Bara Dan Arum

Bara Dan Arum
Bonchap - Menikmati Belanja Berdua


__ADS_3

Acara resepsi pun berlangsung dengan meriah tapi kedua pengantin itu malah asyik memperhatikan Hoshi yang terus bersama Rina meskipun wajah Rina kesal dan risi.


"Jeng, kayaknya si muka cewek kena batunya. Dia kecentok sama Rina" bisik Bima.


"Kok kecentok? Kepincut kali mas" kekeh Arimbi.


"Kena tulah kayaknya yang bener" cengir Bima.


"Eh? Tulah amor?" Arimbi menatap suaminya dengan jenaka.


"Kayaknya si muka cewek dapat saingan tuh!" Bima menunjuk ke arah Yudha yang mengambil kesempatan ngobrol dengan Rina saat Hoshi dipanggil Levi.



Introducing Yudha Hadiprodjo


"Heran aku, disini banyak cewek cantik anak relasi papi, mami, Oom Sendra dan Tante Rani, kok mereka malah kayak cuma rebutan Rina deh" gumam Arimbi yang senang bisa melihat kekonyolan sepupunya tampaknya ngobrol dengan Levi tapi melirik judes ke arah Rina.


"Ternyata nggak boring juga duduk di pelaminan sambil lihat pertunjukan seru" kekeh Bima.


Arimbi hanya memeluk bahu Bima sambil tersenyum.


***


Usai acara, Bima dan Arimbi masuk ke dalam kamar yang sudah disiapkan oleh keluarga, sebuah honeymoon suite yang mewah.


"Judulnya honeymoon suite sih tapi malah jadi pindah turu, wong kita mending bobok. Aku kesel banget jeng" ucap Bima sambil melepas jas hitamnya dan melemparkannya ke atas sofa.


Arimbi membuka koper Gucci miliknya dan mulai mengambil piyamanya. "Mas mau diambilin baju sekalian tidak?" tanya Arimbi sambil melirik ke koper Mont Blanc hitam milik Bima.


"Nggak usah. Aku sendiri saja tak apa" jawab Bima sambil membuka kemejanya.


"Aku mandi dulu mas" Arimbi pun berdiri dan menuju kamar mandi.


***


Bima melirik ke arah Arimbi yang sudah terlelap. Istrinya memang tampak begitu lelah karena hari ini acara keduanya sangat padat dan dirinya pun merasa lelah.

__ADS_1


Pria itu lalu memakai kaosnya karena tadi keluar dari kamar mandi hanya mengenakan celana tidur dan setelahnya merebahkan tubuhnya di sebelah Arimbi. Pelan pria itu beringsut mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang. Entah memang reflek, Arimbi pun mendekati tubuh Bima yang sekuat tenaga menahan hasratnya.


Sabar Bim... Sabaaarrr.


"Love Rimbi" bisik Bima sambil mencium pipi Arimbi.


"Hhhmm" gumam Arimbi tidak jelas. Bima tersenyum kecil.


***


Arimbi memindahkan beberapa makeup nya di meja rias yang memang disiapkan Bima di kamar tidur mereka karena tahu, pasti pasukan perawatan Arimbi banyak.


Setelah kasus peledakan bengkel dan rumahnya, Bima memutuskan untuk memberikan space antara rumah dan bengkel, tidak menempel seperti dulu apalagi dia ingin ada privacy dengan Arimbi dan anak-anak mereka nanti.


Arimbi sendiri Senin depan akan mulai bekerja di divisi art dan interior PRC group di bawah pimpinan tantenya, Davina. Meskipun Arimbi keponakannya, Davina tetap memberlakukan percobaan tiga bulan dan Arimbi menerima akan hal itu.


"Sayang, kamu nggak usah masak deh!" teriak Bima dari lantai satu.


Arimbi hanya menghela nafas panjang. Gak di rumah gak disini, bisa nggak sih para pria itu tidak usah teriak-teriak di dalam rumah? Naik sebentar ke atas kenapa sih? Di mansion Giandra, Ghani dan Bara sering berteriak memanggil Alexandra atau Arum yang menurut sang Oma sesuatu yang sudah jadi kebiasaan Ogan Abi.


"Mas, bisa nggak sih ga teriak kalau ngomong? Kan bisa saja kamu naik ke kamar ngomong pelan" omel Arimbi yang turun dari tangga.


"Nggak di mansion nggak disini, kenapa sih hobinya teriak" kekeh Arimbi sambil menepuk pelan pipi suaminya.


"Kalau nggak teriak, nggak enak sayang" Bima mencium pipi Arimbi. "Makan diluar yuk. Sekalian belanja isi kulkas."


Arimbi mengerenyitkan dahinya dan membuka kulkas besar milik Bima dan melongo isinya hanya beberapa botol air mineral, juice, minuman kotak, enam butir telur, roti tawar entah jaman kapan... dengan kata lain kosong melompong.


"Mas belum belanja?" lirik Arimbi.


"Lupa" cengir Bima.


"Udah yuk belanja."


***


Bima dan Arimbi berjalan masuk ke sebuah supermarket yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal Bima. Keduanya sangat menikmati acara belanja pertama mereka sebagai pasangan suami istri dan halal.

__ADS_1


Bima mengambil troli dan bersama memilih daging, ayam, seafood dan Bima meminta hati sapi karena besok dia ingin dimasakkan nasi kuning dengan sambal goreng hati. Arimbi pun menyanggupi karena dirinya sendiri juga suka makan itu. Selanjutnya mereka mengambil sayuran, beberapa bumbu dapur, minyak goreng, olive oil, minyak wijen dan minyak ikan.


Bima sendiri mengambil banyak camilan dan Arimbi mendelik ketika melihat ada kwaci biji semangka diantara banyaknya camilan disana.


"Yakin beli ini?" tanya Arimbi sambil memperlihatkan dua bungkus besar kwaci bewarna biru putih merah itu saat mereka antri di kasir.


"Yakin lah!" jawab Bima. "Amunisi buat balas muka cewek!"


Arimbi tertawa. "Yang ada mulut mas tambah ndower kayak Steven Tyler atau Mick Jagger."


"Aku tinggal ambil mic langsung nyanyi Baby, you're my angel. Come and save me tonight. You're my angel. Come and make it alright" kekeh Bima menyanyikan lirik lagu 'Angel' milik Aerosmith.


Arimbi cekikikan karena Bima menyanyi tanpa lihat mereka sedang ada dimana.


"Eh? Maaf, saya terlalu semangat" cengir Bima.


"Nggak papa mas. Suaranya bagus kok!" puji salah seorang ibu-ibu.


Bima hanya mengusap tengkuknya dengan kikuk. Arimbi menepuk bahu suaminya sambil cekikikan.


Selesai berbelanja, mereka memutuskan untuk membeli nasi Padang dan sate padang. Melihat ada penjual martabak, keduanya pun membelinya. Sesampainya di rumah, Arimbi segera memasukkan belanjaannya ke dalam kulkas setelah membersihkan semuanya sedangkan Bima menyiapkan piring untuk makan berdua.


Setelahnya, pasangan pengantin baru itu menikmati makan malam berdua sembari menonton film di TV LED besar milik Bima.


***


Readersku, aku mohon maaf kalau hari ini agak tersendat Up nya di tiga novel aku karena ada banyak kerjaan di dunia nyata.


Eniwaiii... Habis Davina dan Arimbi selesai, aku akan fokus di the four Weather Girls. Tapi buat yang kangen dengan klan Pratomo, insyaallah habis lebaran aku mau bikin cerita soal Hoshi. Sabar Yaaaa soalnya cerita Jade, Summer, Winter dan Autumn agak serius n hot.


Ini promo covernya dulu



Buat yang request Aidan Blair, wait Yaaakkk. Masih belum dapat visual Thara Azalea yang cocok.


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2