Ayah Untuk Tara

Ayah Untuk Tara
Bertemu Jenny


__ADS_3

"Ra..."


"Hem...


"Itu Angga bukan sih?"


"Mana?" Nara memasukan kembali benda pipih itu kedalam tas nya. "Mana Dew?"


"Itu, tadi dia pake baju merah kan?"


"Iya, tapi mana sih Dewe enggak kelihatan baju merah gue."


"Kaca mata Lo pake Ra."Nara mengambil kaca matanya dan memakai nya. "Sama siapa tu Ra?" sambung Dewi. Nara melihat dengan teliti takut salah orang.


"Enggak tau gue, coba deh gue samperin."


"Sama gue Ra "


"Emmm."


"Pura-pura jalan biasa aja Ra, biar enggak kelihatan nyamperin."


"Oke." tidak jauh dari meja mereka Dewi pura-pura menabrak meja mereka hingga jatuh.


"Dewi Lo enggak papa?" ujar Nara mendekat melihat Dewi jatuh.


"Enggak Ra."


"Ya udah ayo bangun, sorry ya ma......s." Ucap Nara dan benar saja Angga dengan seorang gadis disana. "Angga?"


"Ra..."


"Sorry ya, gue enggak sengaja."ucap Dewi kaget mendapat kebenaran bahwa Angga dengan seorang gadis selain Nara.


"Ya udah dew, yuk kita lanjut." Ucap Nara sok cuek tanpa membalas panggilan Angga.


"Ra tunggu dulu."


"Lo kayaknya sibuk Ga." ucap Dewi sambil melambai pada gadis yang bersama Angga Angga pun menoleh kearah cewek itu. Sedangkan Nara sudah beberapa langkah di hadapan Dewi. Lalu Dewi menyusul setelah mencegah Angga memanggil Nara.


Beberapa jam setelah Angga keluar dari perpustakaan. ***FLASHBACK ON***


Drrrtt drrrttt


"Ga, Lo dimana?"


" ngapain sih nih lampir."keluh Angga disaat jenny menghubungi nya.


"Kampus."


"Tau gue, tapi Lo dimana?"


"Kenapa?"


"Gue di kampus Lo."


"Mau ngapain?"


"Ya ketemu Lo la."


"Resek Lo." ujar Angga lalu memberikan keberadaan nya. Setelah itu mereka bertemu, Sangat tidak nyaman baginya, karena selama ini hanya Nara yang bisa membuatnya nyaman. Tapi entah mengapa hari ini dia bertingkah aneh dan dia menyadari itu. "Gue bener-bener cemburu sama Nara, " batin Angga.


"Kenapa?" tiba-tiba jenny mengagetkan nya.


"Lo Jen bikin gue kaget aja."


"Mau ngapain Lo ke kampus gue?"


"Pengen tau aja,"


"Enggak ada kerjaan banget ya Lo?"

__ADS_1


"Ada." Angga melirik. "Ngerjain lo., wkwkkwkw." jawab jenny sambil terbahak.


"Enggak lucu."


"Lo kaku banget sih Ga."


"Serah gue."


"Gue denger Deket kampus Lo ada kafe Deket pantai, ajak gue kesana dong Ga, sekalian kita ngedate."


"Serah Lo deh." Angga menunjukan jalan ke arah kafe itu dan setelah mereka memesan selang beberapa lama Nara dan Dewi datang.


***FLASHBACK OFF***


"Kenapa gue harus pergi sih?" batin Nara merasa aneh. "Harusnya gue kenalan dulu kek atau apa kek." Sambungnya. "Hedeehh" Nara menghela Napas.


"Ra tunggu," Panggil Dewi. Tapi Nara masih sibuk dengan pikirannya sendiri. "Ra..." Akhirnya Dewi menarik tangan Nara." Mau kemana Lo?" tanya dewi saat Nara berjalan kearah laut.


"Gue....Gue..." Nara bingung dengan pertanyaan Dewi.


"Ra...Lo kenapa?" Dewi juga ikutan bingung. "Ya udah ayo, pesanan kita dah ready." ajakan Dewi untuk kembali ke meja mereka. Saat mereka berbalik mereka dikagetkan oleh ke hadiran Angga.


"Ra gue bisa jelasin."


"Jelasin apa?" tanya Nara merasa bingung.


"Soal Jenny."


"Jenny?"


"Hemm, cewek yang sama gue tadi."


"Untuk?"


"Gue tau Lo marah sama gue, tapi tolong dengerin gue dulu."


"Gue? Marah? Yang bener aja Ga," karena yang marah sebenarnya adalah Angga tapi pada posisi sekarang Nara lah yang marah, namun dia menutupi karena Angga yang memulainya.


"Sorry, gue tadi..."


"Jenny?"


"Ra kenalin ini Jenny."


"Hai.. "Jenny mengulurkan tanga dan dengan senang hati berkenalan dengan Nara, tapi tidak dengan Nara. "Gue Jenny, tunangan Angga." sebenarnya Nara hendak menyambut tangannya tapi di urungkan niatnya.


"Tu-Tunangan?" Nara gagap.


"Ra...." Dewi menyenggol bahu Nara.


" Iya gue tunangan Angga, sorry ya Angga enggak sempat mengundang teman-teman nya, Karena acaranya dadakan." jelas Jenny lalu bergelayut di lengan Angga.


"Wah selamat ya," Ucap dewi menggantikan Nara.


"Thanks."Tutur jenny "Lo siapa?" tanya Jenny pada Dewi.


"Ah ya, gue Dewi." Dewi mengulurkan tangan. Karena tadi Jenny kesal tidak di sambut Nara, kini giliran dia tidak mau menyambut tangan Dewi.


"Temen Lo enggak kasih selamat pada Angga."


"Dia? ah dia sudah tau." Jawab Dewi gugup. "Kita pergi dulu ya." Pamit Dewi menarik tangan Angga. "Ga gue pergi." sambungnya. Sedangkan Nara hanya mengekor pada Dewi. Andai saja ada Tania disini pasti dia yang akan koprol karena ketidak kesukaannya jika ada cewek di dekat Angga kecuali Nara.


Angga dan Jenny kembali ke meja mereka.


"Dari dua cewek tadi yang mana pacar Lo?"


"Apaan sih?"


"Yang Lo panggil Ra, Ra, Ra itu?" sambung Jenny. "Siapa sih namanya? Kepo gue."


"Enggak penting Lo tau."

__ADS_1


"Oo jadi dia enggak penting " tapi Angga tidak bisa menjawab, dia takut jika kegilaan Jenny akan benar-benar dia lakukan.


"Serah Lo."


"Gue inget wajahnya, cantik sih, tapi masih cantik kan gue." Ucapnya Pede.


"Ya udah kita pulang aja, gue bosen." Angga beranjak pergi.


"Tapi cewek Yang namanya Ra tadi masih di sana tuh, sama cowok." Tunjuk Jenny pada Nara. Angga langsung penasaran, memicingkan mata melihat siapa pria itu.


"Bukannya tadi sama Dewi?" Batin Angga, yang mencari keberadaan Dewi.


"Mau samperin?"


"Enggak, ayo kita pulang aja." Angga lesu tak bersemangat.


"Gue kenapa sih?" keluh Angga dalam hati. "Gue sayang sama Nara, Tapi gimana gue bilangnya." sambung nya lagi sambil geleng-geleng kepala.


"Kenapa sih Lo?"


"Enggak."


"Penasaran sama Nara?"


"Berbisik Lo!"


"Dih ngambek." Angga tidak lagi menggubris Jenny yang masih saja menggodanya.dia masih memikirkan Innara bagaimana cara menjelaskan tentang Jenny.


...****************...


Final sudah hampir selesai, Nara sibuk dengan berbagai hal, dari Caffe, resto juga Tara. Ya Tara adalah prioritas nya, dia tidak boleh terlihat lelah atau sedih, apalagi urusan Angga yang belum menjelaskan tentang wanita yang dia kenalkan kemarin.


"Ra kemana aja Lo,"Tanya Tania saat dia bertandang kerumahnya.


"Ada."


"Lo sama Angga ada masalah?"


", Enggak ada Tan."


"Lo bisa cerita sama gue Ra!"


"Makasih Tan, tapi gue enggak apa-apa."


"Oke Ra, tapi inget ada gue sama Lo."


"emmm."


"Liburan ada rencana kemana?"


"Belum tau."


"Sama Angga?" Nara menggeleng.


"Sama gue mau?"


"Kayaknya gue mau pergi sama Tara aja deh Tan."


"Oke, apapun itu yang penting Lo happy."


"Gimana gue bisa happy Tan kalo masalah tak kunjung kelar kayak gini." batin Nara sambil tersenyum pada Tania. "Lo enggak mudik?"


"Iya rencananya gitu, Lo mau ikut."


"Have fun ya, gampang gue, kalo pengen gue hubungi Lo."


"Sip."


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰


__ADS_2