerjaan, kita bukan pacaran atau semacamnya jadi kalo Lo mau ngapain aja silahkan tapi tidak Lo tinggalin pekerjaan Lo."
"Tapi Ra..."
"Ada lagi?"
"Gue enggak suka sama Jenny."
"Terus gue harus gimana? "
"Gue sukanya sama Lo Ra..." Angga akhirnya menyatakan cinta pada Nara.
"Cih...Lo gila."
"Tuh kan, elo selalu begitu saat gue bilang suka sama Lo, sedikit serius lah Ra.."
"Sudah berulang kali juga gue bilang Ga, kita itu enggak mungkin!"
"Kenapa? Lo suka sama seseorang?" Nara langsung menggeleng. "Lalu apa susahnya terima cinta gue...?"
"Sorry." Nara kembali berkutat pada layar laptop nya.
"Tuh kan..selalu begitu, setiap gue tanya alasan Lo selalu menghindar."
"Hhheh." Nara menghela napas berat. "Gue harus jujur sekarang sama Lo Ga, dari pada gue harus Lo kejar terus sial ini, Gue enggak bisa terima Lo karena gue sudah janji sama bokap Lo, kalo gue enggak bakalan jatuh hati Sama Lo."
"Kenapa?"
"Lo tau kondisi gue Ga, perempuan Tania keluarga dan hamil di luar nikah, itu sudah menjelaskan segalanya tanpa Lo cari kemana-mana."
"Tapi gue enggak peduli."
"Gue peduli, dan orang tua Lo pasti lebih peduli lagi."
"Gue bisa pergi dari rumah!"
"Dan gue enggak mau Lo jadi anak durhaka.*
"Nara....."
.
.
BERSAMBUNG
Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰
"
__ADS_1