Bara Dan Arum

Bara Dan Arum
Kumpul Kembali


__ADS_3

Bara dan Arum benar-benar menikmati kebersamaan keduanya menjadi pasangan halal. Arum sendiri baru mengetahui kalau suaminya memiliki tato di punggung kanannya.


"Kapan mas bikin nih tattoo?" tanya Arum sambil melihat punggung suaminya yang tengkurap setelah percintaan mereka yang kesekian kalinya.


"Hhhmm, mas umur 17 tahun. Kenakalan remaja" senyumnya sambil terpejam.


"Papa mama gimana?"


"Ngamuk sih tapi udah kejadian ya sudah mau diapain hanya pesan papa jangan tambah lagi" gumam Bara. Tak lama pria itu terlelap. Arum pun tersenyum melihat suaminya tidur namun sedetik kemudian dia merasa kesal.


Ya ampun! Ini hilangnya berapa lama? Arum hanya menghela nafas panjang melihat banyaknya tanda dari suaminya di tubuhnya.


Pria oh pria.


***


Arum sudah tampak segar dan tetap memakai kaus lengan panjang berleher tinggi. Untungnya Jakarta diguyur hujan jadi tidaklah aneh jika dia memakai baju seperti itu.


Bersama pelayan, Arum memasak untuk makan malam dan ketika makanan siap, Bara turun dengan mengenakan kaos hitam dan celana training. Tampak pria itu sudah mandi dan tampak segar.


"Masak apa istriku?" tanya Bara.


"Masak udang asam manis dan sayur cap Jay. Kenapa mas?"


"Enak. Ayo makan."


Bara dan Arum tersenyum karena mereka mengskip makan siang dan makan malam diajukan jadi makan sore.


"Ya ampun, Dis. Berapa lama tadi kita?" bisik Bara.


"Nggak tahu. Aku nggak itung berapa lama."


"Enak Dis?" kerling Bara dengan muka menggoda.


Arum tersedak mendengar godaan suaminya. "Mas Bara!"


"Eh kenapa?" Bara menatap istrinya polos. "Aku tanya enak udang asam manisnya?"


Arum melongo. "Memangnya aku mau nanyain apa, Dis?" Bara masih santai bicaranya.


Boleh nggak sih cubit pinggangnya suami aku? Bikin tengsin ajah ih!


***


Usai sholat Maghrib berjamaah, Arum dan Bara memilih untuk nonton film di ruang tengah. Sejujurnya Bara cukup lelah setelah hampir seharian unboxing Arum. Masa butuh minuman berenergi? Norak deh!


"Mas, besok papa dan mama pulang yaaaa?" tanya Arum sambil bersandar di bahu Bara.

__ADS_1


"Iya, ini sudah berangkat bareng Oom Javier dan Tante Agatha pakai pesawat komersil" jawab Bara.


"Tumben nggak pakai pesawatnya Oom Javier" gumam Arum.


"Lha kan dipakai bawa keluarga besar balik ke New York. Kecuali keluarga Oom Duncan yang memang bawa pesawat pribadi sendiri."


"Aku kangen rusuhnya keluargamu, mas" senyum Arum. "Ohya, kata Sekar ada baiknya kita jalan-jalan ke London sekalian lihat kastil milik Oom Jeremy dan Tante Rain. Oh, sama Husky milik punya mereka. Kata Jendra, Samoyed Tante Rain suka gegeran sama Beagle nya. Aku kok gemes sama anaknya mas Juna ya."


"Kayaknya kamu gemas sama semua keponakan mas deh" kekeh Bara mengingat Arum kemarin heboh dikelilingi oleh semua keponakannya yang diajak main stetoskop dan tensi.


"Iya lho. Mereka semua menggemaskan dan cakep-cakep" ucap Arum.


"Nanti kita akan mendapatkan sendiri" ucap Bara sambil mencium kepala Arum. "Jadi nanti kita mulai bercocok tanam ya? Belut kan wajib meletakkan bibitnya di sarang yang hangat."


Arum mendelik. "Astagaaaaa mas! Bahasanya itu lhoooo!"


"Salahkan Rhett yang membuat teori belut, sayang" gelak Bara.


***


Ghani dan Alexandra sampai di Jakarta dengan selamat pada siang hari. Bara dan Arum pun datang ke bandara Soekarno Hatta untuk menjemput kedua orangtuanya dan bertemu dengan Davina serta Ali dan Yono.


"Vina" sapa Arum sambil memeluk gadis itu. "Gimana kabarnya?"


"Alhamdulillah baik. Maaf ya Rum kalau pas acara nikah kamu malah ada kejadian nggak enak" senyum Davina.


Ali menatap Bara dengan muka sedih. "Belum."


Bara menepuk punggung Ali pelan. "Bersabarlah apalagi Davina juga baru mendapatkan kejutan mantannya psycho."


Ali Khan hanya mengangguk sambil tersenyum.


Tak lama para orangtua pun keluar dari pintu kedatangan dan langsung memeluk anak-anak mereka. Bara melihat Ghani dan Javier tampak lelah tapi ada rasa lega disana. Setidaknya si Ye-jun sudah ditahan oleh pihak berwajib di bawah pengawasan Miami Dade Police dan DEA.


"Javi, kalian mau ikut makan siang bersama kami di RR atau langsung pulang?" tawar Ghani.


"Aku langsung pulang saja G. Pengen hibernasi seperti beruang. Benar-benar lelah aku" ucap Javier menggandeng Agatha dan merangkul Davina berjalan menuju Toyota Alphard Vellfire Hitam yang disopiri oleh Yono.


"Baik, kita ketemu lagi ya Javi, di grup keluarga" cengir Ghani.


"Yoooiiii."


***


Keempat orang anggota keluarga Giandra itu tiba di sebuah ruang VIP yang merupakan tempat khusus milik keluarga besar klan Pratomo. Semua pelayan disana hapal siapa saja anggota keluarga karena Aidan selalu mengupdate semua anggota baru.


"Gimana Miami Pa?" tanya Bara kepada Ghani.

__ADS_1


"Minggu ini sudah akan diajukan tuntutan di pra pengadilan dan Minggu depan mulai sidangnya" jawab Ghani. "Dis, maaf ya papa langsung terbang ke Miami di saat kalian baru saja melangsungkan pernikahan."


"Gak papa, Pa. Aku bisa maklumi kok lagian aku juga heran sama cowok psycho itu! Mbok ya legowo nek pancen Davina dah ga mau sama dia" omel Arum.


"Nggak semua orang bisa berpikir seperti itu, Gendhis" senyum Alexandra. "Mama dan Papa juga pernah mengalami hal seperti Davina."


"Lebih parah malahan sampai ngumpet di mansionnya Oom Duncan padahal Oom Duncan lagi di Jakarta urus Oom Jeremy yang juga diincar pembunuh" kekeh Ghani.


"Whoah! Mas Bara, ternyata keluargamu kalau dijadikan film bisa box office di Hollywood" seru Arum antusias.


"Haaaahhhh? Nggak lah Dis, cukup keluarga saja yang tahu" senyum Bara.


Dua orang pelayan membawakan makanan pesanan mereka dan keempatnya mulai makan siang sambil ngobrol macam-macam.


"Kalian besok ngantor kah?" tanya Ghani.


"Ngantor Pa. Soalnya besok sudah ada jadwal operasi Caesar karena besok tanggal cantik. Sudah ada tiga pasien yang booking" ucap Arum.


"Astaga bener-bener deh tapi sudah masuk HPL nya kan?" tanya Alexandra.


"Sudah ma."


"Levi sama Yanti gimana Ra?" tanya Ghani.


"Levi ya Levi. Julid ke anaknya sendiri" kekeh Bara.


"Dulu Eiji ke Levi sekarang Levi ke Hoshi. Ampun deh!" Ghani memegang pelipisnya. "Besok kalau kamu hamil, Dis jangan Julid ke Bara ya!"


"Dih papa, mana bisa begitu. Namanya hormon kan nggak bisa diprediksi, apalagi hormon orang hamil" jawab Arum manyun.


"Oh ya satu lagi. Kalau kamu hamil besok dan mulai masuk HPL, jangan sekali-kali minta roti canai dan kari kambing!"


"Lho memang kenapa pa?"


"Gara-gara mamamu minta roti canai dan kari kambing, tuh si bocah mabok minta brojol." Ghani mengedikkan dagunya ke arah Bara.


"Astaga!"


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


Davina dan Ren agak nanti ya, masih ada acara keluarga di solo


__ADS_2