
Usai adegan sok drama Korea yang dipamerkan Bara, semua sepupu prianya langsung memukuli dirinya dengan sebal. Bara hanya terbahak mendapatkan kenistaan dari para pria paripurna disana sedangkan Arum menutup mulutnya yang tertawa terus melihat suaminya habis dihajar.
"Ya beginilah" kekeh Kaia menghampiri Arum sambil menggandeng Reana, putrinya yang berusia lima tahun. Gadis cilik itu tampak cantik dengan gaun biru muda senada dengan sang mami.
"Ya ampun, Kai... Ini jadinya gimana? Kawinan kok malah MMA?" seru Josephine. Tanpa ba-bi-bu, ibu satu anak itu langsung menjewer satu persatu pria disana tanpa peduli protes suami dan sepupunya.
"Milih aku yang hajar atau nyokap kalian semua? Lihat tuh! Nyokap kalian pada pengen nelan semua ke dalam perut!" bentak Josephine.
Sontak para pria yang masih memakai jas langsung kicep melihat ibu mereka menatap tajam.
"Umur boleh hampir kepala tiga kelakuan anak SMA!" umpat Ayame kesal yang diakurkan dengan para sepupu iparnya.
"Bikin malu saja ih!" gerutu Savitri yang menatap tajam ke Nathan yang hanya berani melirik ke arah mamanya.
Semua anak laki-laki keluarga keturunan Pratomo memang terbiasa debat dengan sang ayah tapi mereka dididik untuk tidak melawan ibu. Tak heran para pria itu jauh lebih takut melihat ibu mereka marah karena mereka tahu, masing-masing ibu mereka memliki kemampuan bela diri dan menembak yang sama jagonya dengan ayah mereka.
The power of emak-emak itu nyata.
***
Duncan dan Javier menemui Lt Crane dari Miami Dade Police yang datang bersama beberapa orang dari FBI dan DEA yang menyaru sebagai rekan bisnis keluarga Blair.
Mereka tampak serius berbincang-bincang sampai Levi dan Arya ikut menimbrung dan memberikan sebuah flashdisk yang langsung di buka oleh Lt Crane di laptopnya.
Alexandra, Rhea dan Agatha yang tahu kasus Davina hanya mengawasi keponakan dan putri mereka dari jauh. Davina sendiri tidak jauh-jauh dari pengawasan dan pengawalan Ali Khan dan Kris.
"Semoga segera ditangkap tuh psycho. Soalnya anak buah Abang dan Juna gagal menangkap di Jakarta dan New York" ucap Rhea yang tahu perkembangannya dari sang suami, Duncan Blair.
"Aamiin. Kalau ketemu aku, bakalan aku cincang!" ucap Agatha geram. "Rasanya aku dah mulai karatan krav maganya."
***
Bara menikmati hidangan bersama Arum dan para sepupunya beserta Gasendra dan Rani yang kaget melihat kerusuhan Bossnya sendiri.
"Pak Fuji, apa benar kalau kumpul keluarga seperti ini?" tanya Gasendra.
"Kami kalau bersama keluarga seperti ini tapi kalau soal pekerjaan, kami akan berbeda" ucap Fuji sambil memakan caprese cups.
Gasendra mengangguk.
Para tamu undangan sudah mulai datang dan mereka semuanya menyambut kolega, rekan bisnis dan tentu saja kompetitor karena biasanya, para cogan Durjana itu bisa menemukan kelemahan para pesaingnya. ( licik nya nurun dari eyang Adrian Pratomo, eyang Akira Al Jordan dan eyang Alex Neville ).
Acara pun berlangsung sampai siang dan satu persatu para tamu undangan pulang, begitu juga dengan para sepupu Bara yang perempuan terutama yang memiliki anak seperti Danisha, Kaia dan Kristal yang memutuskan kembali ke hotel untuk beristirahat bersama anak-anak. Iwan, Rhett dan Ashley pun menemani istri dan anak-anaknya.
"Kalian mau bulan madu dimana?" tanya Keia kepada Arum yang sedang berkumpul dengan Sekar, Seira, Davina, Josephine dan Marissa.
"Belum tahu sih cuma kalau aku sih, ke puncak atau ke bandung saja dah senang. Soalnya aku juga masih banyak pekerjaan" senyum Arum.
__ADS_1
"Sekali-kali kalian ke London lah, main ke kastil mas Juna atau ke restauran nya mas Aidan" ucap Sekar.
"Eh beneran punya kastil ya?" tanya Arum antusias.
"Hu um. Ada enam adiknya mas Juna juga disana" kekeh Sekar.
"Bukannya mas Juna anak tunggal?" gumam Arum sambil memegang dagunya.
"Adik berbulu kaki empat" gelak Thara.
"Hah?" Arum memandang sepupu iparnya bingung.
"Tante Rain punya lima ekor Husky sama Samoyed. Kalau Oom Jeremy bilang itu adik-adiknya mas Juna" kekeh Davina.
"Owalaahhh! Wah, Husky! Aku pengen lihat!" Arum selalu suka anjing yang mirip serigala itu tapi dia tidak sempat mengurusnya karena padatnya pekerjaannya.
"Makanya kamu bilang sama mas Bara, minta bulan madu ke London. Ada aku sama Thara disana." Sekar mengompori Arum.
"Lho Sekar, Jendra sama Rama kemana?" tanya Keia.
"Jendra ikut Abi dan Reana istirahat, tadi aku sudah titip mbak Kaia. Kalau Rama maunya sama omanya."
"Syukurlah, aku kira kemana anak-anak." Keia tersenyum.
"Davina, bagaimana Ali?" tanya Marissa tiba-tiba.
Davina gelagapan ditanya oleh kakak sepupunya. "Nggak gimana-gimana kok" jawabnya dengan merona.
"Sedang berusaha" jawab Davina.
"Kalian bawa milik kalian masing-masing kan?" tanya Josephine ke arah adik-adiknya.
"Bawa dong!" sahut Keia antusias. "Selalu."
"Bawa apaan?" tanya Arum bingung.
Josephine, Marissa, Keia, Davina dan Seira mengangkat gaun mereka dan Arum hanya mendelik melihat pistol yang terdapat di belt paha mereka.
"Nggak usah kaget. Aku pun bawa karena mas Juna yang minta" senyum Sekar yang menunjukkan sebuah pistol di tas tangannya.
"Akhirnya Juna ngajarin kamu, Sekar!" seru Josephine antusias.
"Soalnya aku harus bisa melindungi diri sendiri dan anak-anak tho?" cengir Sekar. "Ijin pun sudah aku kantongi."
"Waaaahhh!" seru para wanita cantik itu.
Arum hanya bisa melongo. "Apa aku harus minta diajarin mas Bara ya?"
__ADS_1
"Tampaknya harus seperti itu" sahut Keia.
"Kalian semua bawa?" tanya Arum penasaran.
"Kami selalu bawa ,Dis" jawab Josephine.
"Paling jago siapa diantara kalian semua?"
"Kaia!" ucap mereka semua.
"Kaia malah pernah bikin gosong orang. Literally! Gosong semobil-mobilnya!" ucap Marissa.
Arum semakin pusing. Suamiku, kalian itu sebenarnya siapa sih? Kok saudaramu cantik-cantik mematikan.
***
Kini Bara dan Arum sudah berada di kamar pengantin setelah semuanya masuk ke dalam hotel untuk beristirahat.
Pria itu bahkan sudah mandi sebelum Arum masuk dan wanita itu terkejut melihat dua pistol jenis SIG tergeletak di tempat tidur.
"Kamu mandi dulu sayang" bisik Bara ke telinga Arum. "Maaf, tampaknya malam ini aku nggak bisa unboxing dulu karena harus menyelesaikan family business."
"Apakah soal Davina?" tanya Arum sambil menatap lekat suaminya.
"Kamu tahu dari..."
"Seira. Kamu tahu mas, sepupu perempuan mu mengerikan! Cantik-cantik mematikan!" Arum memeluk Bara yang membuat pria itu menurunkan resleting gaun pengantin istrinya.
"Mandi dulu, badanmu pasti lengket kena angin pantai" ucapnya sambil mencium pipi Arum.
"Iya mas Bara, suamiku" kekeh Arum sambil menurunkan gaunnya yang menyisakan br*a tanpa tali dan ****** ***** warna hitam. "Kalau sudah selesai urusannya, jangan lupa kembali kemari." Arum mendekati Bara dan mengambil tangan suaminya untuk diletakkan di dadanya yang membusung. "Masa tidak mau mencicipi ini?" kerlingnya.
Nafas Bara menjadi berantakan dan Arum bisa melihat bagaimana suaminya menahan apa yang hampir meledak di dalam tubuhnya.
"Yak, aku mandi dulu!" Arum pun bergegas masuk kamar mandi dan menutup pintunya. Setelahnya Arum merosot di pintu dengan menutup wajahnya. Arrruuuummm, makanya jangan nonton bo*Kep! Bingung sendiri kaaaaannn!
Sementara Bara mengumpat habis-habisan!
Otooonnnggg! Ayo tidur!
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaaa
Davina agak sorean.
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️