
"Ya ini gue, bener banget feeling gue, Lo pasti ada disini, tapi situasi nya enggak sesuai ekspektasi gue."
"Maksud Lo apaan?" tanya Angga dan kembali menarik Bara menjauh dari Innara.
"Lo sekarang suka sesama jenis Ga?"
"What?" Angga memicingkan matanya.
"Ya Lo narik-narik baju tu cowok." Jenny memajukan dagunya menunjuk tangan Angga yang masih memegang baju Barata. Seketika itu keduanya saling menjauh.
"Ngapain Lo disini?" tanya Angga pada Jenny yang berjalan masuk dan duduk di samping Tania yang masih tersedia teh hangat milik Angga. Dia menyeruput teh itu sedikit. "Gue baru aja Dateng, dan kata mami, Lo Enggak ada di rumah."
"Terus?"
"Lo kemana lagi kalo enggak kesini, iya kan?"
"Jadi?"
"Ya gue kesini Angga."
"Urusan Lo sama gue apa?" sambung Angga kesal.
"udah deh mendingan kalian berdua pergi dari sini, ganggu orang sarapan aja sih." Ucap Tania kesal dengan kehadiran Jenny.
"Oh ya, gue ada pengumuman penting buat kalian semuanya." bukannya pergi tapi Jenny malah semangat.
"Enggak penting buat gue." Ucap Tania ketus.
"Denger dulu, kalo udah denger kalian bisa menilai itu penting atau tidak." Jelas jenny dan semua menunggu apa itu. "Gue hamil." Respon semua orang lagi-lagi tidak sesuai ekspektasi Jenny, mereka hanya mengerutkan dahi tanpa berkata apapun. "gue hamil anak Angga." sambungnya lagi.
__ADS_1
"Whaaaaaatt?" Ucap Tania kaget bukan kepalang. dia langsung berdiri dengan tas ditangannya. " Cowok brengsek, bisa-bisa nya lo hamilin anak orang, sedangkan Lo sendiri masih suka sama cewek lain, Lo bener-bener keterlaluan Ga, gue enggak habis pikir apa yang ada di otak Lo." Cerca Tania pada Angga dengan cepat dengan memukul kan tas nya sembarang pada tubuh Angga. Angga tidak bisa menghindar dari amukan Tania, yang benar-benar kecewa padanya. Sedangkan Innara hanya menelan ludah kekecewaan yang mendalam, bagaimana bisa Angga melakukan hal itu, sedangkan beberapa hari yang lalu dia mengajaknya untuk pergi dari semuanya dan memulai hidup baru sebagai pasangan, tidak lagi terjebak pada friend zone. Yang membuat keduanya terluka Karenanya. "Sekarang Lo abis sama gue Ga." Tania masih saja memukuli Angga dan tidak ada yang melerai. "Dasar cowok plin plan, enggak punya pendirian, enggak punya perasaan, Lo tega banget Ga, Lo tega...." Tiba-tiba tangisan Tania pecah , lalu Innara mendekat dan membawanya duduk di sofa."Padahal gue masih berharap kalian bisa sama-sama Ra, gue sayang sama kalian berdua, gue...gue...." Tania terisak. "Gue....hwwwwaaaaa." Tangisannya semakin keras.
"Udah dong Tan, malu kali Lo nangis."
"Kok Lo bisa tenang sih Ra?"Tanya Tania yang melihat Nara tidak bereaksi apapun. Dan tidak mungkin dia lakukan karena Ada Barata disana. "Kenapa hanya gue yang kecewa, dan gue pengen kalian bareng lagi, gue ngalah dan gue ngaku salah sama Lo, tapi gue enggak rela kalo Angga sama cewek lain." ucap Tania semakin ngelantur.
"Ngomong apaan sih Lo?" Nara bingung harus berkata apa, karena posisinya saat ini sangat sulit.
"Ra...Lo udah enggak suka lagi sama Angga?" kini pertanyaan Tania membuatnya terjebak dalam hal yang sangat ia takutkan. bagaimana tidak, perasaan untuk Angga masih ada, dan masih sama besarnya, tapi Bara, dia adalah pemilik nya sekarang, dia berusaha keras untuk menyukai pria itu sepenuhnya walau sampai saat ini belum berhasil. Dan andai dia bilang tidak menyukai Angga, itu adalah kebohongan dan itu akan membuat Angga terluka juga. Karena sebenarnya Nara masih mengharap ada sedikit celah untuk mereka bersama. "Jawab Ra...."
"Pertanyaan konyol." Yang tadinya Nara merasa iba pada pada Tania sekarang beranjak pergi dari sisinya.
"Gue tau Lo suka sama Angga, dan orang disini pun tau kalo kalian saling suka, tapi kenapa keadaan jadi runyam seperti ini sih?" keluh Tania karena tidak tau apa permasalahan yang sebenarnya. Karena hanya Barata dan Innara yang tau situasi sekarang.
"Sebaiknya Lo enggak usah ikut campur Tan, ini urusan Angga dan pacarnya." Bara mengalihkan topik."dan Innara tidak ada kaitannya dengan ini." Imbuhnya.
"Sekarang udah beda ceritanya Tania, dulu Nara dan Angga masih sama-sama jomblo, sedangan sekarang mereka sudah punya pasangan masing-masing, jadi apa yang perlu Lo ributin." ucap Bara dengan kesal, tapi hal itu membuat Innara harus menjelaskan hal yang lain lagi.
"punya pasangan masing-masing?" Ucap oan bara mengundang tanda tanya bagi mereka semua. "Lo udah punya cowok Ra?" tangisan Tania langsung berhenti dan menanyakan hal itu.
"Bara?" bukanya menjawab pertanyaan Tania tapi malah menunjukkan wajah kesal pada Bara. Dan Bara pun bingung di buatnya, ini adalah kesalahan fatal baginya.
"Apa gue ngaku aja ya?" batin Bara. "Kalo ngaku Nara pasti marah besar." Sambungnya lalu menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kenapa Lo? Lo tau sesuatu bar?" tanya tania pada Bara. "Lo jangan bikin gue tambah bingung Bara!" Tania memandang bara dan Innara bergantian.
"Enggak tau." Jawab Bara singkat. "Dan mendingan Lo berdua cabut dari sini." Bara mengusir Angga dan Jenny. "Lo juga Tan, Raffi kalian pergi aja."
"Berani banget Lo usir gue, Lo siapa HAH?" Angga tidak terima jika Bara mengusir nya, karena Angga lebih berhak berada disana daripada Bara.
__ADS_1
"Lo inti keributan ini, nyadar enggak sih Lo?" jawab Bara dengan kesal, dan yang lain mengiyakan.
"Terus Lo ngapain disini?" tanya Tania dan itu membuat Bara gelagapan. "Lo juga harus pergi kan?" sambungnya lagi. " Dan Lo dirumah Innara pakar kolor doang, di mana pakaian Lo?" tambah panjang daftar pertanyaan Tania pada Bara, dan itu membuat Innara dan Bara semakin bingung.
"Gue masih ada yang mau di urus sama Nara."
"Alasan Lo."
"Iya Ra, jelasin sama gue kenapa bocah tengil ini ada disini?" kini Angga berani bersuara, karena ini menyangkut Innara tidak lagi tentang dirinya.
"Lo enggak perlu tau, mendingan kalian semua keluar dari rumah gue sekarang juga, gue enggak peduli dengan urusan kalian." Jawab Nara dan berjalan menuju kamarnya.
"Ra...Lo usir gue juga." Ucap Tania bingung sambil menyeka air matanya. "Lo jahat Ra." umpat ya. " Lo juga." Desisnya pada Angga lalu dia pergi dengan wajah marah pada Angga, sedangkan Raffi mengekor pada Tania.
"Lo juga pergi Ga, urus cewek Lo."
"Lo sendiri?"
"Gue..... Gue berjaga-jaga disini."
"Awas Lo sampai aneh-aneh sama Nara." ancam Angga. Lalu keluar dari rumah Innara di ikuti oleh Jenny.
Lalu bagaimana dengan Innara setelah mengetahui kehamilan Jenny???
Tunggu episode berikutnya ya...🥰
...BERSAMBUNG ...
...Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰...
__ADS_1