Bara Dan Arum

Bara Dan Arum
Bonchap - Will You?


__ADS_3

"Papa mau besuk?" tanya Bima ke arah Prayogha.


"Tante Arum karena sudah parah, sekarang dirawat di rumah sakit tempat mami dan Tante Rani bekerja Oom." Arimbi menambahkan.


Prayogha menatap Radit seolah meminta jawaban yang pas.


"Kalau memang kamu mau besuk, kita temani. Atas dasar kemanusiaan saja, Yoga. Bagaimana pun dia pernah bersamamu hampir sepuluh tahun" ucap Radit.


"Aku masih kesal karena dia niatnya tidak tulus, Dit."


"Tapi selama kamu menikah dengannya, dia juga melayani kamu seperti halnya istri yang benar meskipun niatnya jelek sih" kekeh Radit.


"Aku pikirkan dulu." Prayogha menyesap juice jeruknya.


Bima dan Arimbi saling memandang. Bagaimana pun yang namanya pengkhianatan itu menorehkan luka yang terdalam pada diri seseorang.


Prayogha melanjutkan makannya tapi hatinya terenyuh juga mendengar mantan istrinya menderita sakit kanker serviks yang sudah stadium akhir dan sulit disembuhkan. Selama hampir sepuluh tahun menikah, Arum memang selalu baik dengannya meskipun matre.


Prayogha terkadang melihat adanya dua kepribadian Arum, seorang wanita yang menjadi idaman suami dan seorang wanit yang super matre. Awalnya karena menurut Prayogha, wajar kalau wanita matre apalagi dengan pasangannya. Pria paruh baya itu memang benar-benar jatuh cinta dengan Arum Banowati dibandingkan dengan Savita Hermawan.


Setelah mengalami berbagai peristiwa, dan rekonsiliasi yang baik dengan putranya, Prayogha memilih untuk menikmati kehidupannya di Pemalang yang tidak seramai Jakarta. Dia ingin hidup tenang sambil menikmati usahanya restoran ayam geprek yang semakin laris dan semakin mendekatkan diri kepada Allah.


Prayogha berperang sendiri antara ingin membesuk atau membiarkan saja. Dan dia ingin menetapkan hatinya nanti jika sudah tenang. Apakah itu akibat hasil perbuatannya Arum selama ini hingga diberikan penyakit yang mengerikan bagi semua kaum wanita? Wallahu alam...


***


Bima bersiap untuk menjemput Arimbi untuk merayakan kelulusannya hanya berdua dengan gadisnya sebelum Arimbi kembali ke New York. Sembari bersiul-siul, pria itu memakai suitnya dan berjalan menuju mobilnya, mobil yang dibelinya dari hasil keuntungan toko emasnya.


Pria itu membuka mobilnya, Ford Mustang Shelby GT500 bewarna putih biru yang merupakan mobil impiannya.


"Bang Jono, aku ke rumah Arimbi dulu ya" pamit Bima ke Jono yang masih lembur mengurus mobil pelanggan mereka.


"Titi DJ bang!"


"Yoi!" Bima pun masuk ke dalam mobilnya dan segera meluncur ke rumah Arimbi.



***


Anarghya melongo melihat calon kakak iparnya tampak rapih jali. Mahasiswa UI jurusan kedokteran itu hanya bisa menggelengkan kepalanya bagaimana Bima bucin dengan kakaknya tapi siapa sih yang nggak jatuh cinta sama Arimbi. Paket lengkap deh pokoknya sudah termasuk minum dan dessert.


"Rapih amat mas. Suit baru ya?" ledek Anarghya durjana.


"Astaghfirullah. Kenapa sih kalian demen banget nistain daku. Salah daku apa dek?" gerutu Bima dramatis.


"Salahnya? Berani masuk ke keluarga kita" gelak Anarghya.


"Idiiihhh! Eh kok sepi? Pada kemana?" Bima celingukan mencari Bara, Arum, Ghani dan Alexandra.


"Pada ke rumah Opa Raka. Oma Luna tadi sore kepleset di kamar mandi dan kakinya keseleo."

__ADS_1


"Kamu nggak kesana?"


"Lha wong aku yang urus Oma di rumah sakit" kekeh Anarghya.


"Arimbi sudah besuk Oma Luna?" tanya Bima yang merasa timingnya nggak pas pada saat ini pergi berduaan dengan Arimbi.


"Mbak Arimbi mau besuk besok. Kata Opa Ghani, kalian biar bisa berduaan dulu soalnya kan lusa mbak Arimbi sudah kembali ke Cambridge Harvard."


"Baiklah." Besok aku ajak Arimbi besuk Oma Luna dan Opa Raka.


"Aku panggil mbak Arimbi dulu ya mas." Anarghya pun masuk ke dalam meninggalkan Bima di ruang tamu.


Bima sendiri menunggu Arimbi sambil bersandar. Jantungnya berdebar-debar karena dia hendak melamar Arimbi malam ini. Dicek saku dalam jasnya dan merasakan kotak kecil itu ada disana.



Mending gue ribut sama Hoshi deh kalau begini!


"Mas Bima? Sudah datang rupanya" sapa Arimbi lembut yang membuat Bima menoleh dan melongo.



"Kamu mau kemana?" tanya Bima bodoh.


"Lho katanya harus pakai baju formal?" balas Arimbi bingung.


"Iya, tapi kok malah bikin aku nggak ikhlas bawa kamu pergi. Bakalan banyak yang liatin kamu tar" sahut Bima dengan nada cemburu.


"Have fun you two. Mas Bima, jangan sampai lecet ya mbakku!" Anarghya memberikan kode dua jari dari matanya ke Bima tanda 'I'm watching you'.


"Iisshhhh, nggak mungkin lah aku bikin lecet mbakmu!" Belum.


"Hati-hati kalian berdua." Anarghya melambaikan tangannya.


***


Arimbi dan Bima tiba di sebuah restauran rooftop dengan pemandangan indah kota Jakarta di waktu malam. Bima memesan tempat ini sejak sebulan lalu karena harus mengantri bahkan dia sampai meminta tolong Rajendra McCloud untuk sedikit nepotisme karena restauran ini masih dibawa bendera MB Enterprise.



"Mas Bima, ini bagus bangets!" seru Arimbi.


"Kamu suka?" Bima menarik kursi dan Arimbi duduk dan memutari meja lalu pria berlutut di hadapan Arimbi. Dengan sedikit gemetar, Bima mengeluarkan sebuah kotak beludru merah dan membukanya.


Arimbi melongo melihat sikap Bima yang berbeda seperti biasanya, tidak ada pria slengean, tukang guyon... hanya pria yang gugup luar biasa untuk mengatakan sesuatu.


"Arimbi Maheswari Pradipta Giandra... Kita sudah bersama sejak masih jaman putih abu-abu... dan sekarang adalah waktunya. Arimbiku sayang, will you marry me?" Bima menatap dalam ke mata Arimbi yang mulai memerah terharu.


"Absolutely I'm gonna marry you mas Bimasena Rahadian Hermawan" senyum Arimbi sedikit tercekat dan Bima memasangkan cincin berlian itu ke jari manis Arimbi. "Mas? Papi gimana?"


"Haaaahhhh?" Kok bawa-bawa Oom Bara sih.

__ADS_1



***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


***


Sekilas up coming novel ...


Empat gadis yang sama-sama diadopsi oleh seorang wanita yang kaya raya dan semuanya diberi nama sesuai dengan empat musim.


Winter Aneira ... gadis musim dingin yang kaku


Summer Agni ... gadis musim panas yang ceria


Autumn Sharada ... gadis musim gugur yang kalem


Jade Spring ... gadis musim semi bermata hijau yang misterius


Keempatnya punya kisah sendiri, kehidupan asmara sendiri ... Yang nantinya akan bertemu di akhir cerita.



***


Yuhuuu...


Readersku tersayang, setelah tujuh bulan berkutat dengan klan Pratomo hingga generasi kelima ( Arimbi dan Bima ), Eike hendak beristirahat sejenak dari klan gesrek, kacau dan rusuh sementara.


( tapi nanti balik lagi kok ... 😊😊😊 )


Buat yang sudah membaca Setelah Perpisahan ( Kara Santanku dan Babang Rayden ) yang tidak berhubungan dengan klan Pratomo ( hanya pinjam nama Blair & Blair Advocate ), bagaimana pendapatnya?


Eniwaiii... Nantikan novel empat gadis ya. Mungkin akan super panjang karena masing-masing punya kisah sendiri dan semuanya dalam satu novel. Eike mau fokus disana dulu Yaaaaa.


Thank you so much atas komentar, kritik, saran, serunya berinteraksi dengan kalian semua baik di kolom komentar maupun di Ig aku @hana_reeves_nt.


Insyaallah novel baru bisa menemani saat ibadah puasa kalian bagi yang menjalani.


Tararengkyu ❤️🙂❤️


Regards,


Hana Reeves.

__ADS_1


__ADS_2