Bara Dan Arum

Bara Dan Arum
Bonchap - Bima ke Massachusetts


__ADS_3

Bima keluar dari ruang kuliahnya setelah selesai mengerjakan ujiannya. Visa nya ke Amerika Serikat sudah keluar dan dirinya bisa berangkat ke Massachusetts Minggu depan. Sudah hampir enam bulan dia ditinggal Arimbi ke Harvard.


Selama itu pula hubungan mereka hanya melalui video call, zoom dan web cam. Bima pun melihat rekaman video dimana Arimbi melakukan tari jawanya untuk ujian semester yang mewajibkan melakukan tarian khas negara asal.


"Siapa yang mengambil videonya itu?" tanya Bima.


"Mas Rama yang ambil. Mas Rama anaknya Oom Arjuna dan Tante Sekar, kan sedang ambil kuliah di Harvard Business School."


"Setahuku Oom Levi itu alumni MIT deh" gumam Bima.


"Iya dan sekarang Hoshi pindah ke MIT mengambil fisika."


"Hah? Bukannya dia pengen ke Harvard ya?"


"Gara-garanya Hoshi bosan di ruang kelas ekonomi jadinya dia memutuskan pindah ke MIT dan sedikit nepotisme karena Oom Levi alumni dan mendapatkan Nobel, jadi gampang lah dia pindah" kekeh Arimbi.


"Jangan-jangan di MIT nilainya malah jeblok" sindir Bima sinis.


"Jangan salah! Nilai-nilainya Hoshi straight A!"


Bima melongo. Kagak bisa dibiarkan! Gue juga kudu bisa dapat nilai perfect!


"Aku Minggu depan jadi ke Massachusetts ya, sayang" ucap Bima.


"Iya. Nanti nginap saja di rumah mas Rama. Ada kita-kita kok!"


"Siapa saja itu?"


"Aku, mas Rama, Hoshi dan Ega."


Kenapa sih sepupunya kebanyakan cowok semuaaaa!


***


Bima sudah sampai di Logan International Airport dan menanti jemputan dari Arimbi. Setelah sepuluh menit mencari-cari, akhirnya tampak Arimbi yang datang bersama dengan seorang pria Asia tampan. Siapa lagi ini? Sumpah, gue insecure.


"Kak Bima" seru Arimbi sambil tersenyum.


Kok kakak lagi sih?


"Halo, sayangku" sapa Bima sambil memeluk Arimbi.


"Jangan lama-lama peluknya!" sergah pria asia tampan itu.


__ADS_1


Introducing Pandega Yustiono


"Ih Ega mah gitu!" cebik Arimbi. "Kenalkan ini adik sepupuku tapi seumuran sama mas Bima. Namanya Pandega Adhinata Giandra Yustiono. Biasa dipanggil Ega. Dia anaknya Oom Iwan dan Tante Danisha, adik papi."


Bima dan Ega saling bersalaman. "Yuk pulang!" ajak Ega sambil membantu membawa duffle bag milik Bima.


"Arimbi..." bisik Bima.


"Ya mas?" Hati Bima menghangat mendengar panggilan itu lagi.


"Sepupumu ada yang jelek nggak? Aku insecure..."


Arimbi terbahak. "Sayangnya kok nggak ada Yaaaaa."


Bima pun manyun.


***


Mobil Range Rover yang disetir oleh Ega akhirnya sampai di sebuah rumah yang berbentuk kotak dengan atap datar. Bima memuji dalam hati desain rumah itu dan memasukkan dalam memorinya. Someday gue pengen punya rumah kayak gini!



Pintu garasi terbuka otomatis dan Bima melihat sebuah mini Cooper merah dan Nissan GTR hitam terparkir rapi. Di samping kedua mobil itu masih ada satu motor Ducati, Vespa warna hijau tua dan Triumph.


"Ayo turun" ajak Arimbi. Bima pun melihat-lihat kendaraan yang ada disana.



"Yup. Itu punyaku" jawabnya santai.


"Vespa egois menurutku karena kursinya cuma bisa satu orang karena besi belakangnya buat taruh tas" sungut Arimbi. "Masih mending Vespa ku di Jakarta."


Ega dan Bima tertawa.


"Yuk masuk. Ohya kabarnya elu punya bengkel ya?" tanya Ega.


"Iya punya bengkel, Vespa juga sama Kawasaki D Tracker."


Ega bersiul. "Wah Kawasaki tracker."


"Kalian punya Ducati" timpal Bima.


"Ducati itu punya Hoshi. Kalau Triumph, punya mas Rama." Ega menatap Bima. "Kami memang suka motor dan mobil."


"Nissan GTR punya Hoshi kah?"

__ADS_1


"Yup. Kalau mini Cooper itu punya Arimbi."


Bima menghela nafas panjang. Arimbi memang keluarga Sultan!


***


"Sudah sampai?" sebuah suara membuat ketiganya menoleh. Tampak seorang pria bule Shirtless dengan bandana merah berjalan masuk ke dalam rumah.



"Mas Rama, pakai baju dulu kenapa?" tegur Arimbi cuek sedangkan Bima melongo.


"Ih, mas masih keringetan ini habis beresin tanaman! Kalian tuh memang gadha yang mau urus tanaman ya!" omel pria yang dipanggil Rama itu. "Halo, aku Rama anaknya Arjuna dan Sekar."


Bima menerima uluran tangan Rama dan menjabatnya. "Bimasena."


"Aku tahu siapa kamu kok" senyum Rama yang mengingatkan wajah Opanya, Elang. "Rimbi, antar Bima ke kamarnya. Kalau kamu masih jetlag, tiduran saja dulu."


"Gampang lah mas" senyum Bima. "Aku ke kamar dulu."


"Silahkan." Bima mengikuti Arimbi yang berjalan ke kamar tamu yang telah disiapkan.


***


"Bagaimana menurutmu, Ga?" tanya Rama ke sepupunya.


"He's not bad dan tampak sayang dengan Arimbi" jawab Ega.


"Kita tunggu Hoshi. Aku ingin tahu ada kerusuhan apa nanti karena kata bang Travis, Bima dan Hoshi tidak akur." Rama tersenyum smirk. "Mandi aaaahhhh!"


"Dah sana mandi yang bersih! Bau cumiiii !" ledek Ega.


"Masa sih?" Rama mencium kedua ketiaknya. "Dikiittt!"


"Astaghfirullah! Groosss !" cebik Ega sedangkan Rama tertawa terbahak-bahak sambil berjalan ke lantai dua tempat kamarnya berada.


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Sambung Besok


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


Oh visualnya Rama, sama ma Opa Elang Yaaaa.


__ADS_2