Ayah Untuk Tara

Ayah Untuk Tara
Terimakasih Bara


__ADS_3

"Kenapa sih Lo?"


"Lo tau kan sejak ketemu sama dia, gue berantem Mulu." jelas Nara." Dan gue belum sempat bilang terimakasih lagi." jelasnya pada Angga.


"Terus mau Lo apa?" tanya Angga dengan wajah kesal.


"Tadi kan gue tanya ma Lo, Gimana sih?" keluh Nara pada Angga.


kletek


"Kasih aja ini nak." ucap Bu Rini yang meletakan gelas berisi kopi susu.


"Maksudnya?" Bu Rini melihat arah belakang."Terus Nara bilang apa Bu?"


"Ya bilang yang perlu aja."


"Gitu ya bu?"


"Hemm.."


" Ya sudah sini Nara bawa," Nara mengambil nampan dan membawa kopi itu dia atasnya." Lo kenapa Ga? jutek amat." Angga tidak suka jika Nara membawakan kopi itu.


"Biar gue aja."


"ngaco, gue yang emaknya Tara bukan elo."


"Ciihhh." lagi-lagi Angga memasang wajah kecutnya.


"Ayo sayang." Tara mengikuti dari belakang dengan membawa perlengkapan sekolah nya, lalu menuju belakang rumah. belakang rumah Nara itu adalah Nilam renang juga ada taman kecilnya.


"Hay Hay, sorry ganggu." ucap Nara pada Tania dan Bara. lalu menyodorkan kopi susu di depannya. "Ucapan terima kasih gue sudah nolong Tara waktu itu." ucapnya pada Bara, sedangkan Bara masih melihat wajah Nara dengan intens tanpa menjawab ucapan nara. hal itu membuat Nara jadi kikuk sendiri.


"Bar, Lo ketiduran?" Tania menyenggol bahu Bara hal itu menyadarkan nya.


"Eh iya, terimakasih, dan itu bukan apa-apa buat gue." jawab Bara dengan tersenyum yang paling manis.


"Sorry kemaren-kemaren gue sering ngomel sama lo."


"Gue juga."


"Jadi kita impas ya?"


"Ehhmm oke."


"Ya udah lanjutin belajar nya." Nara beranjak dari duduknya.


"Buat gue mana Ra?" giliran Tania yang bertanya.


"Lo ambil sendiri, Weeek." jawab Nara sambil menjulurkan lidahnya. membuat Bara tersenyum semakin lebar.


bruuukk


"Aduhh.." Nara mengaduh karena menabrak tubuh Angga.


"makanya kalo jalan dilihat." Angga muncul dengan wajah marahnya.


"Kenapa sih Lo?" ucap Nara langsung meninggalkan yang lain.


"Om Angga." Tara bergelayut manja.


"Jadi dimana kita belajar." Tara menunjuk ke tepi kolam. berjalanlah mereka kesana. Angga asik mengajari Tara dan Tara pun sudah tidak rewel lagi.

__ADS_1


"Nih buat Lo." Nara memberikan minuman bersoda buat Tania, karena itu minuman favoritnya.


"Thanks, Lo tau aja gue aus."


"Dih..." ucap Nara di sambut tawa oleh Tania. lalu Innara berjalan menuju Angga dan Tara, lalu meletakan minuman dingin di gelas tinggi lengkap dengan sedotannya. "Masih marah?" Melihat yang di bawa Innara Angga tersenyum sambil mengacak pucuk rambut Innara. "Angga, rusak kan poni gue." keluh Nara. bukannya berhenti malah Angga semakin mengacak rambut Nara lagi.


"Masih cantik." ucapnya, dan membuat Nara tersenyum. dan mereka mulai sibuk menemani Tara belajar


"Lo suka ma Nara ?"


"Elo suka ma Angga?"


"Maksud Lo, kan gue yang tanya duluan."


"Gue juga pengen tanya ma elo."


"Lo enggak asik."


"Lo duluan yang mancing gue."


"Lo sih ngeliat Nara kayak mau copot mata Lo."


"Lo juga ngeliat Angga, bibir Lo tambah lebar."Bara membalas.


"Sejak kapan Lo suka ma Angga?" tanya Bara,


"rasanya baru kali ini yang benar menanyakan siapa yang gue suka selain Nara." Batin Tania. "Gue pikir Lo suka sama gue." goda Tania.


"Gue suka berteman sama Lo yang pertama Lo enggak suka nempel-nempel kayak yang lainnya, kayak temen Lo tu siapa namanya? emm Fia, ya Fia kan." Tania mengangguk." yang kedua karena tugas ini kita jadi sering ketemu dan Deket. itu aja." jawab Bara.


"Dan yang ketiga?"


"Ada cuma Lo enggak mau jawab kan?"


"apa?"


"Nara...karena Lo suka sama Nara."


"Jangan ngaco Lo."


"Alah eLo Bar." Tania mengibaskan tangannya sambi tersenyum meledek Bara.


"Dan Lo?"


"Apa?"


"Angga?"


"Gue tau Angga sejak duduk di bangku SMA Bar, dikelas X tapi gue beda kelas sama dia." Tania menarik napas dalam-dalam akhirnya dia memutuskan untuk menceritakan kisahnya dengan Angga. "Dia jago basket dulu waktu SMA, sekarang pun masih sama, dia cowok yang cool banget beda sama Angga yang sekarang, sekarang Angga lebih periang." Ada wajah sedih disana menceritakan tentang Angga." gue suka Angga saat itu Bar, saat dia masukan bola kedalam keranjang. tapi gue enggak bisa ngapa-ngapain, dia jauh banget dari gue.


"Gue cuma bisa ngeliat dia di lapangan aja, atau nungguin dia keluar dari ruang latihan. pernah sesekali gue taruh minuman di dekat tasnya, tapi enggak pernah di minum., sedih gue."


"Dia tau Lo yang kasih?" Tania hanya menggeleng.


"Suatu saat ada pertandingan persahabatan dengan SMA lain, dan di sana dia cedera, setelah itu dia tidak main lagi, untuk beberapa waktu dia datang dengan menggendong tangannya, tapi cuma sebentar setelah itu dia tidak pernah masuk sekolah lagi, dan gue tidak punya kemampuan untuk mencari dia dimana dan bagaimana kabarnya, kadang hanya dengan berita dari guru-guru yang suka menggosip jika Angga homeschooling karena cedera itu. tapi setelah kelas XII dia balik sekolah lagi, tapi yang bikin gue patah hati dia balik enggak sendiri tapi bareng sama Innara, satu kelas lagi SMA gue, kayak pepatah bilang di jatoh kepleset ada tangga pula."


"Eh dodol, sudah jatuh tertimpa tangga yang bener, anak sastra Lo ingat .."


"Sudah ganti ya?"


"masih sama, terus udahan gitu aja?"

__ADS_1


"Ya karena kita sekelas, Innara sering ngajak gue ngobrol, main dan lainnya, dari situ gue dekat sama mereka."


"Menurut Lo Nara suka enggak sama Angga?"


"Kayaknya sih enggak."


"Yakin Lo?"


"Kalo Nara suka ngapain dia pacaran sama Doni si playboy cap kapak itu."


"Kalo Angga suka enggak sama Nara?"


"Gue enggak tau, Lo sendiri bukannya Lo suka sama Nara?"


"Gue?"


"Iya."


"Yang bener aja Lo Tan." Bara menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum. "jadi begitu kisah sedih Lo?"


"Emm., tapi Lo jangan cerita ma mereka."


"Gue bukan bigos."


"Lo sama kak Juan sodaraan?"


"Emm."


"enggak mirip,"


"Cuma Sepupu aja "


"Oww.."


"Buruan lanjutin ini." perintah bara pada Tania akan tugasnya.


"Iya, iya.."


"Gue yakin Angga suka sama Nara," Ucap Bara tiba-tiba.


"Kok bisa?"


"Ya.. mana ada sih cewek ma cowok temenan tanpa ada rasa."


"Kok Lo bilang gitu, pengalaman ya Lo?"


"ya gitu deh ..."


"Cerita dong."


"Gue pernah suka sama cewek waktu SMA, tapi sekarang enggak tau dia dimana, wajahnya sudah samar-samar di ingatan gue." jawab Bara. "Ah enggak usah di lanjut kisah kelam gue itu."


Byyyuuurr..


Nara dan Angga jatuh ke dalam kolam renang, mengagetkan Tania dan Bara. baju yang di gunakan Nara miring hingga terlihat ada tato bulan dan bintang di pundak kirinya. hal itu membuat Bara memicingkan matanya lalu berdiri.


.


.BERSAMBUNG .


Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2