
" Ra, stop gue tau Lo suka sama Angga, gue tau Lo enggak rela kalo Angga sama gue, tapi Lo lupa dia dah tidur sama gue, jadi jangan coba Lo bikin Angga balik lagi sama Lo." ucap Tania karena kesal dari tadi hanya mendengar ceramah Innara yang menurut nya tidak jelas, dia pikir Innara tidak rela melepas Angga untuknya.
"Hah? Apa Lo bilang? Gue enggak rela? Maksud Lo apa Tan?"
"Iya, Lo cemburu kan gue sama Angga?"
"Lo gila?" Innara kesal mendengar ucapan Tania.
"Dia bukan cemburu, dia cuma kasian sama Lo." Tiba-tiba Bara muncul di pintu yang memang belum di tutup."
"BARA?" Tania dan Angga terkejut.
"Kenapa kalian kaget liat gue?"
"Lo sejak kapan disitu?" Tanya Tania gagap SE sedangkan Angga terlihat tidak suka.
"Tanpa disini pun gue udah tau, kenapa? Lo malu?"
"Gue...."
"Ayo ay, kita pergi! kayaknya sia-sia Lo ada disini."Ajak Bara pada Innara.
"Ra...tunggu." Angga berdiri dan memeluk Innara dari belakang. "Maafin gue Ra, gue salah, gue enggak bermaksud begitu, ini semua kesalahannya maafin gue Ra."
"Kenapa Lo minta maaf sama dia?" Ujar Bara dengan mendorong tubuh Angga menjauh dari Innara.
"Urusan gue sama Innara, bukan sama Lo."
"Sekarang urusan dia, jadi urusan gue juga." Desis Bara yang mulai kesal pada Angga.
"Bangs** Lo, jangan suka ikut campur deh,"
"Maaf buat apa?" kesalahan yang mana?" tanya Innara pada Angga seakan tak percaya apa yang di ucapkan pria yang iya kenal selama tujuh tahun itu. "Segampang itu Lo mainin cewek Ga, gue pikir Lo cupu, ternyata suhu."
"Ra, Lo cuma dengar penjelasan dari Tania bukan dari gue."
"Apa bedanya penjelasan dari Lo dan Tania, kalian melewati berdua kan?" Tutur Innara. "Atau ini bukan yang pertama buat Lo?" Innara memandang Angga menyelidik.
"Maksud Lo apa Ra? Gue enggak ngerti." Angga mulai menciut. "Ah, gue inget, Soal Lo tidur dengan Tania, dia bukan cewek pertama kan selain jenny?"
"Maksud Lo?"
"Ah ya... Video mesum Lo sama Nilam, itu asli kan?"
"Ra...itu.."
"Pantes aja gue bingung bagaimana bisa Doni punya video itu, dan kenapa mereka memandang gue sinis, ternyata itu karena Lo?"
__ADS_1
"Ra...gue.."
"Gue belain Lo di depan banyak orang Ga, dan juga orang tua Lo, tapi ternyata, cih...., pantes aja setelah itu enggak pernah ada kelanjutan kasus Lo, ternyata bokap Lo langsung turun tangan nutupin tingkah anaknya."
"Ra..bukan begitu, dengerin penjelasan gue."
"Bukan gue yang harus denger penjelasan Lo, tapi partner ranjang Lo." Jawab Innara menatap Tania sinis. "Biar dia buka matanya lebar-lebar gimana Lo."
"Ra...."Angga memelas.
"Gue enggak peduli, gimana Angga gue enggak peduli Innara Basuki, dan gue minta Lo jangan ikut campur urusan gue."
"Lo bener-bener buta ya Tan?"
"Kenapa? Lo masih belum terima kalo Angga tidur sama gue."
"F***," Innara kesal dan benar-benar keluar dari ruangan itu. Bagaimana bisa kedu sahabat nya itu melakukan hal di luar nalar.
"Ra.. please." Angga mengejar Tania dan meraih tangannya. "Gue bisa jelasin agar enggak ada salah paham di antara kita."
"Ngotot banget sih Lo ?" Kec Bara yang kesal pada Angga.
"Gue sayang s Lo Ra." Angga tidak menyerah.
BAAAAKKKK
"Lo cuma bapak dari Tara , engga ada hubungan yang lebih dari itu." Desis Angga dengan meringis kemenangan. "Gue tau gimana perasaan Innara, dan gue yakin itu masih sama."
BAAAAKKKK
Bara melayang kan kembali pukulannya
"Bara...., Bangs*** Lo." Teriak Tania kesal melihat Angga berdarah dibibir nya.
"Yang Bangs** itu Lo, temen enggak tau diri. ANj***." Lalu Bara menggandeng tangan Innara membawanya pergi, lalu berhenti di kursi Tara dang menggendong anak usia delapan tahun itu. Innara hanya mengekor tidak berani berkata apapun.
...****************...
Innara dan bara sudah sampai di penginapan, dalam keadaan diam tanpa suara. Innara tau Bara sangat marah karena itu dia tidak berani mengusik nya.
Tara sudah tidur di pelukan Bara, perlahan dia melatakan Anaknya itu di atas ranjang kecil di samping ranjang utama. sedangkan Innara duduk di tepi ranjang.
"Lo masih suka sama Angga walau kita sudah hampir satu tahun menikah?"
"Hah? Pertanyaan konyol apa itu Ta?" Innara tersenyum terpaksa, karena masih takut dengan hawa dingin Bara.
"Gue serius Ra."
__ADS_1
"Ra? Biasanya dia panggil ay walau seribu kali gue tolak."Batin Innara.
"Jawab gue Ra, Lo pikir perasaan gue mainan Lo?"
"Ta, gue..."
"Jawab Ra!" Bara sudah memegang kedua bahu Innara.
"Kenapa Lo peduli sama perasaan gue Ta? Kan kita sepakat untuk perlahan?"
"Tapi gue enggak yakin perasaan Lo sama si bres** itu bisa ilang."
"Ta...tenangin diri Lo Ta."
"Bagaimana bisa gue tenang kalo istri gue masih punya rasa sama laki-laki lain."
"Itu enggak akan berpengaruh pada hubungan kita Ta."
"Jadi Lo masih suka sama Angga?" Innara bingung harus menjawab apa pad Bara, takut jika salah menjawab. "Jawab Innara Basuki!"
"Enggak ta, gue enggak ada rasa sama Angga," Bohong nya
"Buktikan!"
"Maksud Lo?"
"Buktikan kalo emang Lo enggak ada rasa sama baju*** itu."
"Gue harus gimana agar Lo percaya?"
"Tidur sama gue?"
"Hah?"
"Lo enggak mau kan? Ya karena Lo belum bisa move on dari sahabat Lo yang selalu Lo Puja-puja itu kan?" Ucap bara sambil membelakangi Innara. "Dia pasti sudah memenuhi hati Lo kan? Cih..harus nya gue sadar dari awal gue enggak bakalan bisa masuk diantara kalian." Cemooh Bara walau sebenarnya dia juga menahan sakit hatinya.
"Lo mau gue tidur sama Lo? Ayo lakuin sekarang!" Ucap Innara yang berdiri di belakang Bara. Mendengar kalimat itu Bara langsung membalikkan badannya. dn matanya hampir lepas saat melihat Innara hanya tinggal memakai pakaian dalam. "Ini kan yang Lo mau dari gue, ayo kita lakukan!" Ucap Innara sambil mendekati bara yang berdiri mematung. Bagaimana bisa dia melepaskan pemandangan seindah itu di hadapannya. Jantungnya berdegup semakin cepat, sampai dia takut jika dia kena serangan jantung mendadak. Dia memegang dadanya karena terasa nyeri. "Jadi lo mau gue mau gue gimana? Di atas ranjang atau di dalam kamar mandi?" Tanya Innara dengan mengumpulkan keberaniannya.
Hatinya sakit, ya sakit sekali, kenapa Bara tidak percaya kepadanya dan kenapa hanya dengan ini di bisa percaya.
"Let's do it! sesuai permintaan Lo." Tantang Innara, walau perasaan takut menjalar di seluruh tubuhnya. Dia harus mencoba, tidak mungkin rumah tangga yang ia bangun hanya seumur jagung hanya karena hal ini.
"Kenapa? Ada yang salah?"
BERSAMBUNG
Jangan Lupa tinggalin jejak ya... like dan komentar mu penyemangat AUTHOR🥰🥰
__ADS_1
"