Bara Dan Arum

Bara Dan Arum
Bonchap - Kagak Usah Ngulang


__ADS_3

Mansion Giandra hari ini ditata cantik dan harum bunga melati dan mawar semerbak kemana-mana sampai-sampai Ghani dan Bara pusing. Ayah dan anak itu memang bukan pecinta bunga, bahkan keduanya kompak ketika pasangan masing-masing menyindir tidak ada buket bunga saat Valentine's Day, hanya dijawab "Kan sudah dikasih bunga deposito." Alexandra dan Arum pun hanya manyun mendengarnya padahal mereka semua ingin sekali-kali para suami mereka romantis dikit tapi ya gitu lah Ghani dan Bara 11-12 kalau soal itu. Mereka romantis dengan caranya sendiri.


Hari ini adalah hari pernikahan Bima dan Arimbi yang dilakukan di mansion Giandra. Acara pernikahan yang terakhir dilakukan disini adalah saat Rhea menikah dengan Duncan 32 tahun yang lalu. Saat Gozali menikah dengan Humaira, dilaksanakan di rumah Antasena.


Bima dan Arimbi memang ingin ijab dilakukan di mansion sedangkan resepsi baru di hotel Mulia meskipun Arimbi tidak ingin ada resepsi tapi dia menghormati papi dan opanya yang memiliki banyak relasi, klien dan jaringan dimana-mana.


Para keluarga besar pun sudah hadir sejak tiga hari lalu dan kini semua berkumpul di mansion Giandra. Rhea dan Duncan merasakan kilas balik saat keduanya menikah di sini dan tersenyum melihat foto pernikahan nya ada di sana.


"Mas Ghani benar-benar nggak ada yang dirubah layout rumah Daddy tapi foto-foto kita ada semua ini bang" senyum Rhea sambil memeluk Duncan.


"Abang jadi ingat kita nikah dulu ya Rey, mau kabur ketahuan mama dan mommy terus kita dijewer" kekeh pria berusia paruh baya yang masih sehat itu.


"Kayaknya Reana hamil deh bang" bisik Rhea.


"Lho bukannya Reana divonis susah punya anak?" tanya Duncan bingung. Reana, cucu keduanya anak Kaia dan Rhett memiliki kista di rahimnya dan sudah diangkat namun dokter mengatakan kemungkinan memiliki anak sulit.


"Susah bukan berarti tidak bisa atuh Abang ku" gerutu Rhea. "Lihat saja, wajahnya pucat gitu sampai Pandu bingung."


"Alhamdulillah kalau hamil. Berarti kita harus sehat, Rey. Biar bisa lihat cicit nanti" senyum Duncan sambil mencium kepala Rhea. Pasangan Duncan dan Rhea sering dijadikan role model oleh keponakan dan cucu mereka karena bagaimana cinta mereka benar-benar everlasting.


***


Rina berdiri di atas balkon kamar Arimbi sambil melamun yang membuat calon pengantin yang sedang di make up itu meledeknya. "Rina, jangan melamun. Tar dapat jodoh lho! Siapa tahu sama Hoshi."



Rina langsung menoleh dan mendelik. "Kalau gue kagak inget lu mau nikah, udah di make up paripurna begini, rasanya pengen gue cubitin tuh pipi dan bibir!"


"Jangan dong mbak Rina. Susah nanti dandani mbak Arimbi lagi" protes MUA yang sedang mendadani Arimbi.


"Habis! Masa bawa-bawa si muka pucat! Bikin tambah bete aja!" cebik Rina sebal yang pagi ini mengenakan dress bewarna peach.


"Lho Hoshi kurang apa coba?" kekeh Arimbi.


"Kurang sekolah lambenya" balas Rina yang membuat Arimbi terbahak. "Dia lulusan MIT lho!"


"Bodo!"

__ADS_1


***


Hoshi merengut ketika diminta menjemput Arimbi karena Oma Rhea dan Oma Alexandra maunya menunggu di bawah. Kedua Oma itu tidak mau kecapekan karena nanti malam masih ada acara resepsi.


Arimbi pun keluar dengan gaun pengantin yang cantik, wajahnya yang memakai make up simple tampak semakin cerah apalagi aura kebahagiaan terpancar dari matanya.


"Cantiknya adik gue" bisik Hoshi sambil memeluk Arimbi.


"Jangan cium mukanya Arimbi! Luntur tar kena lambe cabe setan lu!" omel Rina yang berada di belakang Arimbi.


"Jiaaaahhh, cewek Arab satu ini! Sukanya bener" gelak Hoshi.


"Lama-lama sekalian aku minta penghulu nikahkan kalian berdua!" ucap Arimbi sambil cekikikan.


"Ogah!" seru Hoshi dan Rina bersamaan.


Ketiganya pun turun tangga dan Hoshi memegang tangan Arimbi agar tidak jatuh. Setelahnya Arimbi diapit Alexandra dan Rhea berjalan menuju tempat ijab qobul di halaman belakang yang luas. Semua keluarga besar sudah duduk disana.


Rina yang berjalan terburu-buru, tersimpret gaunnya yang panjang. Beruntung Hoshi masih di tangga dan dengan sigap memeluk tubuh gadis keturunan Arab itu hingga tidak terjatuh.



"Elu tuh! Jalan yang benar, cewek Arab! Kenapa sih kagak pakai celana jeans saja lu!" omel Hoshi. Kalau dilihat dekat gini, cantik juga nih cewek Arab. Mana wangi banget tubuhnya. Eh Hoshi! Sadar cumiiii !


"Ya salam gue pakai celana jeans jadi Bridesmaids! Yang ada gue dijewer Tante Gendhis!" balas Rina. Jiaaaahhh, kok elu jadi cakep gini sih cabai setan? "Elu mau sampai kapan peluk gue? Modus apa keenakan?"


Hoshi segera melepaskan pelukannya. "Elu kali yang modus keenakan dipeluk sama cowok ganteng begini!" Ya ampun! Kenapa jantung gue berdebar-debar begini padahal cuma peluk si cewek Arab.


"Idiiihhh! Ganteng dari Monas?" balas Rina sambil membenarkan gaunnya. "Udah ah! Acara sudah mau dimulai!" Yah, kenapa dipeluk si cabe setan enak banget sih? Rina, Rina! Kelamaan jomblo lu!


Rina pun berjalan mendahului Hoshi yang tak lama menyusulnya.


***


Bima tampak gugup di meja penghulu. Bagaimana tidak, lehernya terasa tercekik melihat tatapan intimidasi Ghani, Bara dan Raka sampai-sampai dia memutuskan melepaskan dasinya. Di meja penghulu sudah ada ketiga pria kesayangan Arimbi, lalu Prayogha dan Duncan Blair sebagai saksi.


Tak lama terdengar gumaman yang membuat Bima menoleh dan bibirnya tersenyum bahagia. Arimbiku datang juga. Ndang ijab, Ndang ambegan. Buset! Mending gue ngajak debat Oom eh papi Bara sama Opa Ghani dan Opa Raka daripada dijudesin di meja ijab.

__ADS_1



Arimbi pun tersenyum ke papi, kedua Opanya, papa mertua dan Opa Duncannya.


"Kamu cantik sekali, jeng Arimbi" bisik Bima.


"Ehem!" Bara berdehem.


"Astaghfirullah Oom Bara, muji Arimbi pun didehem?" keluh Bima dramatis yang membuat tamu undangan yang semuanya keluarga hanya bisa cekikikan.


"Kayaknya Ghani ngalamin apa yang dialami Ogan Abi sama Duncan deh" kekeh Eiji ke Ayame, istrinya.


"Lha bukan Anata juga sama? Bikin darting papaku" pendelik Ayame. Eiji menggaruk kepalanya. "Iya kah?" Ayame hanya mendengus sebal.


Pak penghulu pun memberikan wejangan kepada kedua calon pengantin dan setelahnya, Bara memegang tangan Bima. Arimbi bisa melihat papinya agak melow begitu juga dengan Opa Ghani. Bagaimana pun, mereka sedih harus melepaskan putri dan cucu kesayangannya ke pria yang sering membuat darting, sedikit ada rasa tidak rela tapi mereka tahu, Bima sangat mencintai Arimbi.


"Bismillahirrahmanirrahim, Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Bimasena Rahadian Hermawan bin Prayogha Baskara dengan anak saya yang bernama Arimbi Maheswari Pradipta Giandra dengan maskawinnya berupa seperangkat alat sholat, mobil Mini Cooper, rumah dan seperangkat perhiasan, Tunai.”


"Bismillahirrahmanirrahim. Saya terima nikahnya dan kawinnya Arimbi Maheswari Pradipta Giandra binti Sambara Ganendra Giandra dengan maskawinnya tersebut, Tunai."


"Bagaimana para saksi?"


"SAH!"


"Alhamdulillah."


"Yes! Kagak usah ngulang ijab! Alhamdulillah!" seru Bima bahagia.


"Astaghfirullah Bimaaaa!"



***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2