
Bara masih tetap pada posisinya, duduk bersila hingga sebuah tepukan terasa di punggungnya.
"Mas Bara, sudah jam setengah dua siang" ucap Iwan pelan.
"Oh? Maaf Iwan, aku..."
"Gak papa mas. Aku paham tapi maaf takut Nisha ribut cariin kita" senyum Iwan.
Bara mengangguk lalu berdiri dan menengadahkan kepalanya ke atas. Haaaahhhh, hidup ku Yaaa.
"Mas, mungkin ini klise" ucap Iwan sambil mereka berjalan keluar mesjid dan memakai sepatu. "Mungkin jodoh mas Bara bukan Arum. Bisa jadi jodoh mas Bara masih belum muncul."
"Maksudmu jodohku masih bayi?" pendelik Bara.
"Bukan mas. Maksudnya masih belum ketemu saja tapi yang jelas udah sama-sama dewasa lah" kekeh Iwan.
"Aamiin Wan kalau memang jodohku masih belum ketemu sama aku sekarang" senyum Bara getir.
"Yang sabar mas" jawab Iwan sambil menuju mobil milik Danisha.
"Iya Wan. Untung aku ditemani dirimu, entah apa yang terjadi kalau aku berangkat sendirian Wan."
Iwan mengangguk. "Mas mau pulang ke Solo Baru atau gimana?"
"Kamu antar ke Solo Baru dulu, aku mau ambil tas, habis itu ke bandara. Semoga masih ada last flight ke Jakarta." Bara membuka ponselnya dan menemukan penerbangan terakhir jam tujuh malam.
"Oke mas, tak langsung cuusss."
***
Bara tiba di bandara Soekarno-Hatta setelah melakukan perjalanan sekitar satu jaman. Tubuh dan pikirannya tampak lelah hingga rasanya dia ingin segera tiba di rumah.
Ghani yang mendapatkan telepon dari Bara untuk meminta menjemputnya hanya bisa tersenyum menenangkan dan memeluk putra sulungnya.
Iwan memang sudah bercerita apa yang terjadi karena yakin Bara tidak akan mengatakan apa-apa. Hati Ghani merasa sakit mendengar apa yang terjadi tapi dia tahu Bara kuat.
"Bara.."
Bara hanya memeluk sang papa erat.
__ADS_1
"Kita pulang ya?" ajak Ghani yang dijawab anggukan putranya.
***
Sejak Bara ditinggal nikah oleh Arum, kepribadian dirinya pun berubah. Bara menjadi orang yang dingin dan hanya hangat kepada keluarganya saja. Ghani dan Alexandra merasa miris melihat putra mereka semakin menenggelamkan diri pada pekerjaan.
Meskipun akibatnya nama perusahaan Giandra Otomotif Co semakin Moncer di tangan Bara, semua keluarga besarnya tahu, semua itu hanya pelampiasan Bara untuk menghilangkan rasa patah hatinya.
Setahun sudah Bara ditinggal Arum menikah dan hingga saat ini pria itu masih tetap menikmati menjadi jomblo.
Dalam setahun ini, Danisha dan Iwan dikaruniai seorang putra yang diberi nama Pandega Adhinata Giandra Yustiono. Aidan akhirnya menikah dengan chef cantik bernama Thara Azalea yang berdarah Arab. Levi mengumumkan akan segera menjadi Daddy karena Yanti sekarang sedang hamil dan sudah berjalan lima bulan, Kristal sudah melahirkan anak perempuan yang diberi nama Freya Maharani Sky.
Bara hanya tersenyum tipis membaca pesan-pesan yang masuk di dalam grup keluarganya. Pria dingin itu merasa bahagia melihat kebahagiaan para sepupu-sepupunya namun tidak menutupi rasa irinya bahwa dirinya pun ingin membina rumah tangga.
Memang masih ada Fuji, Arya, Kris, Nathan yang masih jomblo tapi bagi Bara, dia sudah terlalu tua untuk menjomblo. Tahun ini dia berusia 29 tahun sedangkan ayahnya umur segini sudah punya dirinya. Arjuna saja sudah dua anaknya meskipun Jendra karena kecelakaan awalnya.
"Kamu sibuk?" tanya Ghani yang datang setelah memeriksa cabang perusahaan di bandara Soekarno-Hatta.
"Nggak pa, lagi baca grup pria yang meledek Levi ngidam aneh-aneh" senyum Bara.
"Kualat tuh bocah! Kebanyakan usil sih sekarang anaknya yang usilin dia" gelak Ghani yang hanya dijawab senyum smirk Bara.
"Papa dan mama besok akhir pekan mau ke Solo nengok Ega. Kamu mau ikut?" tanya Ghani. Semenjak punya cucu, paling tidak dua Minggu sekali Ghani dan Alexandra pulang ke Solo. Terkadang naik mobil, kadang naik kereta api atau pesawat. Kedua opa dan Oma itu hanya ingin menikmati berdua jalan-jalan sambil nengok cucu.
"Jangan keluar Jawa lho Ra."
"Nggak pa, sekitaran sini saja."
***
Bara sudah mempersiapkan kamera dan tas duffle untuk menginap jika diharuskan menginap. Bara memutuskan untuk pergi ke Muara Angke Wildlife Refuge. Pria itu memilih menggunakan mobil Rubicon hitamnya karena Range Rover biru tuanya dipakai oleh Ghani dan Alexandra ke Solo yang disetiri oleh sopir.
Pria tampan itu pun berangkat pagi untuk menghindari kemacetan ibu kota yang hendak berwisata. Sesampainya disana, Bara segera memilih naik sampan untuk memotret satwa liar disana. Jiwa seni nya yang sempat terkunci, keluar lagi.
Hari ini Bara benar-benar tampil santai, tidak ada tanda-tanda bahwa dirinya adalah seorang CEO Giandra Otomotif Co. Hari ini dia adalah Sambara Ganendra Giandra bukan anak Ghani atau cucu Abimanyu.
Bara menikmati kebebasannya seperti dulu saat masih menjadi fotografer National Geographic. Setelah hari mulai siang, Bara pun menyelesaikan acara pemotretan.
__ADS_1
Sang pendayung sampan, diberikan bonus oleh Bara yang lumayan. Bara pun turun dan mencari tempat untuk makan siang.
Di daerah sana Bara menemukan warung Bu Kris dan memutuskan makan disana. Pria itu duduk sendiri dan mulai memesan nasi, iga penyet, sop daging dan susu soda gembira.
Karena jam makan siang, tentu saja jadi ramai dan Bara duduk sendiri membuat seorang gadis menghampirinya.
"Mas, maaf. Kosong kah?"
Bara mendongakkan kepalanya dan melihat seorang gadis cantik menatap penuh harap.
"Kalau kosong kenapa?" jawab Bara dingin.
"Anu... Semua tempat penuh dan aku sudah lapar. Boleh kan aku duduk disini?" tanyanya penuh harap.
Bara menengok sekelilingnya yang memang ramai lalu kembali ke gadis itu. "Boleh tapi jangan ganggu aku!"
"Oke mas. Maturnuwun bangets!" senyumnya.
Bara hanya melirik gadis itu. Pesanan gadis itu pun datang dan tampak dia sangat kelaparan.
"Maaf, mas namanya siapa?" tanya gadis itu sambil menggigit ayamnya.
"Kenapa?"
"Ya masa aku sudah minta tempat duduk kok gak tahu siapa nama yang kasih" tawa gadis itu yang menurut Bara seperti suara lonceng, renyah.
"Bara."
"Nice to meet you mas Bara. Namaku Arum."
Bara pun membeku. Mata hitamnya menatap wajah gadis itu dengan tatapan nanar.
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Semoga segera lolos review.
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️