Ayah Untuk Tara

Ayah Untuk Tara
Over


__ADS_3

"Dan sebaiknya Lo cari tau lebih lanjut tentang gue, gue takut Lo bakal jantungan saat tau semua nya." Ucap Angga di telinga Jenny dan hal itu tidak luput dari pantauan Tania. "Cekreekk"


"Anj*** Lo." dengan kesal akhirnya Jenny masuk juga kedalam mobil Angga, sedangkan mobil Jenny itu urusan terakhir.


...****************...


"Gue liat akhir-akhir ini Lo seneng banget Tan?" sapa Raffi sambil duduk di samping nya.


"Apaan sih Lo, biasa aja kali."


"Iya kan Fi," Raffi mencari pembenaran.


"Emm." Fia mengangguk. "Ada berita apa nih yang bikin Lo happy?" Tembak Fia tanpa basa basi.


"Enggak ada."


"Jangan bohong Lo."


"kalian kepo amat sih?" Tania sewot.


"Kenapa?" Tanya Bara yang ikutan duduk di samping Raffi. Tapi sebelum Raffi menjawab Nilam sudah mendahului.


"Bara sayang, Lo kemana aja sih? Kangen tau." Nilam bergelayut manja di lengan Bara.


"Lepas Lam!"


"Lo enggak kangen ma gue."


"Enggak."


"Ih Bara, becanda nya kelewatan deh."


"Apaan sih Lo, lepas enggak?" Bara mulai kesal.


"Gue tunggu nanti di kafe belakang." Ucap Nilam dengan genit, lalu melirik Tania dengan kesal.


"Belum kelar juga urusan Lo sama nek lampir itu?" tanya Raffi dan Bara hanya menggendikkan bahunya.


"Tan Lo jadi mudik kan?"


"Jadi."


"Sama Nara?"

__ADS_1


"Enggak."


"Tumben."


"Enggak semua kehidupan gue sama Nara kan?" kali ini Tania terlihat tidak suka.


"Lo kenapa Tan?" tanya Bara ada gelagat aneh saat Fia sebut nama Nara.


"Lo berantem sama Nara?"tanya Bara tiba-tiba.


"Enggak."


"Gue nanya beneran tan?"


"Enggak Bara, bawel amat sih Lo." Tania ketus, "Oh ya gue lupa kalo Lo suka sama Innara." sambungnya


"Apaan sih Lo Tan, enggak jelas banget." Balas Bara, saat Tania mau menjawab lagi, dosennya masuk.


"Siang teman-teman sekalian, hari ini final kita terakhir ya, silahkan kerjakan sebaik mungkin, jangan terburu-buru! Oke?"


"Siap paaaakkk." lembar kerja pun di bagikan dan mulai mengerjakan semaksimal mungkin.


Final pun selesai, seluruh kelas sudah bubar, dan mereka sibuk dengan urusan masing-masing, ada yang kerja, ada yang Kemabli kerumah atau kosan ada juga yang hangout bareng teman. Sedangkan Bara masih penasaran dengan sikap Tania pada Nara, dia tidak habis pikir kenapa Tania bersikap begitu.


"HM.."


"Gue mau ngomong."


"Ya ngomong aja, Lo dari tadi udah ngomong kan?"


"Gue serius." Tania pun duduk kembali.


"Apa?"


"Kenapa Lo sama Nara?"


"Nara lagi." Tania memutar bola matanya.


"Jadi masih Lo kesel sama Nara?"


"Kenapa sih Lo segitu amat ngurusin Innara, sedangkan dia enggak ada rasa sama Lo."


"Itu enggak penting sekarang, yang gue tanya kenapa?"

__ADS_1


"Yang mana yang Lo tanya? Gue sewot atau gue girang?" Bara mengerutkan dahinya, bingung kenapa Tania bisa bersikap begini.


"Lo ...?"Bara tidak bisa berkata-kata lagi untuk menggambarkan sikap menyebalkan Tania.


"Enggak perlu panjang lebar, gue jelasin aja disini, gue sewot karena hidup gue selalu kalian kaitkan dengan Innara, padahal Lo pada baru kenal gue sama Innara belum lama, dan Lo sudah berani menghakimi gue, yang kedua." Tania menarik napas panjang dan melanjutkan kembali kalimatnya." Gue girang karena Innara banyak masalah, termasuk Lo di dalam masalah itu." Ucap Tania dengan menunjuk tepat di wajah Bara.


"Maksud Lo?"


"Ya elo termasuk masalah dia, dan Lo tau kalau Innara galau, itu tanda gue harus happy."


"Segitu piciknya ya Lo sama Innara, apa Lo lupa dengan semua kisah yang udh Lo ceritain sama gue?"


"Gue inget, dan itu membuat muak, Lo tau Segede apa suka gue Sama Angga, tapi gue enggak pernah di anggap ada oleh Angga, dan Lo tau sekeras apa gue usaha Deket sama Angga, semua sia-sia karena kehadiran Innara, dan semua di sebabkan oleh Innara., ngerti Lo!" teriak Tania karena yang iya rasakan saat ini.


"Jadi begitu kisah Lo?" plok plok plok plok Innara muncul dari balik pintu setelah Tania meluapkan kesalnya akan Innara pada Bara. "menyedihkan sekali." sambungnya."Jadi selam ini Lo hanya pura-pura baik Sama gue?"


"Ra,....Itu..." Tania tidak bisa berkata apapun, tidak ada kalimat yang pas untuk melakukan pembelaan.


"Gue kira Lo tulus sahabatan Sama gue Tan, tapi ternyata cuma modus."


"Ra...." Bara mencoba menenangkan Innara.


"Gue baik-baik aja Bar," Nara menolak di sentuh oleh Bara." Selama ini gue buka jalan lebar buat Lo Deket sama Angga, bahkan gue siap bantu Lo Deket sama dia, tapi Lo tolak mentah-mentah, Lo bilang apa waktu itu?" Nara menjeda kalimatnya."Lo lupa?"Sambungnya. "gue ingetin lagi apa yang Lo bilang sama gue...Lo bilang gue suka sama teman baru dikelas gue, enggak papa kan?" Nara mengulang kembali kalimat Tania saat itu. "Gimana Lo sudah ingat?" tanya Nara. " Dan siapa anak baru itu, dia sekarang ada di depan Lo, yang Lo maki-maki sejak tadi seolah tau siapa elo? Tan...sejak kapan Lo jadi seperti ini?" Nara menanyakan kembali sikap Tania yang tidak berkenan .


"Sejak Lo ada di depan gue." Jawab Tania dengan wajah marah. ",Sejak Angga selalu memikirkan Lo dari pada gue, sejak Angga selalu ada buat Lo darinpara gue dan sejak Angga jatuh hati sama Lo, puas Lo."


"Tan...Lo bener-bener enggak tau diri banget sih." Ucap Angga dengan kesal.


"Lo tau apa tentang gue Bar, Lo tau nya Nara, Nara dan Nara , Lo suka sama Nara tapi Lo enggak Gentle ngakuin itu sama Nara."


"Ini masalah Lo sama Nara bukan gue sama Nara Tania." Balas Bara.


"Oke fine, enggak usah ribut ini masalah siapa dengan siapa, kalo menurut Lo, kisah cinta Lo yang freak itu benar silahkan, dan Lo anggap gue penghalang cinta Lo silahkan, gue rasa enggak perlu ada kata tita antara Lo sama gue, mulai sekarang gue enggak akan Anggap Lo temen lagi Tan, It's over!" Ucap Nara tegas dan marah " Oh ya gue tadi kesini niatnya mau ngajakin Lo ke kafe baru gue tapi sekarang kayaknya enggak perlu lagi." Nara berbalik meninggalkan kelas Tania di susul oleh Bara. Tania hanya terdiam, di hatinya masih terbakar cemburu dan rasa tidak adil, bagaimana bisa Bara pun hanya peduli pada Innara dan dia pun tinggal sendiri.


"AAAAAAAA." Teriak Tania dari dalam kelas dan itu masih bisa di dengar oleh Nara dan Bara.


.


.


BERSAMBUNG


Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2